Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Wednesday, September 19, 2012

Polisi Didesak Tangkap Enam Pemerkosa Siswi MTs

Polisi Didesak Tangkap Enam Pemerkosa Siswi MTs

Penulis : Kontributor Tana Luwu, Husain | Rabu, 19 September 2012 | 17:01 WIB

Dibaca:

LUWU, KOMPAS.com - Terkait belum ditangkapnya enam pelaku pemerkosaan salah seorang siswi MTs di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, orang tua korban mendesak polisi segera menangkap para pelaku.

"Saya orang tua korban berharap pada polisi untuk segera menangkap 6 pelaku yang memperkosa anak kami, mereka harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka yang mengakibatkan anak saya mengalami depresi dan tak lagi melanjutkan sekolahnya," kata MD, ayah ST Rabu (19/9/2012). Saat itu MD didampingi istrinya.

MD menambahkan, saat ini anaknya lebih banyak mengurung diri di rumah dan tak lagi mau melanjutkan sekolahnya sejak peristiwa pemerkosaan tersebut. Keenam pelaku itu memperkosa ST pada 9 Agustus 2012 lalu. Para pelaku yakni DN, AP, AK, SD, PD dan AK.

Sebenarnya plaku yang memerkosa korban berjumlah 9 orang. Namun tiga pelaku yaitu CN, IR dan SP sudah diringkus polisi. Sementara enam lainnya masih berstatus buron.

Kapolres Luwu Ajun Komisaris Polisi Rudi Heru Susanto saat dikonfirmasi menegaskan, keenam pelaku masih dalam pencarian dan dimasukan ke daftar pencarian orang (DPO).

"Tiga pelaku yang ditangkap sementara menjalani proses hukum. Sementara enam lainnya kita cari. Bahkan kami akan melayangkan surat panggilan kepada para orang tua pelaku untuk diminta keterangan terkait keberadaan anak mereka," ungkap Rudi.

19 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/19/17012237/Polisi.Didesak.Tangkap.Enam.Pemerkosa.Siswi.MTs
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tuesday, September 18, 2012

INNOCENCE OF MUSLIMS: Keluarga Pembuat Film Bergabung di Persembunyian

Kediaman keluarga Nakoula Basseley Nakoula di Carritos, California, dikerumuwi wartawan seusai penyerahan dirinya akhir pekan kemarin. (Reuters)

CALIFORNIA Para anggota keluarga pembuat film Innocence Muslim, meninggalkan rumah mereka, Senin (17/9/2012) waktu setempat, untuk bergabung dengan Nakoula Basseley Nakoula di persembunyian.

Tindakan itu dilakukan menyusul meluasnya protes terhadap film kontroversial tersebut, bahkan hingga kini telah jatuh korban tewas setidaknya 21 orang. Sejak diminta keterangannya oleh petugas federal pada Jumat (14/9/2012) larut malam waktu setempat, Nakoula belum kembali ke rumah di Cerritos, California.

Sesaat sebelum pukul 04.00 pagi waktu setempat, petugas dari kantor Sheriff Los Angeles mengawal para anggota keluarga Nakoula, yang masing-masing wajah mereka ditutupi. Mereka langsung masuk ke kendaraan polisi dan dibawa ke tempat yang dirahasiakan, untuk bergabung dengan Nakoula.

"Mereka memutuskan akan lebih aman berada di tempat mereka bisa bergerak dan hidup normal," kata Steve Whitmore, juru bicara kantor Sheriff seperti dilansir yahoonews dari ABC News, Selasa (18/9/2012).

Menurut Whitmore, keberadaan mereka sangat dirahasiakan dan mereka tidak akan pernah kembali ke rumah mereka di Cerritos. "Namun keputusan itu sepenuhnya terserah keluarga," imbuhnya.

Film Innocence of Muslims yang diunggah di internet telah memicu kekerasan anti-Amerika protes di seluruh dunia Muslim.

Nakoula, 55, akhir pekan lalu mengakui perannya dalam pembuatan film tersebut dan telah meminta bantuan dari penegak hukum saat menghadapi ancaman pembunuhan yang diterimanya sejak film itu dirilis. Seperti dikutip pihak berwenang, Nakoula mengaku takut mati dan mengkhawatirkan keselamatan keluarganya.

Awalnya, Nakoula menggunakan nama samaran Sam Bacile dan mengaku sebagai YahudiIsraelkepada wartawan. Saat itu Nakoula mengaku filmnya itu menelan biaya sekitar US$ 5 juta yang berasal dari teman-teman Yahudi yang kaya.

Kemudian terungkap, Nakoula sebenarnya adalah seorang keturunan Mesir-Amerika penganut Kristen Koptik. Film itu dibuatnya bersama putranya, Abanob Basseley, 21, selama sekitar 12 hari dan menelan dana pribadi antara US$50.000-US$60.000.

Niken Ari Purwanti 18 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/18/innocence-of-muslims-keluarga-pembuat-film-bergabung-di-persembunyian-330195
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Semalam Dua Pengusaha Kemalingan

Semalam Dua Pengusaha Kemalingan

Penulis : Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin | Selasa, 18 September 2012 | 13:44 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/ SUDDIN SYAMSUDDIN Tim Forensik Polresta Parepare saat melakukan olah TKP di toko milik H Hasa.

