Showing posts with label Pejabat. Show all posts
Showing posts with label Pejabat. Show all posts

Tuesday, September 18, 2012

Balikpapan Siapkan Rp1 Miliar Bayar Pajak Kendaraan Dinas

Ilustrasi. (Foto: Tangguh Putra/okezone)

Ilustrasi. (Foto: Tangguh Putra/okezone)

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah menyiapkan dana sekira Rp1 miliar untuk membayarkan pajak kendaraan dinas pemkot baik roda dua dan roda empat yang mulai wajib dibayarkan pada 2012 ini.

"Pajak variasi berdasarkan jenis kendaraan, tahun dan cc kendaraan. Sudah kita bayarkan sekira Rp1 miliar," ujar Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Pemkot Balikpapan Siswanto, di Balikpapan, Selasa (18/9/2012).

Ia mengatakan, saat ini Pemkot secara bertahap telah membayarkan pajak kendaraan yang waktu jatuh temponya bervariasi dengan periode hingga Desember. Menurutnya, hingga 2012 ini, jumlah kendaraan dinas di sebanyak 300 untuk mobil dan 1.000 kendaraan roda dua.

"Jumlah tersebut belum termasuk kendaraan dinas operasional lapangan yang ada di Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) dan operasional PU kota," jelasnya.

Pemkot juga masih akan membayarkan pajak kendaraan dinas yang sampai saat ini belum diputihkan. Serta kendaraan dinas yang belum dikembalikan pejabat yang telah pensiun. "Karena masih kita tanggungan kita," tambahnya.

Ia memperkirakan, jumlah besaran pajak kendaraan yang dibayarkan Pemkot akan bertambah seiring dengan rencana pengadaan 14 mobil dinas baru, yang mencapai Rp11,8 miliar.

"Ada tambahan memang, tapi besaranya tidak terlalu besar," pungkasnya. (ade)

18 Sep, 2012


-
Source: http://economy.okezone.com/read/2012/09/18/20/691780/balikpapan-siapkan-rp1-miliar-bayar-pajak-kendaraan-dinas
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Monday, September 17, 2012

Jaksa Agung Beri Sinyal Lidik Rekening Liar Rp 8 Miliar di TTU

Jaksa Agung Beri Sinyal Lidik Rekening Liar Rp 8 Miliar di TTU

Penulis : Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere | Senin, 17 September 2012 | 23:48 WIB

Dibaca:

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Hebohnya ratusan rekening liar senilai Rp 8 miliar lebih pada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemda Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menjadi perhatian khusus dari Kejaksaan Agung Repulbik Indonesia. Setelah menerima surat pengaduan dari masyarakat, Kejagung memberi sinyal kuat soal keseriusan penanganan kasus itu melalui surat perintah kepada Kejaksaan Negeri Kefamenanu.

"Saya sudah terbitkan surat perintah (sprint) penyelidikan hari ini untuk menyelidiki dugaan 115 rekening liar, sesuai surat perintah Jaksa Agung yang dikirim via faximile," jelas Diding Kurniawan SH di ruang kerjanya, Senin (17/09/2012).

Kata Diding, sistim pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme, namun yang jelas semua pimpinan dan bendahara SKPD maupun pimpinan daerah akan diperiksa. Soal rekening liar ini, banyak pihak di Kefamenanu menduga ini merupakan modus baru yang dilakukan oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah untuk menyelewengkan uang negara.

Sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media bahwa Pemerintah Daerah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, dituding memelihara 115 rekening liar senilai Rp 8 miliar lebih selama dua tahun. Rekening tersebut diduga sengaja dibuka oleh beberapa pimpinan SKPD untuk menyimpan sejumlah uang milik Pemda TTU.

Dari informasi yang dihimpun sebelumnya, rekening liar itu tidak tercantum pada daftar rekening kas di kas daerah dan tidak dilaporkan ke Bendahara Umum Daerah (BUD). Hal ini membuka peluang besar terjadinya penyelewengan keuangan.

Rincian penyebaran jumlah rekening di beberapa bank tercatat, 108 rekening di Bank NTT Cabang Kefamenanu dan 18 rekening lainnya di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kefamenanu.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

18 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/17/23485595/Jaksa.Agung.Beri.Sinyal.Lidik.Rekening.Liar.Rp.8.Miliar.di.TTU
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

PERTAMBANGAN GALIAN C: Bupati Sukoharjo Mutasi Anggota Satpol PP

Ilustrasi pertambangan (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

SUKOHARJO–Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengatakan, dirinya telah menandatangani pemindahan staf satpol PP yang disebut-sebut bertugas mengurus keluarnya izin dari penambang. Menurutnya, pemindahan itu menjadi cermin bagi pejabat yang lain agar bekerja secara normatif.

"Hari ini Andri (Andri Hartono-red) sudah dipindah ke Weru," ujarnya.

Pernyataan Bupati disampaikan usai menghadiri acara pamitan calhaj di Kantor Pemkab Sukoharjo, Senin (17/9/2012). Menurutnya, dasar pemindahan adalah pengakuan Andri yang telah dimuat di berbagai media.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sukoharjo, Sardiyono, menyatakan pemutasian Andri dilakukan sejak akhir pekan lalu.

"SK pemutasian sudah dikeluarkan Sabtu kemarin. Andri dimutasi ke Kantor Kecamatan Weru."

Sementara itu, penambang asal Bendosari, Budi Susilo, Senin mendatangi lagi Gedung DPRD Sukoharjo. Dia mengaku tidak terima ditulis mencabut pernyataannya. Dikatakannya, dirinya tak mau menjadi macan kalau hanya buntutnya.

