Showing posts with label Wartawan. Show all posts
Showing posts with label Wartawan. Show all posts

Tuesday, September 18, 2012

INNOCENCE OF MUSLIMS: Keluarga Pembuat Film Bergabung di Persembunyian

Kediaman keluarga Nakoula Basseley Nakoula di Carritos, California, dikerumuwi wartawan seusai penyerahan dirinya akhir pekan kemarin. (Reuters)

CALIFORNIA Para anggota keluarga pembuat film Innocence Muslim, meninggalkan rumah mereka, Senin (17/9/2012) waktu setempat, untuk bergabung dengan Nakoula Basseley Nakoula di persembunyian.

Tindakan itu dilakukan menyusul meluasnya protes terhadap film kontroversial tersebut, bahkan hingga kini telah jatuh korban tewas setidaknya 21 orang. Sejak diminta keterangannya oleh petugas federal pada Jumat (14/9/2012) larut malam waktu setempat, Nakoula belum kembali ke rumah di Cerritos, California.

Sesaat sebelum pukul 04.00 pagi waktu setempat, petugas dari kantor Sheriff Los Angeles mengawal para anggota keluarga Nakoula, yang masing-masing wajah mereka ditutupi. Mereka langsung masuk ke kendaraan polisi dan dibawa ke tempat yang dirahasiakan, untuk bergabung dengan Nakoula.

"Mereka memutuskan akan lebih aman berada di tempat mereka bisa bergerak dan hidup normal," kata Steve Whitmore, juru bicara kantor Sheriff seperti dilansir yahoonews dari ABC News, Selasa (18/9/2012).

Menurut Whitmore, keberadaan mereka sangat dirahasiakan dan mereka tidak akan pernah kembali ke rumah mereka di Cerritos. "Namun keputusan itu sepenuhnya terserah keluarga," imbuhnya.

Film Innocence of Muslims yang diunggah di internet telah memicu kekerasan anti-Amerika protes di seluruh dunia Muslim.

Nakoula, 55, akhir pekan lalu mengakui perannya dalam pembuatan film tersebut dan telah meminta bantuan dari penegak hukum saat menghadapi ancaman pembunuhan yang diterimanya sejak film itu dirilis. Seperti dikutip pihak berwenang, Nakoula mengaku takut mati dan mengkhawatirkan keselamatan keluarganya.

Awalnya, Nakoula menggunakan nama samaran Sam Bacile dan mengaku sebagai YahudiIsraelkepada wartawan. Saat itu Nakoula mengaku filmnya itu menelan biaya sekitar US$ 5 juta yang berasal dari teman-teman Yahudi yang kaya.

Kemudian terungkap, Nakoula sebenarnya adalah seorang keturunan Mesir-Amerika penganut Kristen Koptik. Film itu dibuatnya bersama putranya, Abanob Basseley, 21, selama sekitar 12 hari dan menelan dana pribadi antara US$50.000-US$60.000.

Niken Ari Purwanti 18 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/18/innocence-of-muslims-keluarga-pembuat-film-bergabung-di-persembunyian-330195
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Sunday, September 16, 2012

Seorang Petugas Damkar Pasar Turi Terluka

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang petugas pemadam kebakaran dari Divisi Tambahrejo, Surabaya, terluka saat berusaha memadamkan api yang meludeskan tiga lantai bangunan Pasar Turi Lama Surabaya.

Koresponden Antara di lokasi kejadian, Senin (17/9/2012) dini hari, melaporkan petugas pemadam kebakaran yang dilarikan ke rumah sakit itu mengalami luka akibat terjatuh saat berusaha memadamkan api.

Sejak Minggu (16/9/2012) pukul 22.00 WIB hingga Senin pukul 01.00 WIB, api yang menghanguskan seluruh bangunan di pasar tradisional itu belum dapat dipadamkan.

Namun, petugas pemadam kebakaran tampaknya tidak hanya menggunakan air untuk memadamkan api, tapi petugas juga "menyiram" api dengan pasir yang ada di dekat lokasi kejadian.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan stafnya di lokasi kejadian tampak sibuk membantu penanganan kebakaran, bahkan beberapa kali Risma terlihat memberikan instruksi kepada petugas pemadam kebakaran.

Kesibukan itu membuat Risma tidak mau melayani wawancara wartawan tentang apa yang terjadi. "Jangan saya, tanyakan Bu Risma saja," kata staf Pemkot Surabaya, Supomo.

Di tengah-tengah kebakaran itu, sejumlah pedagang juga tampak berusaha menyelamatkan barang-barangnya yang masih tersisa.

"Saya tidak tahu kalau ada kebakaran, tapi sejumlah pelanggan dan tetangga memberitahu, lalu saya ke sini (Pasar Turi), ternyata kios saya di lantai satu sudah ludes," kata seorang pedagang Pasar Turi Lama, Jumain.

Secara terpisah, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang melanda Pasar Turi Lama Surabaya itu.

"Kami belum bisa memastikan karena belum ada penyelidikan. Nanti kalau sudah padam, baru petugas mencari penyebabnya," ujarnya di lokasi kejadian.

Ratusan personel dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Bubutan dikerahkan untuk mengamankan lokasi kejadian.

17 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/17/05264887/Seorang.Petugas.Damkar.Pasar.Turi.Terluka
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

NARKOBA: Mafia Ekstasi Belanda, Jerry Jabat Ketua RW & Aktif di Partai

Penyitaan Ribuan Ekstasi. (DetikNews)

SURABAYA – Penangkapan Jeri alias Azhar Abram, dalam kasus mafia besar ekstasi Belanda mengejutkan warga Perumahan Puri Maharani di Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Azhar Abram dikenal sebagai seorang tokoh masyarakat di kompleks tersebut.