PAREPARE, KOMPAS.com - Dua pengusaha bertetangga, H. Hasan (50) dan H. Amir (55), warga Kelurahan Galung Lompoe, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, kehilangan sejumlah barang di toko, dan mobil yang terparkir di depan rumah.

Hasan, seorang pemilik toko kelontongan ini mengaku kehilangan sejumlah barang dagangannya, seperti rokok berbagai merek. Awalnya Hasan, Selasa (18/9/2012) pagi ini hendak membuka toko kelontongan miliknya. Betapa kagetnya ia mendapati pintu tokoh yang terbuat dari besi itu terbuka lebar dengan gembok sudah berserakan di bawah pintu.

"Saya hendak membuka toko, tapi saya lihat pintu toko sudah terbuka, sejumlah gembok pintu berhamburan di sekitar halaman toko," jelas Hasan.

Lalu dia buru-buru memeriksa ke dalam tokonya. Sejumlah barang dagangan terutama rokok berbagai merek raib. Selain itu, uang tunai Rp 5 juta yang sebelumnya berada di dalam rokok juga hilang.

Sementara itu, H. Amir seorang pedagang sapi yang rumahnya tidak jauh dari rumah H. Hasan juga kehilangan mobil Toyota Kijang Super DD 1246 NC yang terparkir di depan rumahnya.

"Mobil saya hilang, padahal saya baru tidur sekitar pukul 03.00 dini hari," katanya.

Polisi yang menerima laporan pencurian langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Forensik Polres Parepare langsung memeriksa sidik jari yang melekat di sejumlah tempat. Polisi juga membawa sejumlah barang bukti pelaku pencurian, berupa sandal yang diperkirakan miliki pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Parepare AKP Emile R Hartanto menyatakan pihaknya akan memburu pelaku pencurian dua rumah pengusaha itu. "Sementara ini, kita masih pelakukan pengumpulan data. Terakhir kita mendengar mobil milik H. Amir berada di Rappang, Kabupaten Sidrap," bebernya.

18 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/18/13440329/Semalam.Dua.Pengusaha.Kemalingan
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Monday, September 17, 2012

PENYEGELEN KFC & MC DONALD’S SOLO: Pengelola Serahkan Pengamanan ke Polisi

Penyegelan Mc Donalds (Foto: Dokumentasi)

SOLO—Pascapenyegelan dua restoran cepat saji KFC dan McDonalds di kawasan Singosaren, Solo, Minggu (16/9/2012) sore oleh massa Jama'ah Ansharut Tauhid (JAT),  tidak ada yang berubah dengan pengamanan di dua restoran cepat saji itu.

Restaurant Manager KFC Singosaren, Ali Rohmadi, ditemui Solopos.com, Senin (17/9/2012), menyebutkan tak mempersiapkan tim pengamanan secara khusus.

"Kami serahkan semuanya kepada aparat kepolisian dan pengamanan mal Singosaren. Dan kami juga yakin, masyarakat Solo sudah cerdas menyikapi kejadian semacam ini."

Ali menjelaskan, pada hari Minggu, pengunjung KFC bisa mencapai angka 1.000 orang. Aksi protes ormas di KFC Singosaren juga dinilai tidak mengurangi potensi pelanggan pada hari Minggu tersebut.

"Kalau pas hari Minggu, memang kami sedikit terganggu karena harus menutup gerai kami sekitar satu jam. Tapi, saya rasa jumlah pengunjung kami tidak berkurang banyak. Karena aksi tersebut terjadi bukan pada jam-jam ramai, yaitu sekitar pukul 15.00 WIB. Pada malam harinya, pengunjung juga sudah kembali ramai."

Sementara, Store Manager McDonalds Coyudan, A Taufik, mengatakan pengamanan sudah diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Seperti diberitakan Solopos.com, penyegelan dua restoran itu diwarnai aksi pemukulan pengunjung. Kapolresta Solo, Kambes Pol Asjima'in, ketika dimintai konfirmasi Solopos.com melalui telepon, menyebutkan tidak ada penyegelan restoran.

"Dan saya tegaskan tidak ada penyegelan restoran. Yang ada hanya menempeli kertas yang berisi pernyataan sikap dari para pengunjuk rasa," terang Asjima'in.

Dia mengatakan aksi penempelan kertas di restoran cepat saji itu dilakukan setelah massa seperti JAT melakukan unjuk rasa di Bundaran Gladak Solo.

Mereka menyatakan sikap protes terhadap film anti-Islam Innocence of Muslims. Massa, menurut Kapolresta, melakukan sikap protes dengan menempelkan kertas berisi pernyataan sikap di restoran Mc Donald dan KFC.

Rini Yustiningsih 17 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/17/penyegelen-kfc-mc-donalds-solo-pengelola-serahkan-ke-polisi-329804
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Sunday, September 16, 2012

Tak Bisa Ambil Motor, Maling Nyicil Kunci Kontak Dan STNK

ilustrasi

KULONPROGO—Aneh benar kelakuan maling yang beraksi di Dusun Beku Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo ini. Bukannya sepeda motor dan mobil yang diambil saat menyatroni sebuah rumah, mereka justru mengambil kunci kontak dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Kejadian itu dialami Kasiyanto, 44, warga Dusun Beku Banjarharjo, Kalibawang. Pada Senin (17/9) dini hari, rumahnya disatroni maling. Sepeda motor dan mobilnya tidak hilang. Ia justru kehilangan surat-surat sepeda motor, kunci kontak beserta sejumlah uang dan telepon seluler.