"Lebih baik menjadi cacing atau tikus yang memiliki kepala. Saya juga tak pernah mencabut pernyataan soal pemberian uang senilai Rp34 juta kepada Andri atas suruhan Pak Nur (Nurjayanto-red) maupun pertemuan di ruang Pak Nurdin. Uang itu dikatakan oleh Andri untuk mengurus A sampai Z."

Budi menegaskan berkali-kali, pertemuan dirinya dengan Nurjayanto, Andri dan Edi, di ruang Nurdin membahas soal surat pernyataan kesanggupan membayar tunggakan pajak.

"Tidak membahas soal pemberian uang tetapi surat pernyataan kesediaan membayar tunggakan pajak."

Ketua Komisi I DPRD Sukoharjo, H Suryanto yang memimpin klarifikasi di ruang transit itu menyatakan, bahwa apa yang disampaikan Budi Susilo masih sama dengan yang dilontarkan di hearing beberapa waktu lalu.

"Pada hearing Budi menyatakan menyerahkan uang kepada Andri atas suruhan Nurjayanto. Jadi tidak ada pencabutan pernyataan."

Harian Jogja 17 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/17/pertambangan-galian-c-bupati-sukoharjo-mutasi-anggota-satpol-pp-329734
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Sunday, September 16, 2012

Melihat Proses Kerja Nakoula Bikin Innocence of Muslims

Nakoula saat akan dibawa ke kantor polisi/Reuters

Sejak beberapa hari terakhir ini, dunia dihebohkan dengan film Innocence of Muslims yang menyulut kemarahan Umat Islam. Nama Sam Bacile atau yang kemudian diketahui punya nama asli Nakoula Basseley Nakoula, 55, disebut sebagai pria yang bertanggung jawab atas munculnya film tersebut.

Siapakah Nakoula sebenarnya dan bagaimana dia membuat film Innocence of Muslims?

Nakoula adalah seorang penganut Kristen Koptik dan pernah terlibat kasus penipuan bank pada 2010. Dia dihukum 21 bulan penjara dengan masa percobaan selama lima tahun.

Dia dituduh melakukan penipuan kartu kredit dengan menggunakan nomor Social Security yang tidak sesuai dengan nama di aplikasi kartu tersebut. Dia kemudian dibebaskan pada Juni 2011, di mana kemudian film Innocence of Muslims mulai diproduksi setelahnya.

Sejumlah kru film mengungkapkan pada Reuters bahwa film Innocence of Muslims dilakukan di rumah Nakoula di Cerritos, California. Pria yang tidak mau disebutkan namanya itu, mengatakan bahwa pada saat syuting, dia mengetahui bahwa rumah itu adalah kediaman produser Sam Bacile.

Dalam klip film yang beredar di Youtube tampak pintu depan dalam satu adegan, serupa dengan pintu depan rumah Nakoula. Keduanya memiliki kaca buram, berbentuk setengah lingkaran, dengan desain bunga mawar di pintu masuk ganda.

Kru film juga mengungkapkan bahwa bujet film tersebut di bawah US$100.000  (sekitar Rp900 juta) dan pria yang mereka kenal sebagai Sam Bacile adalah yang bertanggung jawab atas pendanaan. "Dia [Bacile] bilang, dia kumpulkan sendiri uang itu. Dia bilang dia punya pom bensin di Orange County dan usaha lainnya," ujar salah satu kru film dikutip Reuters.

Namun menurut laporan Wall Street Journal, asisten sutradara Jeffrey Robinson mengatakan bahwa bujet film itu adalah sebesar US$250.000 (sekitar Rp2,25 miliar).

Menurut Backstage.com, saat proses casting film ini dijelaskan sebagai film dengan "bujet sangat rendah" dan itu terlihat dari properti film yang amatir, seperti jenggot palsu, serta dialog yang terkesan kaku.

Saat proses casting dikatakan pula film ini akan bercerita tentang film Petualangan dan Sejarah Padang Pasir di Arab. Kru film juga diminta untuk membuat setting film seperti di Mesir ribuan tahun lalu.

Seorang kru film juga mengatakan bahwa tokoh yang ditampilkan adalah pejuang padang pasir dan tidak dideskripsikan sebagai Nabi Muhammad.

Dalam beberapa adegan yang ditampilkan di Youtube, tampak juga suara para aktor didubbing dengan memasukkan dialog yang berkaitan dengan Muhammad dan Alquran.

Menurut pejabat Kota Duarte, California, sebuah kelompok nirlaba Media for Christ mengeluarkan izin produksi untuk film tersebut. Pajak dokumennya sendiri terdaftar atas nama Joseph Nasrallah Abdelmasih sebagai kepala Media for Christ.

Berkaitan dengan hal itu, sebuah video online yang diunggah pada 2010 menunjukkan Abdelmasih melakukan demonstarasi di New York dan mendesak orang untuk "menghentikan Islamisasi Amerika". Dia juga menentang sejumlah pembangunan pusat muslim di lokasi penyerangan World Trade Center.

Akibat penayangan film Innocence of Muslims di Youtube, sejumlah demonstrasi di Timur Tengah mulai bergejolak. Korban pun mulai berjatuhan, salah satunya adalah Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens, dan tiga pegawai Kedutaan lainnya.

Setelah kasus ini, Nakoula dikabarkan datang dengan sukarela ke kantor polisi untuk diperiksa oleh agen federal. Menurut CNN dan Reuters, sang sutradara itu tidak ditahan dan tidak diborgol. Melalui wawancara dengan Steve Whitmore dari Los Angeles County Sherrif, Nakoula sudah pergi dan dibebaskan.