Selain menjabat ketua RW, Azhar yang ditangkap tim gabungan Mabes Polri dan Polda Jatim tersebut juga aktif di parpol. "Saya enggak tahu pasti. Cuma, warga kompleks perumahan sudah mengenalnya cukup lama sebagai ketua Partai Gerindra wilayah Kecamatan Sukodono," kata Sumarno, Ketua RT 05 di kompleks Perumahan Puri Maharani, kepada sejumlah wartawan, Minggu (16/9/2012).

Dalam penelusuran detiksurabaya.com, Minggu, di depan rumah Azhar yang juga dipakai sebagai toko terdapat papan nama PAC Partai Gerindra. "Saya awalnya tidak percaya, kalau beliau (Azhar) ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Setelah saya lihat sendiri di televisi ternyata benar," ujar Sumarno

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Sidoarjo HM Rifa'I, mengaku jika salah seorang kadernya yang bernama Azhar masih aktif di Partai Gerindra. "Memang benar dulu Azhar itu sebagai Ketua PAC wilayah Kecamatan Sukodono. Tapi, sekarang sudah tidak lagi sebagai ketua PAC, berdasarkan SK yang baru," ujar Rifa'i saat dihubungi detiksurabaya.com secara terpisah.

Tidak menjabatnya Azhar sebagai ketua PAC Gerindra, lanjut Rifa'i, sudah sejak 5 September 2012.

Polisi mengungkap mafia ekstasi Belanda, menyusul penyitaan sekitar 300.000 ekstasi. Sebanyak tiga orang, Syahril, Jery alias Azhar Abram dan A Liong, ditangkap dari tiga lokasi, yakni Pelabuhan Merak, Stasiun Gambir dan Surabaya. Diduga kelompok ini bagian dari mafia narkoba di Indonesia.

Rini Yustiningsih 16 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/16/mafia-ekstasi-belanda-jerry-jabat-ketua-rw-aktif-di-partai-329437
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Saturday, September 15, 2012

Polisi Bekuk Pencuri Motor Lintas Kabupaten

shutterstock Ilustrasi.

PAREPARE, KOMPAS.com - Jajaran Polres Parepare berhasil menangkap pelaku pencurian kendaran bermotor, yang akhir-akhir ini meresahkan sejumlah pemilik kendaraan, utamanya kendaraan roda dua. Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Emile R Hartanto, kepada sejumlah wartawan Sabtu (15/9/2012) di kantor Mapolreta Parepare, mengatakan, pihaknya telah menangkap pelaku Curanmor atas nama Awal (22).

"Awal tersangka pelaku pencurian becak motor (bentor) dan beberapa kendaraan roda dua lainnya. Awal adalah pencuri lintas kabupaten. Ia kita tangkap di rumahnya di jalan Adikyasa, Pangkajenne, Kabupaten Sidrap," ungkapnya.

Polisi menyita barang bukti satu unit motor Yamaha Mio. "Korban memarkir motor di rumahnya di jalan Ketilang, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, dalam keadaan terkunci, modus merusak kunci dengan menggunakan kunci bentuk T, saat motor terparkir di rumah korban dengan pagar yang tidak dikunci," Jelas Emile.

Kata Emile, atas laporan korban atas nama Angraini (20), seorang mahasiswa alamat Jalan Kebun Sayur nomor 28, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang yang kehilangan motornya, polisi langsung melakukan pencarian.

"Sementara ini, anggota masih dalam pengejaran empat barang bukti lainnya, yang diduga masih hasil kejahatan Awal," kata Emile.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

16 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/15/23514944/Polisi.Bekuk.Pencuri.Motor.Lintas.Kabupaten.
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

BI: Kuartal Dua, Transaksi Berjalan Catat Defisit 3,1%

BANDUNG - Bank Indonesia (BI) menyatakan pada triwulan II 2012 neraca pembayaran Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan melebar mencapai 3,1 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Defisit transaksi berjalan menjadi 3,1 persen dikarenakan kinerja ekspor yang menurun di saat permintaan impor meningkat pesat," kata Kepala Biro Humas Bank Indonesia, Difi Johansyah, saat Workshop Wartawan di hotel Putri Gunung, Bandung, Sabtu (15/9/2012).

Difi menambahkan walaupun transaksi modal dan finansial mengalami kenaikan surplus yang signifikan. Namun jumlahnya tidak cukup untuk menutupi defisit transaksi berjalan sehingga secara keseluruhan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit.

Meskipun begitu, Difi menyebut pada kuartal III dan IV, BI memprediksikan defisit transaksi berjalan akan turun sebesar dua persen dari PDB dan NPI.

"Neraca perdagangan tidak terus menerus memburuk dan kita memperkirakan akan menurun ke sekira dua persen dan keseluruhan nantinya akan kembali mencatat surplus," tambah Difi.

Perkiraan ini didasarkan pada ekspektasi bahwa kondisi perekonomian global dan harga komoditas global akan membaik di paruh kedua 2012. (gna) (rhs)

15 Sep, 2012


-
Source: http://economy.okezone.com/read/2012/09/15/20/690362/bi-kuartal-dua-transaksi-berjalan-catat-defisit-3-1
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Friday, September 14, 2012

RUU KAMNAS Ancam Kebebasan Pers

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Antara)

JAKARTA — Rancangan Undang-undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) tidak saja berpotensi mengancam demokrasi, namun juga akan membelenggu kebebasan pers yang sudah berlangsung sejak 14 tahun terakhir.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan potensi ancaman tersebut setidaknya terlihat dari 2 pasal dalam RUU itu. Menurutnya, kedua pasal tersebut, yakni Pasal 17 dan Pasal 54, sangat multitafsir. "Dari kedua pasal itu sangat membuka celah kebijakan represif yang akan dijalankan negara ini kepada rakyatnya, termasuk memberangus demokrasi dan kebebasan pers," ujarnya, Jumat (14/9/2012). Menurutnya, dengan pasal karet itu, aparat keamanan bisa punya dalih demi menegakkan keamanan nasional yang sedang terancam.