"Mobil dan sepeda motor masih di garasi, malah tidak diambil. Mungkin mereka takut ketahuan sebab untuk membuka pintu garasi, akan menimbulkan suara berdecit," ungkap Kasiyanto kepada Harian Jogja seusai kejadian.

Ia menuturkan, sekitar pukul 05.00 WIB, seorang tetangganya, Sugiyanto, 30, yang masih sepupunya, membangunkan dengan menggedor pintu rumah. Sugiyanto memberitahu sepeda motor Honda Supra Fit miliknya hilang diambil maling dini hari tersebut.

Berniat untuk membantu, Kasiyanto kemudian mencari ponselnya untuk menghubungi polisi. "Namun saat saya cari hape di meja tidak ada. Baru saya sadari kalau rumah saya berantakan, dan banyak barang yang hilang," tambahnya.

Ternyata, maling juga masuk ke rumahnya. Maling membawa kabur kunci kontak dua sepeda motor dan sebuah mobil beserta kunci cadangan, lengkap dengan STNK yang kebetulan berada di atas meja. Selain itu, uang senilai Rp2,5 juta di lemari serta tiga buah ponsel ikut diangkut. Total kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp10 juta.

Harian Jogja 17 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/17/tak-bisa-ambil-motor-maling-nyicil-kunci-kontak-dan-stnk-329619
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tiga Pencuri Sepeda Motor Spesialis Minimarket di Dor

SEMARANG, KOMPAS.com - Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor spesialis minimarket berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Gajahmungkur Semarang, Minggu (16/9/2012). Dua diantaranya dilumpuhkan dengan ditembak bagian kaki.

Dua pelaku yang ditembak yakni David (24) dan Yudi (19) warga Semarang Utara. Satu pelaku lagi yakni Irwanto (23) warga Semarang Utara. Dari para pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa sejumlah kunci T yang digunakan untuk mencuri sedikitnya 11 sepeda motor.

Selain tiga pelaku, dua pelaku lain yang termasuk dalam jaringan ini masih diburu polisi. Tersangka David mengaku sudah delapan kali melakukan aksi pencurian.

Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam melakukan aksi kejahatan. Dua rekannya berjaga sedang David bertugas mengambil kendaraan.

"Biasanya mencari sasaran minimarket yang tidak ada yang jaga karena lebih mudah beraksi, selain itu juga kawasan pinggir jalan," katanya dalam gelar perkara di Polsek Gajahmungkur Semarang.

Ia mengatakan mengambil sepeda motor dalam waktu kurang dari 5 detik dan bisa mendapatkan motor lebih dari satu motor dalam semalam.

Sebelum ditangkap ia mengaku usai beraksi di sebuah minimarket, samping SPBU Sampangan, Semarang, pada Kamis (13/9/2012). Dari hasil kejahatan, motor dijual di daerah Salatiga dan sekitarnya.

Setelah mendapatkan motor curian, terdapat dua orang lagi yang bertugas mengantarkan barang curian. Satu motor dijual antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta tergantung merek dan kondisi motor.

Sementara itu Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan ketiga pelaku merupakan satu kelompok yang ditangkap di tempat masing-masing. Ia mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini.

"Dilihat dari barang buktinya pelaku cukup profesional. Kami masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringannya," ujarnya.

Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Eva Guna Pandia menambahkan pihaknya mengantisipasi kejahatan dengan memaksimalkan kembali pos keamanan keliling.

Sebab pelaku kejahatan tidak akan beraksi saat masyarakat terus bersiaga. "Dua tersangka dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," ujarnya.

17 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/17/03355843/Tiga.Pencuri.Sepeda.Motor.Spesialis.Minimarket.di.Dor.
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

PENYEGELAN KFC & MC DONALD’S SOLO: Dipukul, Bibir Rekta Sobek

Penyegelan KFC (Foto: Burhan Aris Nugraha/JIBI/SOLOPOS)

SOLO—Penyegelan Mc Donald's dan KFC Singosaren Solo yang dilakukan oleh massa Jama'ah Ansharut Tauhid (JAT), Minggu (16/9/2012) sore diwarnai aksi pemukulan.

Pengunjung Plasa Singosaren Solo asal Jogja, Rekta, 30, menjadi korban pemukulan oleh massa JAT di depan gerbang plasa, sekitar pukul 14.30 WIB.

Wajah Rekta, pemuda asal Jogja yang menjadi korban pemukulan, ketika ditemui Solopos.com di Mapolsek Serengan seusai dimintai keterangan polisi tampak terluka di bagian bibir. Bibirnya sobek dan berdarah. Dia menceritakan kejadian bermula ketika itu ia hendak masuk ke Plasa Singosaren. Pada saat yang sama ia berpapasan dengan kelompok orang berbaju serbaputih.

Badan saya bersentuhan dengan salah satu orang-orang itu. Tahu-tahu saya dipukuli," terangnya singkat.

Kapolresta Solo, Kambes Pol Asjima'in, ketika dimintai konfirmasi Solopos.com melalui telepon, membenarkan kejadian itu. Hanya saja, ia meluruskan peristiwa yang terjadi di sekitar Plasa Singosaren bukan penganiayaan tetapi pemukulan lantaran salah paham.