Sementara itu, Juru Bicara Pengadilan Karen Redmond mengatakan, pembebasan bersyarat Nakoula tengah ditinjau ulang. Dalam masa percobaan itu, Nakoula harusnya tidak dapat mengakses komputer atau perangkat yang dapat mengakses internet tanpa persetujuan dari petugas pengawasnya.

Rini Yustiningsih 16 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/16/melihat-proses-kerja-nakoula-bikin-innocence-of-muslims-329341
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Friday, September 14, 2012

Presiden SBY dan Hotel Peninsula

Presiden SBY dan Hotel Peninsula

Penulis : Jean Rizal Layuck | Jumat, 14 September 2012 | 19:30 WIB

Dibaca:

MANADO, KOMPAS.com - Hotel Peninsula Manado yang menjadi tempat penginapan Presiden SBY di Manado dijaga ketat oleh ratusan petugas keamanan dari kepolisian dan unsur TNI. Hotel bintang empat terletak di atas bukit di pusat Kota Manado dipenuhi aparat keamanan.

Presiden SB Yudhoyono dan rombongan Jumat (14/9/2012) malam dijamu makan malam oleh Gubernur Sulawesi Utara, S.H Sarundajang. Hadir dalam jamuan itu para menteri antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Perhubungan E. E Mangindaan dan sejumlah pejabat militer.

Pengamanan berlaku sekitar radius 1 kilometer, sedangkan para pengunjung hotel diperiksa sejak pintu masuk berjarak sekitar 100 meter. H otel Peninsula menjadi favorit tempat tinggal para menteri saat berkunjung ke Manado karena memang lokasinya indah di atas bukit.

Hotel Peninsula dibangun tahun 2009 saat pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) di atas lahan bekas Rumah Sakit Umum Gunung Wenang. R umah sakit itu merupakan peninggalan Kolonial Belanda yang kemudian dinasionalisasi oleh Presiden Soekarno.

Beberapa waktu lalu, hotel itu sempat mengalami masa kritis ditinggal pengunjung ketika muncul banyak cerita horor dari mereka yang pernah menginap di sana. "Maklum saja bekas rumah sakit pasti banyak orang meninggal di sana," kata Albert, warga Manado. 

14 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/14/19302655/Presiden.SBY.dan.Hotel.Peninsula.
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

KPK Pakai Rutan di Kodam Jaya, Disebut Bukan Untuk Tahanan Polri

Markas Kodam Jaya (geolocations.ws)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah bahwa pemilihan rumah tahanan (rutan) Kodam Jaya sebagai rutan cabang KPK untuk menahan tersangka kasus korupsi proyek simulator SIM, Irjen Djoko Susilo (DS).

"Ini buat semua tahanan KPK. Ini pembicaraan sudah lama, sama sekali tidak ada kaitan dengan KPK menangani kasus simulator SIM," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jumat (14/9/2012). Sedangkan untuk pengamanannya sendiri, lanjut Johan, KPK diberi kesempatan untuk menempatkan petugas di rutannya. Namun KPK secara keseluruhan TNI juga turut menjaga rutan tersebut seperti biasa.

Mengenai standar ruang tahanannya sendiri, kata Johan, akan disamakan dengan rutan yang berada di gedung KPK. Dalam MoU tersebut, menurut Johan menggunakan sistem pinjam pakai lahan dan bangunan. Selain itu alasan pemilihan Kodam Jaya sendiri dikarenakan masih banyak ruang kosong disana. Sementara rutan lainnya Johan mengklaim sudah penuh.

Sebelum ini, pada Kamis (13/9/2012) kemarin KPK menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam MoU tesebut juga terdapat revisi poin yang pernah ditanda tangani pada 2005 lalu. Beberapa hal yang terdapat dalam MoU tersebut diantaranya pengumpulan LHKPN (Laporan harta kekayaan penyelenggara/pejabat negara), pelaporan gratifikasi, serta info secara timbal balik yang bisa digunakan oleh KPK.

Editor: | Dalam : Berita Pilihan,Berita Pilihan,Nasional

Ahmad Mufid Aryono 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/14/kpk-pakai-rutan-di-kodam-jaya-disebut-bukan-untuk-tahanan-polri-328884
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Thursday, September 13, 2012

Kompas Bali Bike Dimulai

Kompas Bali Bike Dimulai

Penulis : Siwi Yunita Cahyaningrum | Jumat, 14 September 2012 | 08:00 WIB

Dibaca:

Kompas/Siwi Yunita Cahyaningrum Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dan jajaran pejabat di Bali mengibarkan bendera start melepas peserta Kompas Bali Bike di Nusa Dua, Jumat (14/9/2012).

Kompas/Siwi Yunita Cahyaningrum Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pengestu memberi sambutan saat membuka Kompas Bali Bike di Nusa Dua, Jumat (14/9/2012).

Kompas/Siwi Yunita Cahyaningrum Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo menyerahkan plakat kenangan Kompas Bali Bike kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Jumat (14/9/2012).

Foto:

NUSA DUA, KOMPAS.com -- Kompas Bali Bike dibuka pagi ini, Jumat (14/9/2012) pukul 07.00 WIT. Pembukaan dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dengan mengibarkan bendera start. Mari kemudian turut menggowes bersama 114 peserta Kompas Bali Bike.

Mari menyambut baik penyelenggaraan Kompas Bali Bike. "Kami sangat mendukung dan mendorong terus kegiatan bersepeda. Maskapai seperti Garuda Indonesia sudah menggratiskan bagasi untuk sepeda, ini bentuk keberpihakan pada sport tourism," tutur Mari.