Dari 57 pasal yang ada di dalam RUU Kamnas yang tengah dibahas di DPR itu, ujarnya, ternyata masih banyak pasal karet lainnya yang dapat digunakan melakukan tindakan represif negara terhadap rakyat. Pasal 17 menyebutkan ancaman keamanan nasional di segala aspek kehidupan dikelompokkan ke dalam ancaman militer, ancaman bersenjata dan ancaman tidak bersenjata. Dengan kalimat utama "ancaman keamanan nasional di segala aspek kehidupan" tersebut jelas yang dimaksud adalah siapa saja dapat dinilai sebagai ancaman keamanan nasional, terlepas dia bersenjata maupun tidak, ujarnya.

"Ancaman keamanan nasional tanpa definisi yang jelas dan batasan yang tegas saja sudah berbahaya. Ditambah lagi kata siapa saja yang artinya bisa wartawan, mahasiswa, aktifis LSM, dan politisi," ujar Ray.

Ketua Pansus RUU Kamnas di DPR, Agus Gumiwang Kartasasmita pun mengakui pembahasan RUU itu akan berjalan alot. Untuk itu Pansus telah menggelar rapat internal untuk menyusun jadwal dan program kegiatan untuk membahas RUU Kamnas dalam masa persidangan bulan ini.

"Jadi jangan bayangkan pembahasan RUU ini akan berjalan cepat karena banyak hal yang harus dilakukan. Termasuk perlu kajian akademik yang mendalam," ujarnya. Untuk tahap awal, pihaknya akan mengundang Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk mewakili pemerintah bersma Menkumham dan Mendagri. Dia menyebutkan rapat perdana dengan pemerintah membahas RUU Kamnas akan digelar pekan depan.

Agus yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR juga mengatakan Pansus RUU Kamnas dipastikan mengundang seluruh pihak terkait seperti pakar, ahli di bidang Kamnas dan LSM. Begitu juga dengan tokoh masyarakat, termasuk dari kalangan akademisi dan beberapa perguruan tinggi untuk memperoleh masukan-masukan, ujarnya.

Ahmad Mufid Aryono 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/14/ruu-kamnas-ancam-kebebasan-pers-328911
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tebang Pohon Tanpa Izin Berakhir di Bui

ilustrasi

BOYOLALI--Sugiyo, 65, warga Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib. Yang bersangkutan ditangkap polisi lantaran dilaporkan telah menebang kayu jati milik PT Perhutani di wilayah Resort Pemangku Hutan (RPH) Bogor BKBH Guwo KPH Telawa, tanpa izin.

Kapolres Boyolali, AKBP Budi Haryanto, melalui Kasubbag Humas, AKP Margono, mengemukakan penangkapan tersangka berawal dari laporan dari petugas RPH Bogor BKBH Guwo KPH Telawa yang saat tengah berpatroli, Selasa (11/9/2012), sekitar pukul 06.30 WIB, memergoki tersangka telah menebang pohon jati di kawasan hutan itu. Diduga, untuk menyamarkan bekas tebangan, pohon yang sudah ditebang digeser oleh tersangka sejauh 3 meter (m) dari lokasi semula. Petugas pun segera mengamankan pelaku dan menginterogasinya.

"Dari interogasi tersebut, tersangka mengakui telah menebang pohon itu tanpa izin karena tidak memiliki surat-surat resmi. Pohon yang ditebang saat itu ada dua batang pohon jati," terang Margono ketika ditemui wartawan di Mapolres Boyolali, Jumat (14/9/2012).
Dari pengakuan tersangka, satu batang pohon jati sudah dibawa pulang ke rumah, sementara satu batang masih tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

Tersangka berikut barang bukti sebuah gergaji dan dua batang kayu jati kemudian diserahkan ke Mapolres Boyolali untuk penyidikan lebih lanjut. Sedangkan modus yang digunakan tersangka yakni menebang kayu jati hasil hutan, kemudian membawa dengan tidak disertai surat keterangan sahnya hasil hutan.

Margono menyatakan hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut. Tersangka pun dijerat dengan Pasal 50 ayat (3) huruf e dan f Jo Pasal 78 ayat (7) Undang-undang (UU) No 41/1999 tentang Kehutanan.

Ahmad Mufid Aryono 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/14/tebang-pohon-tanpa-izin-berakhir-di-bui-328922
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

PENEBANGAN ILEGAL: Tebang Tanpa Izin, Warga Wonosegoro Dibui

Ilustrasi pencurian kayu di Boyolali. (JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas)

BOYOLALI--Sugiyo, 65, warga Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, harus berurusan dengan pihak berwajib. Yang bersangkutan ditangkap polisi lantaran dilaporkan telah menebang kayu jati milik PT Perhutani di wilayah Resort Pemangku Hutan (RPH) Bogor BKBH Guwo KPH Telawa, tanpa izin.

Kapolres Boyolali, AKBP Budi Haryanto, melalui Kasubbag Humas, AKP Margono, mengemukakan penangkapan tersangka berawal dari laporan dari petugas RPH Bogor BKBH Guwo KPH Telawa yang saat tengah berpatroli, Selasa (11/9/2012), sekitar pukul 06.30 WIB, memergoki tersangka telah menebang pohon jati di kawasan hutan itu.

Diduga, untuk menyamarkan bekas tebangan, pohon yang sudah ditebang digeser oleh tersangka sejauh 3 meter (m) dari lokasi semula. Petugas pun segera mengamankan pelaku dan menginterogasinya.