Menurut Kapolresta, insiden terjadi setelah kelompok massa dari beberapa elemen seperti JAT melakukan unjuk rasa di Bundaran Gladak guna menyatakan sikap protes terhadap film anti-Islam Innocence of Muslims. Massa, menurut dia, melakukan sikap protes dengan menempelkan kertas berisi pernyataan sikap di restoran Mc Donald dan KFC.

Saat keluar dari sebuah restoran itu, korban hendak menyeberang dan hampir tertabrak para demonstran yang mengendarai motor di sekitar Plasa Singosaren. Akibat persoalan itu terjadi salah paham. Demonstran lalu bereaksi dengan menempeleng korban.

Ia menambahkan, korban secara resmi melapor ke polisi. Korban juga sempat dimintai keterangan polisi di Mapolsek Serengan. "Tentu kami akan mengembangkan kasus ini," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah seorang anggota JAT yang pada saat insiden pemukulan turut menjadi saksi, Soleh, mengatakan korban dipukul karena melakukan penghinaan nonverbal. "Dua jempol korban diarahkan ke bawah saat kita melakukan aksi. Kami rasa itu lebih menghina dari perkataan sekalipun. Tindakan tersebut kami lakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap rasul, " terangnya.

Rini Yustiningsih 16 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/16/penyegelan-kfc-mc-donalds-solo-dipukul-bibir-rekta-sobek-329466
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

INNOCENCE of MUSLIMS: Pemeran Perempuan Mengaku Dikhianati Nakoula

Artis Anna Gurji (kanan) bersama Nakoula Basseley Nakoula di sela-sela syuting film. (Daily Mail)

CALIFORNIA Salah satu aktris pemeran dalam film Innocence of Muslims, Anna Gurji, merasa ditipu oleh pembuat film tersebut, Nakoula Basseley Nakoula yang juga dikenal sebagai Sam Bacile. Bahkan kini Gurji mengaku ketakutan dan mengkhawatirkan keselamatan dirinya pascakontroversi seputar film menghujat Nabi Muhammad dan umat Muslim itu.

Sebuah foto yang menunjukkan Gurji tengah bersama Nakoula, secara eksklusif diperoleh The Mail, Minggu (16/9/2012). Pria kelahiran Mesir berusia 55 tahun penganut Kristen Koptik itu tampak duduk bersebelahan dengan Gurji, 21, yang mengenakan wig warna merah.

Dalam sebuah wawancara di California, seperti dilansir Daily Mail, Gurji yang memerankan pengantin muda bagi Muhammad, mengatakan soal ketakutannya atas kemungkinan balas dendam dan tentang "pengkhianatan" yang dilakukan Nakoula.

"Saya memainkan peran sebagai pengantin termuda dari sebuah karakter bernama George," tuturnya soal pengambilan gambar yang dilakukannya bersama Nakoula.

Anna Gurji (Daily Mail)

"Saya tidak tahu George kemudian diubah menjadi Muhammad. Saya dikurung di rumah saya. Saya takut orang-orang di Timur Tengah akan menyalahkan saya," paparnya.

Film besutan Nakoula tersebut memang telah memicu bentrokan anti-Amerika Serikat (AS) dari Maroko hingga Malaysia. Sejauh ini tujuh orang tewas, ribuan terluka dan bahkan pada Sabtu (13/6/2012) malam kerusuhan telah menyebar keSydney,Australia.

Sudan bahkan dilaporkan telah menolak permintaan AS untuk mengizinkan pengiriman Marinir guna melindungi kedutaan besar mereka. AS pun telah memerintahkan penarikan para staf diplomatiknya dari Tunisia dan Sudan.

"Saya penganut Katolik, sehingga mereka mungkin berpikir saya punya (maksud) tertentu melawan Muslim. Saya ahrus minum pil tidur. Saya menangis selama berhari-hari. Saya merasa dikhianati. Wajah saya ada di klip video itu. Orang yang melihat film mengerikan itu tentu melihat saya," paparnya lebih lanjut.

Nakoula sendiri telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian dan ditangkap polisi di rumahnya di Cerritos,California.

Nakoula Basseley Nakoula saat menyerahkan diri. (Daily Mail)

Lebih lanjut Gurji mengatakan, baik dirinya maupun rekan-rekannya sesama aktor percaya mereka sedang membuat sebuah film laga yang disebut Desert Warrior. Nakoula, atau 'Sam' seperti yang dikenalnya, tidak pernah membahas masalah agama.

"Saya menjadi Hilary, seorang pengantin termuda dari karakter bernama George. Film ini adalah tentang sebuah komet yang jatuh ke bumi di Timur Tengah kuno. Adasuku yang berpikir itu suci dan berperang merebutnya. Seharusnya ada banyak efek khusus, banyak pengambilan gambar dilakukan di depan layar hijau. (Film) itu super low-budget. Saya mendapatkan US$75 (sekitar Rp675.000) per hari dan semua adegan saya diambil bersama George di depan layar hijau. Saya tidak tahu bagaimana hal itu kemudian diputarbalikkan."

"Mungkin saya naïf, tapi memang tak ada peringatan sama sekali. Saya mengikuti audisi, lolos dan melakukan tugas saya. Tak satu pun dari kami yang terlibat di dalamnya mempunyai ide soal agenda rahasia," paparnya lebih lanjut.