Berkat sepeda, kata Mari, jalan-jalan yang dilewati jelajah sepeda pun diperbaiki oleh pemerintah daerah. Sehingga jalur pun menjadi mulus.

Mari berharap jelajah sepeda kian menghidupkan sektor pariwisata.

14 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/14/08000571/Kompas.Bali.Bike.Dimulai
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Manajemen PSIM Sayangkan Keputusan Mundur HS

Haryadi Suyuti (JIBI/Harian Jogja/dok)

JOGJA—Manajemen menyayangkan pernyataan Haryadi Suyuti yang menyatakan siap mundur dari kursi Ketua Umum PSIM lantaran terbentur persoalan regulasi.

Direktur Teknik PSIM Dwi Irianto, kepada Harian Jogja mengakui, ia berharap Haryadi Suyuti tetap bertahan. Ia menandaskan, sosok Haryadi memang pantas. Pasalnya, berkaca dari perjalanan PSIM musim kompetisi 2011/2012 lalu, terlebih dengan kondisi keuangan PSIM yang karut-marut di akhir kompetisi, ia tak bisa membayangkan jika tak ada HS.

"Komitmen dia yang membawa klub ini bisa bertengger di posisi empat besar meski kondisi klub seperti itu," sanjungnya.

Ia menilai Haryadi berhasil memimpin dan membawa Laskar Mataram masuk ke babak empat besar. "Sangat tidak mudah mengurusi dan memimpin klub yang berada pada kondisi di ujung tanduk seperti PSIM saat itu. Tapi buktinya, beliau tetap bisa mempertahankan nama baik klub ini," tegasnya.

Pihaknya merasa berat melepas sosok Haryadi. Apalagi dengan kondisi non teknis klub yang masih compang-camping seperti ini. Meski begitu, jika memang kendalanya adalah terkait regulasi, dalam hal ini adalah Permendagri Nomor 1/2011, maka pihaknya pun tak punya pilihan lain. "Kalau memang alasannya regulasi, apa yang bisa kami lakukan. Kami harus menghormati regulasi yang berlaku," ucapnya.

Sebaliknya, Media Director Ajiek Tarmidzi, sebelumnya menegaskan pada dasarnya ada sesuatu yang salah dalam Permendagri tersebut. Ia menegaskan, Permendagri tersebut  bermuatan politis. Pasalnya, larangan pemakaian APBD termasuk keterlibatan pejabat publik untuk sepak bola professional tendensius dan tidak adil. "Saya melihat aturan itu politis sekali. Ketika itu, aturan tersebut dibuat kan untuk menggulingkan rezim Nurdin Halid saja. Apalagi, cabornya kenapa hanya sepak bola," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PSIM Haryadi Suyuti menyatakan siap mundur sebagai ketua umum jika memang regulasi yang berlaku menghendaki demikian.

Harian Jogja 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/olahraga/manajemen-psim-sayangkan-keputusan-mundur-hs-328597
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Presiden Mesir Kecam Film ‘Innocence of Muslims’, Tolak Aksi Kekerasan

ilustrasi

Presiden Mesir Mohamed Morsi mengecam film kontroversial 'Innocence of Muslims' yang dinilainya menghina Nabi umat muslim. Namun dia juga memperingatkan demonstran untuk tetap tenang dan tidak menggunakan kekerasan menyusul bentrok di depan Kedutaan Besar AS di Kairo.

"Kami, Mesir, menolak segala jenis penghinaan terhadap Nabi kita, saya mengutuk semua yang menghina Nabi kita," kata Morsi dalam pernyataannya yang disiarkan televisi setempat dan dilansir AFP, Kamis (13/9/2012).

Dalam aksi protes di depan kantor Kedubes AS di Kairo, polisi menembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa yang melempari dengan botol dan batu.

Menurut Morsi, meski Mesir menolak terhadap film kontroversial, adalah menjadi tugasnya untuk melindungi para 'tamu' dari luar negeri.

"Saya meminta semua orang untuk mempertimbangkan, tidak melanggar hukum Mesir, tidak melakukan penyerangan kedutaan," tegas Morsi.

Dia juga mengutuk penyerangan Kedutaan Besar AS di Benghazi, Libya, yang merenggut empat nyawa pejabat kedutaan.

"Kami mengutuk apa yang terjadi di Benghazi," ujarnya.

"Kita semua tahu bahwa membunuh orang yang tidak bersalah bertentangan dalam Islam. Kebebasan untuk berekspresi dan berdemonstrasi dijamin tanpa merusak fasilitas pribadi dan publik, misi diplomatik atau kedutaan," tegasnya lagi.

Morsi menyatakan dirinya telah berbicara dengan Presiden AS, Barack Obama terkait insiden penyerangan kantor kedutaan. Dia berjanji akan melakukan langkah hukum bagi mereka yang ingin merusak hubungan antara Mesir dan Amerika.

Usai bentrokan antara polisi dan demonstran yang mayoritas remaja itu, pihak keamanan MEsir mengerahkan kendaraan lapis baja di sekitar Kedutaan AS.

Dalam bentrokan tersebut sebanyak 224 orang mengalam iluka-luka. Delapan diantaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena luka-luka yang diderita. Selain di Mesir dan Libya, aksi protes terhadap 'Innocence of Muslim' juga terjadi di luar kantor Kedubes AS di Maroko, Sudan dan Tunisia.