"Dari interogasi tersebut, tersangka mengakui telah menebang pohon itu tanpa izin karena tidak memiliki surat-surat resmi. Pohon yang ditebang saat itu ada dua batang pohon jati," terang Margono ketika ditemui wartawan di Mapolres Boyolali, Jumat (14/9/2012).

Dari pengakuan tersangka, satu batang pohon jati sudah dibawa pulang ke rumah, sementara satu batang masih tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

Tersangka berikut barang bukti sebuah gergaji dan dua batang kayu jati kemudian diserahkan ke Mapolres Boyolali untuk penyidikan lebih lanjut. Sedangkan modus yang digunakan tersangka yakni menebang kayu jati hasil hutan, kemudian membawa dengan tidak disertai surat keterangan sahnya hasil hutan.

Margono menyatakan hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut. Tersangka pun dijerat dengan Pasal 50 ayat (3) huruf e dan f Jo Pasal 78 ayat (7) Undang-undang (UU) No 41/1999 tentang Kehutanan.

Ahmad Mufid Aryono 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/14/penebangan-ilegal-tebang-tanpa-izin-warga-wonosegoro-dibui-328819
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

HOTEL MALIYAWAN: Aset Hotel Belum Diserahkan Walikota ke PD Citra Mandiri

Hotel Maliyawan (JIBI/SOLOPOS/Ayu Prawitasari)

SOLO–Anggota panitia khusus (Pansus) Persetujuan Pelepasan Aset Maliyawan, Hartati, membantah jika bangunan sudah diserahkan oleh Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), ke perusahaan daerah (PD) Citra Mandiri Jawa Tengah pada 10 Juni 2011. Hal itu disampaikannya berdasarkan temuan data di Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKA) Solo.

"Tanggal 10 Juni 2011 bukan penyerahan aset Maliyawan ke provinsi melainkan Jokowi hanya mengajukan surat izin memasukkan Maliyawan ke neraca aset pemkot. Data-data ada di DPPKA," katanya kepada wartawan, Jumat (14/9/2012), di DPRD Solo.

Dijelaskannya, pada 10 Juni 2011 tidak ada penyerahan aset Maliyawan, melainkan hanya penyerahan surat persetujuan penilaian aset untuk dimasukkan dalam neraca aset pemkot. Sehingga, terhitung mulai 10 Juni tersebut hingga saat ini aset Maliyawan masih milik pemkot. "Belum ada persetujuan pelepasan. Saya pikir kemarin terjadi salah paham," ungkap politisi dari PDIP tersebut.

Ditambahkannya, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17/2007 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah menyatakan jika semua aset pemkot harus terdata dan masuk neraca aset. Bangunan Maliyawan, lanjutnya, belum masuk neraca aset sejak 1960 hingga 2007, padahal APBD tetap menganggarkan operasional Maliyawan.

Alhasil, pada 10 Juni 2011 pemkot memasukkan aset bangunan Maliyawan ke neraca. "Akhirnya, pemkot memasukkan ke neraca aset. Hal itu dilakukan untuk mengamankan aset tersebut," tambahnya.

Karena aset Maliyawan dinilai tidak produktif, jelasnya, pemkot berniat melepas aset tersebut. Guna melepas aset tersebut, pemkot mengajukan permit ke dewan.

Lebih lanjut, Hartati mengatakan pansus hanya melakukan pembahasan terkait bangunan yang ada di Maliyawan.

"Hotel Maliyawan masih jadi aset pemkot. Belum ada ganti rugi sesuai apprasial Rp493 juta. Yang disampaikan Pak Jokowi dan Pak Rudi [Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo] memang benar terkait Maliyawan," ungkapnya.

Sebelumnya, salah satu anggota pansus persetujuan pelepasan aset Maliyawan, Reny Widyawati, mengatakan Jokowi sudah menyerahkan aset Maliyawan ke PD Citra Mandiri Jawa Tengah pada 10 Juni. Hal itu disampaikannya berdasarkan informasi yang didapatkan pansus saat menanyakan status Maliyawan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karanganyar.

Ahmad Mufid Aryono 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/14/hotel-maliyawan-aset-hotel-belum-diserahkan-walikota-ke-pd-citra-mandiri-328907
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Solo Buka Jaringan Promosi dengan VITO

ilustrasi (Dwi Prasetya/Espos)

SOLO—Kalangan penggiat pariwisata Kota Solo bakal membuka jaringan promosi pariwisata dengan Visit Indonesia Tourism Office (VITO) yang ada di Malaysia dan Singapura.

PT Taman Wisata Candi (TWC) menyatakan siap memfasilitasi Solo untuk membuka link dengan VITO yang ada di dua negara tersebut. Hal ini disampaikan Deputy General Manager Marketing PT Taman Wisata Candi, Emilia Eny Utari seusai melakukan pertemuan dengan Badan Promosi Pariwisata Indonesia Solo (BPPIS), Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, di Hotel Riyadi Palace, Jumat (14/9/2012).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut kerja sama pelaku pariwisata Solo dengan PT TWC beberapa waktu lalu. Dimana pada saat itu, PT TWC memang akan membantu Solo untuk membuka jaringan promosi yang lebih luas.

"Salah satu sasaran kami adalah pasar Singapura. Kami mencoba garap Solo karena Solo mempunyai banyak potensi wisata yang sesuai dengan minat pasar Singapura," kata Emilia, saat ditemui wartawan seusai pertemuan tersebut.

Ketua Asita Solo, Suharto menyampaikan pertemuan kali kedua Asita dan BPPIS dengan PT TWC ini telah merubah cara pandang mengenai pola pemasaran pariwisata Solo. Ke depan, kata dia, Solo akan mengurangi cara berpromosi dengan direct selling kepada calon pelanggan. Dua target pasar utama, yaitu Singapura dan Malaysia, akan digarap dengan pola kerjasama B to B. "Misalnya, menghadirkan VITO dan jaringannya ke Solo kemudian mengadakan famtrip  di Solo."