Rini Yustiningsih 16 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/16/innocence-of-muslims-pemeran-perempuan-mengaku-dikhianati-nakoula-329449
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

NARKOBA: Mafia Ekstasi Belanda, Jerry Jabat Ketua RW & Aktif di Partai

Penyitaan Ribuan Ekstasi. (DetikNews)

SURABAYA – Penangkapan Jeri alias Azhar Abram, dalam kasus mafia besar ekstasi Belanda mengejutkan warga Perumahan Puri Maharani di Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Azhar Abram dikenal sebagai seorang tokoh masyarakat di kompleks tersebut.

Selain menjabat ketua RW, Azhar yang ditangkap tim gabungan Mabes Polri dan Polda Jatim tersebut juga aktif di parpol. "Saya enggak tahu pasti. Cuma, warga kompleks perumahan sudah mengenalnya cukup lama sebagai ketua Partai Gerindra wilayah Kecamatan Sukodono," kata Sumarno, Ketua RT 05 di kompleks Perumahan Puri Maharani, kepada sejumlah wartawan, Minggu (16/9/2012).

Dalam penelusuran detiksurabaya.com, Minggu, di depan rumah Azhar yang juga dipakai sebagai toko terdapat papan nama PAC Partai Gerindra. "Saya awalnya tidak percaya, kalau beliau (Azhar) ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Setelah saya lihat sendiri di televisi ternyata benar," ujar Sumarno

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Sidoarjo HM Rifa'I, mengaku jika salah seorang kadernya yang bernama Azhar masih aktif di Partai Gerindra. "Memang benar dulu Azhar itu sebagai Ketua PAC wilayah Kecamatan Sukodono. Tapi, sekarang sudah tidak lagi sebagai ketua PAC, berdasarkan SK yang baru," ujar Rifa'i saat dihubungi detiksurabaya.com secara terpisah.

Tidak menjabatnya Azhar sebagai ketua PAC Gerindra, lanjut Rifa'i, sudah sejak 5 September 2012.

Polisi mengungkap mafia ekstasi Belanda, menyusul penyitaan sekitar 300.000 ekstasi. Sebanyak tiga orang, Syahril, Jery alias Azhar Abram dan A Liong, ditangkap dari tiga lokasi, yakni Pelabuhan Merak, Stasiun Gambir dan Surabaya. Diduga kelompok ini bagian dari mafia narkoba di Indonesia.

Rini Yustiningsih 16 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/16/mafia-ekstasi-belanda-jerry-jabat-ketua-rw-aktif-di-partai-329437
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Melihat Proses Kerja Nakoula Bikin Innocence of Muslims

Nakoula saat akan dibawa ke kantor polisi/Reuters

Sejak beberapa hari terakhir ini, dunia dihebohkan dengan film Innocence of Muslims yang menyulut kemarahan Umat Islam. Nama Sam Bacile atau yang kemudian diketahui punya nama asli Nakoula Basseley Nakoula, 55, disebut sebagai pria yang bertanggung jawab atas munculnya film tersebut.

Siapakah Nakoula sebenarnya dan bagaimana dia membuat film Innocence of Muslims?

Nakoula adalah seorang penganut Kristen Koptik dan pernah terlibat kasus penipuan bank pada 2010. Dia dihukum 21 bulan penjara dengan masa percobaan selama lima tahun.

Dia dituduh melakukan penipuan kartu kredit dengan menggunakan nomor Social Security yang tidak sesuai dengan nama di aplikasi kartu tersebut. Dia kemudian dibebaskan pada Juni 2011, di mana kemudian film Innocence of Muslims mulai diproduksi setelahnya.

Sejumlah kru film mengungkapkan pada Reuters bahwa film Innocence of Muslims dilakukan di rumah Nakoula di Cerritos, California. Pria yang tidak mau disebutkan namanya itu, mengatakan bahwa pada saat syuting, dia mengetahui bahwa rumah itu adalah kediaman produser Sam Bacile.

Dalam klip film yang beredar di Youtube tampak pintu depan dalam satu adegan, serupa dengan pintu depan rumah Nakoula. Keduanya memiliki kaca buram, berbentuk setengah lingkaran, dengan desain bunga mawar di pintu masuk ganda.

Kru film juga mengungkapkan bahwa bujet film tersebut di bawah US$100.000  (sekitar Rp900 juta) dan pria yang mereka kenal sebagai Sam Bacile adalah yang bertanggung jawab atas pendanaan. "Dia [Bacile] bilang, dia kumpulkan sendiri uang itu. Dia bilang dia punya pom bensin di Orange County dan usaha lainnya," ujar salah satu kru film dikutip Reuters.

Namun menurut laporan Wall Street Journal, asisten sutradara Jeffrey Robinson mengatakan bahwa bujet film itu adalah sebesar US$250.000 (sekitar Rp2,25 miliar).

Menurut Backstage.com, saat proses casting film ini dijelaskan sebagai film dengan "bujet sangat rendah" dan itu terlihat dari properti film yang amatir, seperti jenggot palsu, serta dialog yang terkesan kaku.

Saat proses casting dikatakan pula film ini akan bercerita tentang film Petualangan dan Sejarah Padang Pasir di Arab. Kru film juga diminta untuk membuat setting film seperti di Mesir ribuan tahun lalu.