Anik Sulistyawati 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/channel/internasional/presiden-mesir-kecam-film-innocence-of-muslims-tolak-aksi-kekerasan-328587
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Wednesday, August 8, 2012

Kisah Ariel Bertemu Abu Bakar Ba'asyir di 'Kampung Atas'

Jakarta - Sesaat setelah video seksnya beredar, sosok Ariel pun menjadi 'buruan' banyak orang. Tak hanya media yang mencarinya, tapi juga pihak kepolisian.

Ariel akhirnya mendapat panggilan pertama ke Bareskrim Mabes Polri atas kasus tersebut. Ia pun menyerahkan diri dan menjadi hunian resmi di 'Kampung Atas', sebuah sebutan di blok rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri.

Kisah hari pertama Ariel pun tertuang dalam buku 'Kisah Lainnya' yang ditulisnya sendiri selama mendekam di Rutan Kebon Waru, Bandung.

Sebagai artis terkenal, sambutan hangat diterima Ariel saat menjadi 'warga' baru di 'Kampung Atas'. Namun, Aril tetap gugup dengan 'status' barunya sebagai tahanan. Berbagai karakter unik orang pun ditemui Ariel di rumah tahanan itu.

Ariel mengaku mendapat pelajaran dari pertemuan dengan orang-orang baru itu. Salah satu yang paling unik adalah pertemuannya dengan pejabat-pejabat negara tersangka kasus korupsi, dan tokoh kondang Abu Bakar Ba'asyir yang ditangkap atas tuduhan aksi terorisme.

Di lingkungan 'Kampung Atas', Abu Bakar Ba'asyir dipanggil 'Pak Ustad', dan Ariel punya kesan tersendiri terhadapnya. Ada kata-kata dari Pak Ustad yang terus diingatnya.

"Jangan berkecil hati, manusia diciptakan di dunia ini memang untuk bikin kesalahan, lalu memperbaiki diri," kenang Ariel menirukan nasihat Abu Bakar Ba'asyir.

"Kalau semua orang sudah tidak bikin kesalahan lagi, maka semua ini akan dimatikan Tuhan karena tidak ada tujuan hidup," tambahnya.

(fk/mmu)

09 Aug, 2012


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/590264/s/2232b26c/l/0Lhot0Bdetik0N0Cread0C20A120C0A80C0A90C1155520C19870A660C230A0Ckisah0Eariel0Ebertemu0Eabu0Ebakar0Ebaasyir0Edi0Ekampung0Eatas/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tuesday, August 7, 2012

Hakim Ragukan Penyakit Bipolar Anak Rano Karno

Selasa, 7 Agustus 2012 15:15 wib
Amba Dini Sekarningrum - Okezone

Raka & Karina dalam persidangan (Foto: Amba Dini)

Raka & Karina dalam persidangan (Foto: Amba Dini)

TANGERANG - Anak Wakil Gubernur Banten, Raka Widiatama disebut memiliki penyakit bipolar. Namun Hakim Ketua yang menangani kasus dalam persidangan yang digelar di PN Tangerang, Selasa (7/8/2012), meragukan penyakit tersebut dialami Raka.

Beberapa kali Hakim Ketua Dehek K Sandan, dalam persidangan pemesanan lima butir ekstasi dari Malaysia dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Raka dan Karina, mengungkapkan keraguannya.

"Anda sadar tidak mempergunakan alamat rumah, dan sadar bahwa orangtua adalah pejabat negara sehingga paket kiriman ekstasi tidak dikirim ke rumah, bahkan terdakwa dapat menjelaskan peristiwa sedetail mungkin dan normal. Saya jadi ragu kalau Anda mengidap bipolar," kata Dehel di persidangan siang ini.

Hakim juga meragukan hasil medical record atas nama Raka dari salah satu saksi, yaitu dokter spesialis kejiwaan yang sudah dihadirkan pada persidangan terdahulu.

Keraguan itu dijelaskan Dehel, karena dalam medical record riwayat pemeriksaan pasien ditulis dengan pulpen, sedangkan nama pasien di bagian atas ditulis dengan spidol.

Seperti diberitakan sebelumnya, anak angkat bintang Si Doel Anak Sekolahan ini dinyatakan mengidap penyakit bipolar atau penyakit kejiwaan yang dapat naik turun amarahnya dan tidak stabil oleh dokter kejiwaan yang pernah memeriksanya pada 2010. Bahkan, dokter tersebut juga sudah menjadi saksi dalam persidangan sebelumnya. 

(nsa)

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry

07 Aug, 2012


-
Source: http://celebrity.okezone.com/read/2012/08/07/33/674480/hakim-ragukan-penyakit-bipolar-anak-rano-karno
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Wednesday, July 25, 2012