Dia yakin cara ini jauh lebih efektif dari pada harus berbondong-bondong ikut pameran. Dari rencana gathering bersama seluruh kepala sekolah di Singapura saja, dia optimis bisa menarik 2% dari potensi pasar yang ada. "Saya yakin mereka akan tertarik datang ke Solo, karena kementerian pendidikan di Singapura punya program mengenal heritage di luar Singapura."

Ahmad Mufid Aryono 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/14/solo-buka-jaringan-promosi-dengan-vito-328881
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Baleno Versus Panther, Dua Luka

Kecelakaan dua mobil di Boyolali, Jumat (14/9/2012). (Septhia Ryanthie/JIBI/SOLOPOS)

BOYOLALI–Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan Solo-Semarang, tepatnya di barat Terminal Sunggingan Boyolali, Jumat (14/9/2012). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun dua orang terluka dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Jumat, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, melibatkan satu unit truk, mobil Suzuki Baleno berpelat nomor H 7521 GS dan mobil pikep Isuzu Panther berpelat nomor AB 8955 HN.

Peristiwa itu terjadi saat ada truk tronton yang tengah mogok di lokasi kejadian. Suzuki Baleno yang dikemudikan Bahtiar, 42, warga Argomulyo, Gunungpati, Semarang, melaju dari arah barat [Semarang ke Solo]. Saat tiba di lokasi, mendadak dari arah berlawanan muncul truk yang berupaya menyalip truk tronton mogok tersebut.
Lantaran jarak yang terlalu dekat dan tiba-tiba, Bahtiar tidak bisa mengelak dan tak sempat pula membanting setir ke kiri karena saat itu ada kendaraan lain di sisi kiri jalan. Sehingga mobil yang dikemudikan Bahtiar pun terserempet truk tersebut.

Sementara dari arah berlawanan, tepat di depan mobil Bahtiar, Isuzu Panther yang dikemudikan Narno, 27, warga Purwodadi, Grobogan, juga hendak menyalip truk tronton yang mogok tersebut. Tak sempat menghindar lagi, Suzuki Baleno pun kemudian menghantam moncong Isuzu Panther tersebut. Dua mobil yang bertabrakan itu pun langsung ringsek.

Akibat kejadian itu, Bahtiar mengalami luka sobek di kelopak mata kanan. Sementara pengemudi Isuzu Panther, Narno, 27, warga Purwodadi, Grobogan, selamat. Namun, salah satu penumpang yang duduk di bagian depan kiri Isuzu Panther, Ngatmiati, mengalami cedera di bagian bahunya. Sayangnya, pengemudi truk yang menyerempet mobil Bahtiar, langsung melarikan truknya dari lokasi tersebut.

"Harusnya kalau kondisi seperti itu, truk tadi tidak asal menyalip, saya mau banting setir ke kiri juga tidak mungkin karena ada mobil," tutur Bahtiar saat diwawancarai wartawan setelah mendapatkan perawatan di IGD RS Umi Barokah Boyolali, Jumat.

Sementara pengemudi mobil Isuzu Panther, Narno mengaku saat itu dirinya hendak mendahului truk tronton yang mogok di jalan itu.

"Tidak sempat menghindar [mobil Suzuki Baleno], sudah tertabrak," tuturnya.

Sejumlah personel dari Satlantas Polres Boyolali masih melakukan olah TKP dan mengatur arus lalu lintas kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan. Petugas juga mengejar pengemudi truk yang menyerempet mobil Bahtiar tersebut.

Ahmad Mufid Aryono 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/14/baleno-versus-panther-dua-luka-328901
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Simpan Sabu, Istri Oknum Polisi Ditangkap

Simpan Sabu, Istri Oknum Polisi Ditangkap

Jumat, 14 September 2012 | 17:07 WIB

Dibaca:

Sabu Ilustrasi Narkoba

JAMBI, KOMPAS.com - Anggota Satuan Resnarkoba Polres Sarolangun berhasil mengamankan seorang wanita berinisial AD yang juga seorang istri oknum polisi berpangkat brigadir karena diduga menyimpan dan memiliki narkoba.   

Kepada wartawan di Jambi, Jumat (14/9/2012), juru bicara Kepolisian Daerah Jambi AKBP Almansyah mengatakan, AD diamankan di kediamannya yang ada di daerah Pulau Pinang, Kabupaten Sarolangun pada Jumat dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB.

"AD ditangkap dari hasil pengembangan atas kasus narkoba dengan tersangka S yang terlebih dahulu diamankan di Desa Bernai, Kabupaten Sarolangun," ujar Alamansyah.

Dari tangan S, polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket diduga narkoba jenis sabu-sabu senilai Rp 200 ribu. Dari pengembangan itulah, polisi kemudian menangkap AD di rumahnya.

Lebih lanjut Almansyah mengatakan, dari penggeledahan di rumah AD, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang diduga hasil penjualan narkoba sebesar Rp 2,7 juta, dua buah telepon genggam merek Nokia, satu buah "Blackberry" dan plastik diduga bekas sabu-sabu.

Dari hasil penggeledahan itu juga diketahui, AD mencoba menghilangkan barang bukti sabu-sabu dengan cara membuangnya ke kloset kamar mandi.

"Menurut dia (AD, red) upaya membuang barang bukti sabu-sabu itu atas perintah suaminya melalui pesan singkat melalui telepon genggam," kata Almansyah.

Almansyah menambahkan, kini, suami AD, berinisial Brigadir AS ditetapkan statusnya dalam daftar pencarian orang (DPO) dan rencananya akan menjalani sidang komisi kode etik (KKE) kepolisian.