Seorang kru film juga mengatakan bahwa tokoh yang ditampilkan adalah pejuang padang pasir dan tidak dideskripsikan sebagai Nabi Muhammad.

Dalam beberapa adegan yang ditampilkan di Youtube, tampak juga suara para aktor didubbing dengan memasukkan dialog yang berkaitan dengan Muhammad dan Alquran.

Menurut pejabat Kota Duarte, California, sebuah kelompok nirlaba Media for Christ mengeluarkan izin produksi untuk film tersebut. Pajak dokumennya sendiri terdaftar atas nama Joseph Nasrallah Abdelmasih sebagai kepala Media for Christ.

Berkaitan dengan hal itu, sebuah video online yang diunggah pada 2010 menunjukkan Abdelmasih melakukan demonstarasi di New York dan mendesak orang untuk "menghentikan Islamisasi Amerika". Dia juga menentang sejumlah pembangunan pusat muslim di lokasi penyerangan World Trade Center.

Akibat penayangan film Innocence of Muslims di Youtube, sejumlah demonstrasi di Timur Tengah mulai bergejolak. Korban pun mulai berjatuhan, salah satunya adalah Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens, dan tiga pegawai Kedutaan lainnya.

Setelah kasus ini, Nakoula dikabarkan datang dengan sukarela ke kantor polisi untuk diperiksa oleh agen federal. Menurut CNN dan Reuters, sang sutradara itu tidak ditahan dan tidak diborgol. Melalui wawancara dengan Steve Whitmore dari Los Angeles County Sherrif, Nakoula sudah pergi dan dibebaskan.

Sementara itu, Juru Bicara Pengadilan Karen Redmond mengatakan, pembebasan bersyarat Nakoula tengah ditinjau ulang. Dalam masa percobaan itu, Nakoula harusnya tidak dapat mengakses komputer atau perangkat yang dapat mengakses internet tanpa persetujuan dari petugas pengawasnya.

Rini Yustiningsih 16 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/16/melihat-proses-kerja-nakoula-bikin-innocence-of-muslims-329341
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Innocence of Muslims: Sang Sutradara Masih Bebas

Naoula, sutradara Innocence of Muslims (Foto: Dokumentasi)

Media massa internasional, Minggu (16/9/2012), membantah pemberitaan yang menyebut bahwa Nakoula Basseley Nakoula, sutradara film Innocence of Muslim, ditahan oleh kepolisian Amerika Serikat.

Setelah CNN, Reuters juga memberitakan bahwa sang sutradara itu tidak ditahan dan tidak diborgol. Nakoula pun datang dengan sukarela ke kantor polisi untuk diperiksa oleh agen federal. Meski begitu, sutradara itu masih belum akan kembali ke rumahnya.

CNN sebelumnya melansir hasil wawancara dengan Steve Whitmore dari Los Angeles County Sheriff's Department. "Dia [Nakoula] sudah pergi dan ia bebas," katanya seperti ditulis cnn.com. Nakoula mengenakan mantel, topi dan syal putih.

Pernyataan Whitmore itu membantah laporan bahwa polisi menahan dan memborgol Nakoula. Sebelumnya, Juru Bicara Pengadilan Karen Redmond, mengatakan bahwa pembebasan percobaan Nakoula tengah ditinjau ulang.

Dalam masa percobaan, Nakoula tidak dapat mengakses komputer atau perangkat yang dapat mengakses Internet tanpa persetujuan dari petugas pengawasnya. Sutradara itu baru bebas dari penjara pada Juni lalu. Bahkan, sutradara Innocence of Muslims itu yang tinggal di Southern California itu baru bebas dari penjara dengan masa percobaan karena kejahatan penipuan bank.

Pada 20120 Nakoula  didakwa atas penipuan uang dan pemalsuan rekening bank menggunakan nomor jaminan sosial yang dicuri. Dia dikenai hukuman penjara 21 bulan dan harus membayar  denda US$790.000. Nakoula juga pernah ditahan pada 1997 atas tuduhan memproduksi obat-obatan terlarang.

Sutradara itu awalnya disebut bernama Sam Bacile yang berdarah Yahudi. Namun belakangan dia diketahui adalah Nakoula, penganut Kristen Koptik Mesir.

Tutut Indrawati 16 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/16/innocence-of-muslims-sang-sutradara-masih-bebas-329337
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Saturday, September 15, 2012

Polda Sulsel Selidiki Jaringan Teroris Makassar

Polda Sulsel Selidiki Jaringan Teroris Makassar

Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Minggu, 16 September 2012 | 05:38 WIB

Dibaca:

KOMPAS.COM/Hendra Cipto Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel), Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Mudji Waluyo.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Terkait dengan pengakuan tersangka teroris yang ditangkap di Ambon, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menyelidiki adanya jaringan teroris di Makassar. Selain menyelidiki jaringan teroris tersebut, polisi saat ini makin gencar melakukan razia di Kota Makassar.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Mudji Waluyo yang dikonfirmasi terkait dengan adanya jaringan teroris di Makassar, Sabtu (15/09/2012), mengatakan pihaknya belum mengetahui persis hal tersebut. Namun, saat ini polisi sedang menyelidiki jaringan teroris di Makassaar sesuai dengan pengakuan jaringan teroris yang tertangkap di Ambon.