Dini Hari, Jaksa Sita Berkas Kantor Pajak Bogor

Bandung: Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyita sedikitnya 8 dus penuh berkas perpajakan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bogor. Penyitaan dilakukan dalam rangka penyidikan kasus suap tersangka bekas Kepala Kantor Pajak Bogor,  Anggrah Suryo. Penggeledahan sendiri sudah dilakukan sejak Rabu malam, 25 Juli 2012 dan baru berakhir dini hari ini.
"Berkas-berkas ini terdiri dari berkas wajib pajak dan berkas perpajakan produk Kantor Pajak (Bogor)," kata Kepala Seksi Upaya Hukum dan Eksekusi (Uheksi) Kejati Jawa Barat Ricky Sipayung di kantornya, Kamis dinihari 26 Juli 2012.
Pantauan Tempo di Kantor Kejati Jawa Barat, ke-8 dus berkas yang disita terdiri dari 4 dus besar dokumen Harga Pokok Penjualan Biaya Usaha milik PT Gunung Emas Abadi selaku wajib pajak serta 2 dus besar dan 1 dus kecil berkas perpajakan produk Kantor Pajak Bogor. Selain itu, turut disita 2 bundel berkas perpajakan.
"Berkas-berkas ini didapat berdasarkan petunjuk dua saksi pemeriksa pajak (dari Kantor Pajak Bogor), M dan Ar,"kata Ricky. M diduga adalah pemeriksa pajak Mirah dan Ar diduga adalah pemeriksa pajak Aro PA yang sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan beberapa hari lalu.
Ricky juga menjelaskan, penggeladahan dilakukan mulai Rabu petang pukul 15.00 hingga lewat pukul 20.00 WIB. Penggeledahan dilakukan di empat ruangan Kantor Pajak, termasuk ruangan Anggrah.
"Penggeledahan ini sudah disetujui Pengadilan Negeri Bogor yang mengeluarkan surat Penetapan Penggeledahan,"katanya. Penetapan Penggeladahan untuk tersangka Anggrah dari PN Bogor tersebut bernomor 74./Pen.Pid/2012/Ijin Geledah/PN.BGR.
Penggeledahan dan penyitaan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus suap Kepala Kantor Pajak Pratama Anggrah Suryo oleh pejabat PT Gunung Emas Endang Dyah Lestari. Anggrah dan Endang tertangkap tangan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi usai melakukan serah terima duit suap Rp 300 juta pada Jum''at pagi 14 Juli 2012 di kawasan kompleks Legenda Wisata dan Kota Wisata, Cibubur, Bogor.
Komisi Antikorupsi lalu melimpahkan kasus suap ini ke Kejati Jawa Barat. Anggrah dan Endangpun kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di penjara terpisah di Bandung. Dari informasi dihimpun, Kejaksaan sejauh ini sudah memeriksa 10 saksi, termasuk sopir Endang, petugas KPK, pemeriksa pajak dari Kantor Pajak Bogor, serta pejabat PT Gunung Emas.
ERICK P. HARDI
Berita Terpopuler






Orignal From: Dini Hari, Jaksa Sita Berkas Kantor Pajak Bogor

Saturday, July 14, 2012

Petugas KPK Kejar-kejaran dengan Petugas Pajak






, Jakarta - Aksi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi saat berupaya menyergap Kepala Kantor Pajak Bogor, Anggrah Suryo, dan pejabat PT Gunung Emas Abadi, Endang Dyah, ternyata diwarnai kejar-kejaran seperti di film.

Siang itu, suara decit tiga mobil memecah suasana siang yang sepi di depan Rumah Makan Padang Sederhana di kawasan Ruko Little China Blok JD Nomor 06 Perumahan Legenda Wisata, Bogor, Jumat lalu. Kijang Innova berwarna hitam yang baru saja terparkir di rumah makan itu langsung tancap gas. Disusul mobil Nissan X-Trail. Kedua mobil itu mengejar Toyota Avanza berwarna silver yang sudah melesat duluan.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, informasi adanya transaksi suap senilai Rp 300 juta itu diterima KPK pada sekitar pukul 08.00 WIB. Tim langsung diterjunkan ke tempat transaksi di kawasan Legenda Wisata, Cibubur.

Yani, penjaga rumah makan, tak menyadari bahwa penyidik KPK saat itu tengah mengintai Anggrah dan Endang. Padahal, dia menuturkan, ketiga penyidik KPK itu baru saja selesai makan. "Mereka pesan pecel ayam dan mi ayam," kata Yani saat ditemui kemarin.


Aksi kejar-kejaran ketiga mobil itu berlangsung cukup lama. Keluar dari Perumahan Legenda Wisata, Anggrah dan Endang mencoba mengecoh penyidik KPK dengan masuk ke perumahan elite Kota Wisata. Ahmad Daud, penjaga perumahan, mengaku mendengar aksi kejar-kejaran itu dari temannya yang sedang bertugas saat kejadian. Menurut penuturan rekannya, tiga kendaraan itu melewati pos jaga keamanan dengan kecepatan tinggi. "Kayak kejar-kejaran di film. Tapi kami pun tidak tahu ada kejadian apa?" ujarnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, Anggrah masuk ke Perumahan Kota Wisata dari Jalan Alternatif Cibubur. Anggrah terus melaju kendaraannya melewati dua bundaran, yakni pos keamanan Kota Wisata dan kantor pemasaran. Anggrah lalu belok ke kiri di bundaran ketiga, di kawasan Sentra Eropa. Sekitar 300 meter dari bundaran itu, mobil yang dikendarai Anggrah kembali belok kiri di jalur Cluster Paris. Di tempat itulah KPK berhasil melumpuhkannya.


Ismadi, petugas di Cluster Paris, Kota Wisata, menuturkan, dari kejauhan, dia melihat mobil Avanza silver dipaksa berhenti setelah disalip Nissan X-Trail, dan dihadang kendaraan dari arah berlawanan. "Saya lihat mobil sudah posisi melintang," ucapnya.


KPK rupanya tak memberitahukan operasi tangkap tangan itu kepada pihak keamanan perumahan. Karena itulah, pihak keamanan perumahan pun tak mencegat kendaraan saat keluar gerbang. Namun Daud mafhum. "Mereka enggak mau operasinya bocor," tuturnya.