"Saat penggeledahan AS tidak ada di rumah, yang ada hanya istrinya. Tersangka AD dan S serta barang bukti kami amankan di Mapolres Sarolangun guna penyelidikan lebih lanjut," tambah Almansyah.

14 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/14/17072647/Simpan.Sabu..Istri.Oknum.Polisi.Ditangkap
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

10 Bulan Gaji Ditahan, Seorang PNS Ngamuk

shutterstock Ilustrasi uang.

MASOHI, KOMPAS.com - Sial nasib Ridwan Tuarita, salah seorang pegawai negeri sipil di Dinas Perikanan Pemerintah Daerah Maluku Tengah (Malteng). Sudah 10 bulan ini gajinya tidak pernah diberikan karena ditahan pimpinannya. Akibat tidak pernah lagi mendapatkan haknya, Ridwan pun ngamuk di kantornya.

Bersama istri dan anak-anaknya, Ridwan lalu mendatangi kantornya, Jumat (14/9/2012) untuk mempertanyakan dan memprotes masalah yang dialaminya ke kepala Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Ridwan sempat mengamuk saat mendatangi kantornya, ia jengkel karena niatnya untuk mengambil gajinya tidak juga diberikan.

Kepada sejumlah wartawan ia mengatakan, gajinya sudah ditahan sejak Januari 2012 lalu dan hingga kini belum juga diberikan. Menurutnya, penahanan tersebut dilakukan Kadis Perikanan dan Kelautan Jakaria Suneth yang juga pimpinannya sendiri.

"Saya tidak tahu alasan mengapa gaji saya ditahan, ini sudah 10 bulan, keluarga saya butuh makan. Anak-anak saya butuh biaya kuliah, kalau memang ada indikasi penyimpangan kita selesaikan secara baik, bukan tahan gaji saya karena gaji itu hak saya," tegas Ridwan.

Ridwan yang menjabat sebagai ketua penyuluh lapangan di Dinas Perikanan dan dan Keluatan Malteng ini mengaku, selama ini dirinya selalu diperlakukan tidak adil. Menuutnya, kebijakan menahan gaji adalah salah dan tidak patut dilakukan seorang pimpinan terhadap bawahannya.

"Kebijakan seperti ini tidak benar dan tidak manusiawi. Sebagai PNS gaji itu hak saya, oleh karena itu saya berhak menerimanya, kenapa harus ditahan," tandasnya.

Dia mengaku sudah berulang kali meminta gaji di bendahara dinas, namun atas instruksi kepala dinas, gaji Ridwan tidak perna diberikan.

"Saya harap apa yang saya alami ini bisa dimuat di media massa agar orang semua tahu kebijakan kadis yang salah ini," harap Ridwan.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis Perikanan dan Keluatan Jakaria Suneth mengatakan, penahanan gaji Ridwan sebagai bentuk pembinaan kepada yang bersangkutan, karena sebagai pelaksana kegiatan lapangan, Ridwan dinilai tidak menyetor retribusi sesuai target yang ditentukan.

"Gajinya kita tahan sebagai bentuk pembinaan. Masih ada kegiatan di lapangan yang harus ditindaklanjuti, dia sudah kita panggil sebanyak tiga kali, namun dia baru datang hari ini dan buat onar," ungkap Suneth.

Menurut Suneth, gaji Ridwan akan tetap diberikan, tapi sebelum itu yang bersangkutan harus diberi pembinaan terlebih dahulu.

"Gajinya tetap diberikan, besok kita akan memanggil dia guna menyelasaikan masalah tersebut," cetusnya.

14 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/14/17192071/10.Bulan.Gaji.Ditahan..Seorang.PNS.Ngamuk
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Thursday, September 13, 2012

Keraton Kritik Rencana Klewer 4 Lantai

ilustrasi (Espos/Sunaryo Haryo Bayu/dok)

SOLO—Rencana revitalisasi Pasar Klewer yang dibangun empat lantai dianggap melanggar ketinggian dari Sangga Buana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pernyataan itu diungkapkan Pengageng Pariwisata dan Museum 3, KRMH Satryo Hadinagoro, saat ditemui wartawan, di kawasan Keraton, Kamis (13/9/2012).

"Kalau rencana empat lantai ya jelas melebihi ketinggian Sangga Buana. Namun persoalan ini kadang dianggap sudah basi, bahkan ada yang mengatakan klenik," jelas Satriyo.

Satryo menegaskan proses pembangunan beberapa gedung di Kota Solo telah rusak sejak lama. Artinya, pemangku kepentingan kurang memperhatikan kesakralan dan kewibawaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Satryo menuding Pemkot Solo tebang pilih dalam menata kota. "Semestinya Pemkot jangan parsial, kenapa dulu pembangunan PGS dan bangunan lainnya tidak dipermasalahkan?" ujar Satryo.

Satryo menegaskan kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan titik emas yang perlu diperhatikan. Menurutnya, Pemkot Solo harus memperhatikan secara menyeluruh untuk mengatur pembangunan di kawasan Keraton. "Pemkot tidak hanya berbicara soal ekonomi dengan membangun Pasar Klewer. Saya mohon Pemkot memikirkan situs lingkungan di kawasan Keraton yang termasuk cagar budaya," jelasnya.

Satryo mempertanyakan apabila revitalisasi Pasar Klewer terlaksana, apakah kemacetan arus lalu lintas di area Pasar Klewer dapat terurai. Jika yang dipikirkan Pemkot perihal sisi ekonomi, Satryo mengatakan ikon Solo dengan sebutan Kota Budaya berangsur hilang.

"Daya tarik wisatawan asing datang ke Solo kan ingin melihat Keraton. Kalau kawasan ini tidak diperhatikan, ya lama-lama daya tarik wisatawan akan berkurang. Apa bedanya Kota Solo dengan Sukoharjo dan kota lainnya. Kalau Keraton sendiri tidak merasa dirugikan, namun masyarakat Solo yang merugi. Sebab, induk pariwisata ya berada di Keraton," jelas Satriyo.