"Kami belum mengetahui adanya jaringan teroris di Makassar. Tapi, kita sementara menyelidiki jaringan teroris di Makassar yang diungkapkan tersangka teroris di Ambon. Untuk mengantisipasi aksi teror di Makassar, kami sudah melakukan razia dan akan makin gencar dilakukan," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Komisaris Besar Hary Prasetyo mengungkapkan, sejumlah tersangka teroris yang ditangkap tim antiteror Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, di Ambon dan Tual, Provinsi Maluku, memiliki jaringan dengan kelompok teroris Indonesia timur di Makassar.

Dari hasil penyelidikan, W selama ini berperan sebagai penghubung antarjaringan seperti dengan kelompok Makassar dan seterusnya. I berperan sebagai pemasok senjata dan S berperan sebagai perantara. Ketiga tersangka teroris ini mempunyai target tertentu di Ambon.

Namun, Hary mengaku tidak bisa menjelaskan secara detail apa target mereka tersebut. Seusai ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung diterbangkan ke Jakarta demi kepentingan pengembangan lebih lanjut. Selain membawa ketiganya, Densus 88 juga membawa sejumlah barang bukti berupa senjata, amunisi, dan dokumen lainnya ke Jakarta.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

16 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/16/05385567/Polda.Sulsel.Selidiki.Jaringan.Teroris.Makassar
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Kebakaran Landa Tiga Rumah, Satu Unit Mobil Dinas Ikut Terbakar

Kebakaran Landa Tiga Rumah, Satu Unit Mobil Dinas Ikut Terbakar

Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq | Minggu, 16 September 2012 | 04:08 WIB

Dibaca:

KOMPAS.COM/ABDUL HAQ Tiga buah rumah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, rata dengan tanah dilalap si jago merah, Minggu (16/09/2012) dini hari.

BONE, KOMPAS.com - Diduga korsleting listrik, tiga rumah di Dusun Pao, Desa Tellu Boccoe, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terbakar hingga mengakibatkan sejumlah warga panik berhamburan. Rumah milik Andi Aminullah (67), terbakar sekitar pukul 20.00 Wita, Sabtu (15/09/2012) malam, dan merembet ke rumah lain.

Diduga api bersumber dari aquarium yang mengalmi korseleting listrik. Api menjalar dari ruang tamu dan merembet ke rumah Andi Mappaita. Tak hanya itu, sebuah mobil dinas pendidikan bernomor polisi DD7072 W yang terparkir di halaman rumah Andi Mappaita (70), juga ikut terbakar.

"Saya liat tadi percikan api dari aquarium ikan Arwana baru langsung membesar apinya," ujar Ima, salah seorang anak Andi Aminullah, sambil menangis histeris.

Kobaran api baru dapat dijinakkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api hingga tak merembet ke pemukiman warga lainnya. Akibat peristiwa ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara pihak kepolisian yang dikonfirmasi di lokasi terkait dengan peristiwa ini masih melakukan penyelidikan penyebab pasti kebakaran ini. "Kami masih melakukan penyelidikan, tapi menurut keluarga korban dari aquarium yang korslet tapi itu belum pasti," kata AKP Jasardi, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mare.

Selain meludeskan tiga rumah, Andi Aminullah dan Andi Mappita juga mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan, hingga langsung dilarikan ke Pusak Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat yang hanya berjarak 50 meter dari rumah korban.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

16 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/16/04082622/Kebakaran.Landa.Tiga.Rumah..Satu.Unit.Mobil.Dinas.Ikut.Terbakar
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Polisi Bekuk Pencuri Motor Lintas Kabupaten

shutterstock Ilustrasi.

PAREPARE, KOMPAS.com - Jajaran Polres Parepare berhasil menangkap pelaku pencurian kendaran bermotor, yang akhir-akhir ini meresahkan sejumlah pemilik kendaraan, utamanya kendaraan roda dua. Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Emile R Hartanto, kepada sejumlah wartawan Sabtu (15/9/2012) di kantor Mapolreta Parepare, mengatakan, pihaknya telah menangkap pelaku Curanmor atas nama Awal (22).

"Awal tersangka pelaku pencurian becak motor (bentor) dan beberapa kendaraan roda dua lainnya. Awal adalah pencuri lintas kabupaten. Ia kita tangkap di rumahnya di jalan Adikyasa, Pangkajenne, Kabupaten Sidrap," ungkapnya.

Polisi menyita barang bukti satu unit motor Yamaha Mio. "Korban memarkir motor di rumahnya di jalan Ketilang, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, dalam keadaan terkunci, modus merusak kunci dengan menggunakan kunci bentuk T, saat motor terparkir di rumah korban dengan pagar yang tidak dikunci," Jelas Emile.

Kata Emile, atas laporan korban atas nama Angraini (20), seorang mahasiswa alamat Jalan Kebun Sayur nomor 28, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang yang kehilangan motornya, polisi langsung melakukan pencarian.

"Sementara ini, anggota masih dalam pengejaran empat barang bukti lainnya, yang diduga masih hasil kejahatan Awal," kata Emile.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

16 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/15/23514944/Polisi.Bekuk.Pencuri.Motor.Lintas.Kabupaten.
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Polisi Musnahkan Ratusan Liter Miras di Ambon

Polisi Musnahkan Ratusan Liter Miras di Ambon

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Sabtu, 15 September 2012 | 19:57 WIB

Dibaca:

AMBON, KOMPAS.com - Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Sabtu (15/9/2012) petang, memusnahkan 600 liter minuman keras (miras) tradisional jenis Sopi yang disita selama bulan September. Sebelumnya dalam bulan yang sama, polisi juga memusnahkan 3.575 liter miras berbagai jenis.