FEBRIYAN | ILHAM TIRTA | SUKMA


Bagaimana Cara Naik Taksi Mewah ini

Tebak Juara Babak Kedua Jokowi vs Foke

Anak Sylvester Stallone Tewas Over Dosis

Foke Dekati Ustad Hilmi dari PKS

Taksi Mewah Jajaki Jakarta





Orignal From: Petugas KPK Kejar-kejaran dengan Petugas Pajak

Tuesday, July 10, 2012

KPK Periksa Peneken Proyek Al-Quran  






, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi diam-diam memeriksa pejabat pembuat komitmen proyek pengadaan Al-Quran Kementerian Agama 2010-2011, Aswanto, hari ini. Aswanto diperiksa selama 12 jam di lembaga antikorupsi itu.

"Saya ditanyai tentang kewenangan saya sebagai ketua PPK," kata Aswanto seusai menjalani pemeriksaan, Selasa malam, 10 Juli 2012.

Aswanto menjelaskan kepada penyidik bahwa tugasnya selaku PPK hanya menghitung jumlah pengadaan Al-Quran. Menurut dia, jumlah pengadaan sudah sesuai yang disyaratkan dalam kontrak pengadaan. "Tidak ada masalah," kata dia.

Namun, Aswanto membantah mengetahui adanya praktik korupsi dalam proyek tersebut. Begitu pula dengan siapa yang memenangkan tender pengadaan kitab suci itu. "Saya tidak tahu soal itu," ucapnya sambil melambaikan tangan.

Kasus ini menjerat anggota Komisi Agama sekaligus Badan Anggaran DPR, Zulkarnaen Djabar, serta putra sulungnya yang juga Direktur Utama PT Sinergi Alam Indonesia, Dendy Prasetya, sebagai tersangka. Keduanya diduga menerima suap Rp 4 miliar dalam dua proyek Kementerian Agama pada tahun anggaran 2011 itu.

PT Sinergi yang dipimpin Dendy adalah perusahaan yang memenangi tender pengadaan Al-Quran sekitar Rp 20 miliar dan proyek alat laboratorium madrasah tsanawiyah Rp 30 miliar.

Aswanto diperiksa sejak pukul 09.00 dan meninggalkan lembaga antikorupsi itu sekitar pukul 21.40. Mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang, Aswanto tampak lesu seusai pemeriksaan. "Saya lupa berapa pertanyaan yang diajukan. Mungkin 30-an," ucapnya sembari bergegas meninggalkan KPK.

TRI SUHARMAN





Orignal From: KPK Periksa Peneken Proyek Al-Quran  

Monday, July 9, 2012

BRI Perkenalkan Situs Banggaberindonesia


JAKARTA, - Cari informasi soal aktivitas corporate social responsibility (CSR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk? Mudah. Kunjungi saja www.banggaberindonesia.com ! Ya, setelah lama tidak punya rumah sendiri, informasi CSR BRI saat ini sudah bisa dinikmati di situs ini.

Alhamdulillah, CSR BRI sudah punya situs sendiri. Supaya masyarakat lebih mudah mengakses CSR BRI, ujar Direktur Utama BRI Sofyan Basir dalam siaran pers, Senin (9/7/2012). Dikatakan Sofyan, BRI kali ini, mengambil semacam tagline atau tema besar Bangga Berindonesia. Alamat domainnya juga kami sesuaikan dengan tema besar ini, pungkas Sofyan.Berindonesia merupakan gerakan berbagi dengan bangga kepada masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Sebagai langkah awal situs CSR BRI ini dilengkapi oleh empat kanal utama yakni Beranda, Program, Galeri, dan Tentang Kami. Untuk kanal program kami cantumkan sembilan program CSR utama BRI yakni Bencana Alam, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Olahraga, Pemberdayaan Ekonomi, Pendidikan, Sarana Ibadah, Sarana Umum, Rumah Ibadah, d an SeniBudaya, papar Sofyan.

Diungkapkan Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhamad Ali, per Maret 2012, BRI telah menyalurkan dana CSR sebesar Rp 55 miliar. Dana sebesar itu terdiri dari realisasi Bina Lingkungan di bidang pembangunan sarana umum sebesar Rp 3 miliar, bantuan bencana alam sebesar Rp150 juta, pendidikan Rp 20 miliar, bidang kesehatan Rp26 miliar, pembangunan sarana ibadah Rp28 miliar, dan bidang pelestarian lingkungan Rp 3 miliar.

Tercatat hingga saat ini lebih dari 6.000 visitors dari 65 negara telah berkunjung dan belajar di Bank BRI, dengan latar belakang sebagai praktisi micro finance, akademisi, perwakilan pemerintah, pejabat bank sentral dan praktisi perbankan. 
Oleh karenanya, wajarlah apabila Bank BRI merupakan bagian dari kebanggaan bangsa ini. Sebagai bank yang merupakan bagian dari kemajuan bangsa Indonesia, Bank BRI tidak lupa perannya dalam berbagi dengan masyarakatmelalui program CSR BRI Peduli.    

  <!--Baca Juga Lipsus Asuransi 2011 Kompas.com -->








































Orignal From: BRI Perkenalkan Situs Banggaberindonesia

Friday, July 6, 2012

Divonis Setahun Lalu,Bos Rekanan PT KA Baru di Bui  






, Bandung - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menjebloskan bekas  bos PT Optimal Kharya Capital Management, Antonius TP Siahaan ke penjara Kebonwaru, Jum''at petang 6 Juli 2012. Penahanan ini adalah eksekusi putusan Majelis Hakim kasasi Mahkamah Agung setahun lalu atas terpidana kasus suap Rp 100 juta terhadap para pejabat PT Kereta Api Indonesia itu.

Putusan kasasi Mahkamah mengukuhkan vonis 1 tahun penjara atas Antonius yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Bandung pada 2010.