Menurut Satriyo, dalam revitalisasi Pasar Klewer, pihak Keraton belum pernah diajak bicara atau duduk bersama untuk membahasnya. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Pemkot Solo untuk mengkaji ulang tentang revitalisasi Pasar Klewer dengan melibatkan semua pihak.

"Intinya, pembangunan tidak bicara soal ekonomi semata. Adakah faktor kerugian yang lebih besar di belakang hari. Akankah kesakralan dan kewibawaan Keraton semakin memudar. Nah, itu yang patut diperhatikan," kritik Satryo.

Anik Sulistyawati 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/solo/keraton-kritik-rencana-klewer-4-lantai-328477
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Friday, August 10, 2012

Dik Doank dan Drama Ceramah Poligami yang Sensasional

Jakarta - Sosok Dik Doank tiba-tiba menjadi buruan awak media setelah pengakuan yang mengejutkan tercetus dari sang istri, Myrna. Seolah keceplosan, Myrna menuturkan bahwa Dik Doang telah menikah lagi alias berpoligami.

Pernyataan singkat Myrna itu pun ternyata berbuntut panjang. Myrna sendiri kemudian seperti enggan menjelaskan lebih banyak lagi. Demikian juga dengan Dik, yang melancarkan aksi bungkam perihal poligaminya.

Namun, kabar terus bergulir dan selubung misteri pun selapis demi selapis mulai terbuka. Dimulai dengan terungkapnya sosok istri kedua Dik yang ternyata tak lain salah satu 'warga' Kandank Jurank Doank, sekolah alam milik Dik Doank.

Sosok wanita bernama Khaerani atau akrab disapa Key itu berusia 25 tahun. Sehari-harinya ia mengajar di Kandang Jurank. Hal lain yang juga terus bergulir adalah perihal izin poligami, yang konon belum dikantongi Dik dari Myna. Namun, belakangan terungkap pula, melalui saksi pernikahan Dik dan Khaerani, Haji Naim yang menuturkan bahwa Myrna telah menyetujui pernikahan itu.

Bagaimana dengan Dik Doank sendiri? Setelah seolah-olah menghilang sejak kabar poligami itu mencuat, tiba-tiba Dik muncul Kamis (9/8/2012) malam. Ia mengundang wartawan, namun bukan untuk menggelar jumpa pers. Melainkan, dengan teatrikan dan dramatis ia berceramah, lengkap dengan kutipan-kutipan ayat, bak seorang ustad.

Selain awak media, di hadapannya berkumpul anak-anak dan ibu-ibu. Dik berceramah tentang poligami. Ia curhat, merasa telah digunjingkan oleh media di bulan yang suci ini. Dengan nada tinggi dan berapi-api intinya ia ingin menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya, berpoligami, tidak menyalahi hukum apapun, lebih-lebih hukum islam.

Tentu saja semua itu hak Dik, apalagi ia melakukannya di rumahnya sendiri. Namun, materi poligami dan jamaah yang terdiri atas anak-anak tak urung membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin. KPAI menganggap ceramah poligami Dik tak layak didengar oleh anak-anak.

Sekretaris KPAI Muhammad Ihsan bahkan mengungkapkan, pihaknya bisa saja menegur Dik. Bagaimanakah kelanjutan drama poligami Dik Doank ini, setelah KPAI pun memberikan penilaiannya? Apakah Dik akan tetap dengan aksi tutup mulutnya, dan menggebrak lagi dengan aksi ceramah teatrikalnya?

(fk/mmu)

10 Aug, 2012


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/590264/s/223f6a24/l/0Lhot0Bdetik0N0Cread0C20A120C0A80C10A0C1713420C19886530C230A0Cdik0Edoank0Edan0Edrama0Eceramah0Epoligami0Eyang0Esensasional/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Thursday, August 9, 2012

Zee Zee Shahab Dikaruniai Bayi Laki-Laki

Jum'at, 10 Agustus 2012 10:33 wib
Rama Narada Putra - Okezone

Zee Zee Shahab & Prabu Revolusi (Foto: Egie Gusman)

Zee Zee Shahab & Prabu Revolusi (Foto: Egie Gusman)

JAKARTA - Kabar bahagia datang dari aktris dan juga pesinetron Zee Zee Shahab. Dia baru melahirkan putra pertamanya dari pernikahannya dengan Prabu Revolusi.

Zee Zee melahirkan pada Kamis 9 Agustus 2012, melalui operasi caesar. Kabar bahagia itu diungkapkan oleh sang suami.

"Alhamdulillah sudah lahir kemarin, Kamis 9 Agustus pagi pukul 06.40 WIB. Jenis kelamin anaknya laki-laki dengan berat 2,7 kilogram dan panjang 47 sentimeter," ungkap Prabu saat dihubungi wartawan, Jumat (10/8/2012).

News anchor di salah satu stasiun televisi itu menambahkan, saat ini kondisi istrinya masih dalam proses pemulihan di rumah sakit di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Dia pun sangat bangga dengan kehadiran anak pertama mereka.

"Kondisi Zee Zee sudah baik sekarang. Kemarin dua jam setelah operasi langsung dipindah ke kamar bersalin. Bayinya juga sangat lincah," tutupnya.

(nsa)

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry

10 Aug, 2012


-
Source: http://celebrity.okezone.com/read/2012/08/10/33/675874/zee-zee-shahab-dikaruniai-bayi-laki-laki
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Sunday, August 5, 2012

Bus TransJ Penabrak Bocah Dikemudikan Pria 61 Tahun, Hendak Mengisi BBG

Jakarta Bus TransJakarta yang menabrak anak laki-laki di depan Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, dikemudikan oleh pramudi berusia 61 tahun. Saat kecelakaan terjadi, bus dalam keadaan kosong penumpang lantaran akan mengisi BBG.