Pemusnahan ratusan liter miras ini dipimpin Kepala Satuan Narkoba, Ajun Komisaris Polisi, Hendra Haurissa dan dan Kepala Bagian Ops, Ajun Komisaris Polisi Umar Natsekay di depan Mapolres Pulau Ambon dan Pulau -Pulau Lease.

Miras ini sebelumnya disita dari sejumlah mobil angkutan umum saat sweeping digelar polisi. Ajun Komisaris Polisi Hendra Haurissa mengatakan, pemusnahan miras ini dilakukan sesuai arahan dan perintah Kapolres setempat. Ia juga mengungkapkan, tidak ada pemilik yang ditahan, namun selama bulan September ini pihaknya telah menyita dan memusnahkan 6.175 liter miras berbagai jenis.

"Tidak ada pemilik miras yang ditangkap, namun kita berhasil menyita dan memusnahkan 6175 liter miras selama bulan ini," kata Hendrik. Menurutnya, dalam bulan ini saja sudah dua kali dilakukan pemusnahan miras, pemusnahan kata Hendrik dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan minuman tersebut.

Hendrik menegaskan, operasi miras di masyarakat akan terus dilakukan pihaknya untuk menciptakan kondisi yang nyaman di tengah-tengah masyarakat.

15 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/15/19575865/Polisi.Musnahkan.Ratusan.Liter.Miras.di.Ambon
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Mafia Narkoba Belanda Bawa 300.000 Butir Ekstasi Diringkus

Foto: ilustrasi/http://i.ytimg.com/

Foto: ilustrasi/http://i.ytimg.com/

JAKARTA – Mabes Polri menangkap anggota jaringan penyelundup narkoba buatan Belanda. Tiga ratusan ribu butir ekstasi kualitas tinggi bernilai milyaran rupiah disita dari tangan pelaku.

"Ada 2 jenis ekstasi, yang merah 120 ribu butir. Ini kualitas bagus buatan Belanda, yang satu warna abu-abu ada 195 ribu butir," jelas Direktur Narkoba Polri Brigjen Pol Arman Depari dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (15/9/2012).

Arman menjelaskan, ekstasi jenis merah itu ada cap bergambar gajah, yang maknanya memiliki kekuatan lebih besar dari ekstasi yang ada. Harganya tentu saja lebih tinggi dibandingkan ekstasi yang umumnya beredar.

"Ini jenis bagus dan tidak ada di Indonesia," terang Arman.

Dia menuturkan, para pelaku ditangkap dalam serangkaian penangkapan sejak pekan lalu. Tersangka pertama yang ditangkap yakni Syahril di Pelabuhan Merak, Banten.

Berdasar keterangan Syahril, polisi menangkap tersangka lainnya atas nama Jefri. Kemudian terakhir polisi menangkap bandar narkoba kelompok ini, bernama A Liong di Surabaya. Semuanya adalah WNI. "Disita juga 15 kg ketamin, bahan pembuat sabu," tegasnya.

"Masih ada tersangka lainnya big bos kelompok ini yang kita kejar," tambahnya lagi. JIBI/dtc

Mulyanto Utomo 15 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/15/mafia-narkoba-belanda-bawa-300-000-butir-ekstasi-diringkus-329182
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Friday, September 14, 2012

Presiden SBY dan Hotel Peninsula

Presiden SBY dan Hotel Peninsula

Penulis : Jean Rizal Layuck | Jumat, 14 September 2012 | 19:30 WIB

Dibaca:

MANADO, KOMPAS.com - Hotel Peninsula Manado yang menjadi tempat penginapan Presiden SBY di Manado dijaga ketat oleh ratusan petugas keamanan dari kepolisian dan unsur TNI. Hotel bintang empat terletak di atas bukit di pusat Kota Manado dipenuhi aparat keamanan.

Presiden SB Yudhoyono dan rombongan Jumat (14/9/2012) malam dijamu makan malam oleh Gubernur Sulawesi Utara, S.H Sarundajang. Hadir dalam jamuan itu para menteri antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Perhubungan E. E Mangindaan dan sejumlah pejabat militer.

Pengamanan berlaku sekitar radius 1 kilometer, sedangkan para pengunjung hotel diperiksa sejak pintu masuk berjarak sekitar 100 meter. H otel Peninsula menjadi favorit tempat tinggal para menteri saat berkunjung ke Manado karena memang lokasinya indah di atas bukit.

Hotel Peninsula dibangun tahun 2009 saat pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) di atas lahan bekas Rumah Sakit Umum Gunung Wenang. R umah sakit itu merupakan peninggalan Kolonial Belanda yang kemudian dinasionalisasi oleh Presiden Soekarno.

Beberapa waktu lalu, hotel itu sempat mengalami masa kritis ditinggal pengunjung ketika muncul banyak cerita horor dari mereka yang pernah menginap di sana. "Maklum saja bekas rumah sakit pasti banyak orang meninggal di sana," kata Albert, warga Manado. 

14 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/14/19302655/Presiden.SBY.dan.Hotel.Peninsula.
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com