Menurut juru bicara Kejaksaan Atang Bawono,  vonis untuk Antonius dijatuhkan Majelis Kasasi pada 26 Mei 2011 dengan nomor 69K/Pid.Sus/2011. Namun Kejaksaan baru menerima salinan putusan kasasi tersebut melalui Pengadilan Negeri pada 26 Juni 2012.

Atang enggan menjelaskan kenada eksekusi baru dilakukan hari ini. "Yang jelas, kami diberitahu Pengadilan Negeri Bandung 26 Juni 2012 dan eksekusinya dilaksanakan Tim Eksekutor Kejati hari ini,"ujar Atang di kantornya, Jum''at petang 6 Juli 2012.

Atang mengatakan, jaksa eksekutor Jurist Sitepu dan Ricki menjemput Antonius di Mabes Polri sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Bekas Direktur Utama PT Optima itu ada di Mabes Polri karena terjerat kasus lain. Dari Mabes Polri, Antonius lalu digelandang ke Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Bandung.

Antonius divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung pada Juni 2010. Dia dinyatakan terbukti bersalah menyogok beberapa pejabat PT Kereta untuk memuluskan program kerja sama investasi senilai Rp 100 miliar antara PT Optima dengan PT Kereta yang belakangan bermasalah. Atas vonis pengadilan tingkat pertama tersbeut, Antonius mengajukan banding.

Beberapa bulan kemudian, Pengadilan Tinggi Bandung mengabulkan upaya hukum banding tersebut dengan menjatuhkan vonis bebas terhadap Antonius. Tak terima, jaksa penuntut membalas dengan upaya kasasi atas vonis bebas Antonius tersebut ke Mahkamah Agung. Hasilnya, Mahkamah mengabulkan kasasi jaksa dengan mengukuhkan vonis 1 tahun penjara untuk Antonius.

ERICK P. HARDI





Orignal From: Divonis Setahun Lalu,Bos Rekanan PT KA Baru di Bui  

Monday, July 2, 2012

Ritual Pernikahan Ibas-Aliya, Ini Urutan Acaranya  






TEMPO.CO, Jakarta - Ritual pernikahan akbar antara putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dengan putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Siti Ruby Aliya Rajasa, akan berlangsung serentak di tempat berbeda.

Hari ini, Selasa, 22 November 2011, akan berlangsung acara siraman, midodareni alias pesta lajang, dan berpacar.

Acara pertama adalah siraman. Sebelum siraman, kedua keluarga ini akan menggelar pengajian di rumah masing-masing. Ibas akan memulai ritual di Cikeas, Bogor, pukul 10.00 WIB. Adapun Aliya pukul 09.30 di rumahnya, di Fatmawati Golf Mansion. Setelah itu, ritual siraman pun dimulai.

Tepat pukul 11.00 WIB, Aliya dan Ibas akan menjalani sungkeman. Seluruh ritual itu akan berlangsung dalam adat Jawa dan dipimpin tim dari perias kondang, Tienuk Riefki.

Sedikit berbeda dengan di rumah Hatta, sebelum acara siraman, Presiden SBY akan memasang bleketepe di depan rumahnya di Cikeas, terlebih dulu. Adapun Hatta baru akan memasang setelah acara siraman selesai.

Bleketepe berupa anyaman daun kelapa hijau. Menurut Tienuk Riefki, biasanya pemasangan dilakukan bersamaan dengan tarub dan hiasan janur kuning. "Itu simbol orang Jawa yang akan menggelar hajatan," kata Tienuk dalam percakapan dengan Tempo belum lama ini.

Selain bleketepe, Presiden SBY juga akan memasang seikat padi sebagai lambang kemakmuran dan membuka kain penutup dua pohon pisang. Di pintu masuk rumah di Cikeas, bakal ada pohon pisang raja di bagian kiri dan kanan.

Sebelum acara siraman dimulai, kedua pohon pisang itu masih ditutup kain. Namun, saat mau memulai acara siraman, keluarga akan membukanya.

Acara siraman Aliya lebih dulu digelar. Setelah sungkeman, digelar pemotongan rambut sebagai simbol. Baru kemudian acara siraman berlangsung. Seluruh keluarga dari orang tua hingga keluarga yang dituakan akan ikut.

Air dari  tujuh sumber serta bunga melati akan mewarnai air yang dipakai mandi kedua mempelai. Setelah itu, calon pengantin perempuan akan dipondong masuk. Seluruh prosesi di rumah Hatta diperkirakan selesai pukul 12.00 WIB. Baru kemudian Hatta akan memasang bleketepe sekitar pukul 14.30 WIB.

Adapun siraman Ibas akan berlangsung setelah acara siraman Aliya, yaitu sekitar pukul 14.30 sampai dengan 15.00 WIB.

Pada malam harinya, keluarga Presiden SBY akan bertandang ke rumah Hatta untuk mengikuti acara midodareni. Acara akan berlangsung pukul 19.00 WIB.

Sementara akad nikah rencananya dilakukan di Istana Cipanas, Cianjur, pada Kamis, 24 November 2011 pukul 10.00 WIB. Diperkirakan seribu tamu akan menghadiri acara sakral itu. Tamu undangan di antaranya terdiri dari pihak keluarga, teman kedua mempelai, pejabat negara, dan duta besar negara-negara sahabat.

Selanjutnya, pada Sabtu, 26 November akan dilakukan resepsi perkawinan. Rencananya akan digelar di Jakarta Convention Centre pada pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WIB. Pada resepsi ini akan dihadiri 3.500 undangan.

WDA | DIANING SARI | MUNAWWAROH





Orignal From: Ritual Pernikahan Ibas-Aliya, Ini Urutan Acaranya