"Bus B7528 ZX dikemudikan oleh Kusdiharto, 61 tahun," ujar Kanit Laka Jakpus, AKP Antoni Wijaya, kepada wartawan, Minggu (5/8/2012).

Saat melintas dari arah barat ke timur, setelah melewati fly over Galur, bus keluar busway. Sebelum halte busway Cempaka Tengah, bus menabrak anak yang sedang bermain sepeda di jalur cepat. Saat itu di lokasi sedang digelar car free day.

"Menurut keterangan sopir bus tersebut kosong dan akan mengisi BBG di Jl Perintis Kemerdekaan Jaktim," terang Antoni.

Korban bernama Budi Prasetyo, berusia 13 tahun. Budi merupakan warga Cempaka Putih Utara. Akibat kecelakaan, Budi mengalami luka di bagian kepala. Dia pun dibawa ke RS Islam Cempaka Putih.

(vit/van)

Tuesday, July 24, 2012

Jual Siswa SMA Rp 700 Ribu, Wanita Ini Ditangkap






, Medan - Satuan tugas  People Smuggling Polda Sumatera Utara menangkap seorang perempuan yang menjual pelajar putri kepada lelaki hidung belang di salah satu hotel di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan.

Tersangka Linda Sri Wahyuni ditangkap saat akan menjual CAS ,19 tahun pelajar kelas II salah satu sekolah menengah atas di Medan kepada lelaki hidung belang. " CAS akan dijual dengan imbalan Rp 700 ribu kepada lelaki hidung belang di kamar hotel, " kata Kepala Unit II Satgas People Smuggling Polda Sumut Komisaris Amakhoita Hia kepada wartawan, Selasa 24 Juli 2012.

Perbuatan Linda Sri Wahyuni yang bekerja pada satu kelab malam di Jalan Pancing Medan, menurut Hia bukan yang pertama kali dilakukan. " Tersangka LSW juga pernah menjual seorang gadis belia berinisial RA AB kepada lelaki hidung belang dengan imbalan Rp 1 juta," ujar Hia.

Tertangkapnya Linda Sri Wahyuni, menurut Hia akan menguak perdagangan anak dan remaja di Kota Medan yang diatur sindikat besar perdagangan manusia. " Penangkapan LSW akan menjadi titik masuk membongkar jaringan perdangan manusia (human traficking karena polisi menduga, korban tersangka LSW ini lebih dari dua orang," tutur Hia.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, masih kata Hia, Linda Sri Wahyuni ditahan di sel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. " Tersangka LSW akan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 10 Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang," kata Hia.

Ancaman hukuman untuk Linda Sri Wayhuni, menurut Hia penjara diatas 10 tahun dan denda. " Perbuatan tersangka LSW termasuk kategori pidana berat," ujar Hia. Adapun Linda Sri Wayhuni yang ditemui Tempo membantah menjual CAS. " Si CAS yang mau melayani lelaki hidung belang itu di Hotel Semarak Medan kamar 208," kata Linda.

SAHAT SIMATUPANG





Orignal From: Jual Siswa SMA Rp 700 Ribu, Wanita Ini Ditangkap

Thursday, July 19, 2012

Menteri Perumahan Serius Garap Perumahan Wartawan


BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Djan Faridz menegaskan, pihaknya serius menyiapkan perumahan bagi wartawan.

Djan Faridz usai peletakan batu pertama Perumahan TNI-PNS Kementerian Pertahanan di Bumi Kartika Dramaga Raya di Kabupaten Bogor, Kamis (19/7/2012), menjelaskan, proyek perumahan wartawan masih berjalan sesuai rencana.

"Kami sudah rencanakan tiga lokasi. Sekitar Bogor, dan rumah susun milik di Jakarta. Rumah susun disiapkan di Kemayoran, Jakarta Pusat," kata Djan.

Namun, dia tidak menjelaskan spesifikasi fisik rumah dan rumah susun wartawan. Demikian pula harga dan skema pembelian rumah dan rumah susun bagi wartawan tersebut.

"Pasti kami juga membangunkan bagi wartawan. Ini sudah komitmen membangun perumahan bagi rakyat," kata Djan, disambut tawa para wartawan yang meliput. <!--Baca Juga Lipsus Asuransi 2011 Kompas.com -->








































Orignal From: Menteri Perumahan Serius Garap Perumahan Wartawan

Menteri Perumahan Serius Garap Perumahan Wartawan


BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Djan Faridz menegaskan, pihaknya serius menyiapkan perumahan bagi wartawan.

Djan Faridz usai peletakan batu pertama Perumahan TNI-PNS Kementerian Pertahanan di Bumi Kartika Dramaga Raya di Kabupaten Bogor, Kamis (19/7/2012), menjelaskan, proyek perumahan wartawan masih berjalan sesuai rencana.

"Kami sudah rencanakan tiga lokasi. Sekitar Bogor, dan rumah susun milik di Jakarta. Rumah susun disiapkan di Kemayoran, Jakarta Pusat," kata Djan.

Namun, dia tidak menjelaskan spesifikasi fisik rumah dan rumah susun wartawan. Demikian pula harga dan skema pembelian rumah dan rumah susun bagi wartawan tersebut.

"Pasti kami juga membangunkan bagi wartawan. Ini sudah komitmen membangun perumahan bagi rakyat," kata Djan, disambut tawa para wartawan yang meliput. <!--Baca Juga Lipsus Asuransi 2011 Kompas.com -->








































Orignal From: Menteri Perumahan Serius Garap Perumahan Wartawan