Showing posts with label Bupati. Show all posts
Showing posts with label Bupati. Show all posts

Monday, September 17, 2012

PERTAMBANGAN GALIAN C: Bupati Sukoharjo Mutasi Anggota Satpol PP

Ilustrasi pertambangan (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

SUKOHARJO–Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengatakan, dirinya telah menandatangani pemindahan staf satpol PP yang disebut-sebut bertugas mengurus keluarnya izin dari penambang. Menurutnya, pemindahan itu menjadi cermin bagi pejabat yang lain agar bekerja secara normatif.

"Hari ini Andri (Andri Hartono-red) sudah dipindah ke Weru," ujarnya.

Pernyataan Bupati disampaikan usai menghadiri acara pamitan calhaj di Kantor Pemkab Sukoharjo, Senin (17/9/2012). Menurutnya, dasar pemindahan adalah pengakuan Andri yang telah dimuat di berbagai media.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sukoharjo, Sardiyono, menyatakan pemutasian Andri dilakukan sejak akhir pekan lalu.

"SK pemutasian sudah dikeluarkan Sabtu kemarin. Andri dimutasi ke Kantor Kecamatan Weru."

Sementara itu, penambang asal Bendosari, Budi Susilo, Senin mendatangi lagi Gedung DPRD Sukoharjo. Dia mengaku tidak terima ditulis mencabut pernyataannya. Dikatakannya, dirinya tak mau menjadi macan kalau hanya buntutnya.

"Lebih baik menjadi cacing atau tikus yang memiliki kepala. Saya juga tak pernah mencabut pernyataan soal pemberian uang senilai Rp34 juta kepada Andri atas suruhan Pak Nur (Nurjayanto-red) maupun pertemuan di ruang Pak Nurdin. Uang itu dikatakan oleh Andri untuk mengurus A sampai Z."

Budi menegaskan berkali-kali, pertemuan dirinya dengan Nurjayanto, Andri dan Edi, di ruang Nurdin membahas soal surat pernyataan kesanggupan membayar tunggakan pajak.

"Tidak membahas soal pemberian uang tetapi surat pernyataan kesediaan membayar tunggakan pajak."

Ketua Komisi I DPRD Sukoharjo, H Suryanto yang memimpin klarifikasi di ruang transit itu menyatakan, bahwa apa yang disampaikan Budi Susilo masih sama dengan yang dilontarkan di hearing beberapa waktu lalu.

"Pada hearing Budi menyatakan menyerahkan uang kepada Andri atas suruhan Nurjayanto. Jadi tidak ada pencabutan pernyataan."

Harian Jogja 17 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/17/pertambangan-galian-c-bupati-sukoharjo-mutasi-anggota-satpol-pp-329734
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

KHL: Akhir September, SPSI Klaten Ditenggat Teken KHL

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Dok)

KLATEN--Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten memberi tenggat waktu hingga akhir September kepada Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Klaten meneken hasil penghitungan kebutuhan hidup layak (KHL) 2013.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Klaten, Giyanto, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (17/9/2012), mengatakan tidak akan ada survei harga pasaran sesuai keinginan SPSI Klaten sebelum meneken hasil penghitungan KHL.

Menurutnya sesuai dengan surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah, survei pasar dilakukan selama tujuh bulan, terhitung sejak Januari-Juli lalu. Giyanto mengaku sudah menerima surat permintaan survei harga pasaran dari SPSI Klaten. Akan tetapi, surat itu dinilai Giyanto sudah terlambat datangnya.

"Surat itu tertanggal 12 September. Padahal, survei pasar mestinya digelar di pekan pertama setiap bulan. Jadi praktis tidak akan ada survei harga pasaran lagi," terang Giyanto.

Giyanto menjelaskan hasil penghitungan KHL akan diusulkan Bupati Klaten ke Gubernur Jawa Tengah setelah mendapat rekomendasi dari hasil Sidang Dewan Pengupahan. Rencananya, usulan KHL itu akan disampaikan pada pekan pertama bulan Oktober. Oleh sebab itu, pihaknya memberi tenggat waktu hingga akhir September bagi SPSI untuk menandatangani hasil penghitungan KHL tersebut.

"Tanpa tanda tangan SPSI, kami tak bisa memberikan rekomendasi kepada Pak Bupati. Mau tidak mau, mereka harus menandatanganinya," ujar Giyanto.

Giyanto mengaku akan melayangkan surat undangan kepada SPSI Klaten untuk mengikuti Sidang Dewan Pengupahan pada akhir September ini. Dalam sidang itu, kata Giyanto, akan diputuskan bersama hasil pengitungan KHL.

"Kami meminta SPSI hadir dalam sidang itu. Silakan mengurus kepentingan sendiri, jangan membandingkan dengan kebijakan di daerah lain," pinta Giyanto.

Sementara itu, Ketua Konfederasi SPSI Klaten, Sukadi, membantah jika surat permohonan survei harga pasaran yang tanggal 12 September. Dia menegaskan bahwa surat itu dimasukkan sendiri olehnya tertanggal 4 September.
"Sebenarnya masih ada waktu untuk menyelenggarakan survei harga pasaran sekali lagi. Survei harga pasaran itu untuk melengkapi kekurangan yang terjadi pada survei-survei sebelumnya. Tetapi, mengapa hal ini dipersulit," kata Sukadi.

SPSI Klaten, kata Sukadi, akan konsekuen dalam mengambil sikap. Dia memahami jatuh tempo usulan KHL kepada Gubernur Jateng berakhir pada Oktober sehingga masih ada kesempatan untuk menggelar survei harga pasaran sekali lagi.

"Sebenarnya kami tidak ingin menolak menandatangani hasil penghitungan KHL. Kami hanya menginginkan adanya survei harga pasaran sekali lagi sebelum menandatanganinya," tutur Sukadi.

Niken Ari Purwanti 17 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/17/khl-akhir-september-spsi-klaten-ditenggat-teken-khl-329699
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Saturday, September 15, 2012

Karangetang Terus Beraktivitas, Warga Mulai Mengungsi

Gunung Berapi

Karangetang Terus Beraktivitas, Warga Mulai Mengungsi

Penulis : Jean Rizal Layuck | Sabtu, 15 September 2012 | 21:27 WIB

Dibaca:

KOMPAS/JEAN RIZAL LAYUCK Gunung Lokon

MANADO, KOMPAS.com -- Tak hanya Gunung Lokon yang erupsi, Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara, tak henti beraktivitas. Malah puluhan warga di kaki Gunung Karangetang mulai mengungsi menyusul tingginya aktivitas vulkanik Gunung Karangetang.

Warga merasa khawatir awan panas yang tiba-tiba menyergap dari letusan Karangetang. Gunung itu terletak sekitar 150 kilometer sebelah Utara Kota Manado.

Petugas pengamat Gunung Api Karangetang, Yudi Tatipang dihubungi, Sabtu (1 5/9) malam mengungkapkan kekhawatiran warga beralasan mengingat terjadinya eskalasi kenaikan letusan Karangetang dalam dua hari terakhir dan memuntahkan guguran lava dari puncak gunung ke sejumlah permukiman.

Menurut Yudi, aktivitas gunung Karangetang tak kunjung mereda meski telah hampir dua pekan menyemburkan material vulkanik debu dan lava pijar. Dari puncak gunung masih terlihat semburan api setinggi 20 meter.

Semburan Karangetang memunculkan pemandangan indah pada malam hari. Pijaran api yang keluar dari puncak gunung dapat dilihat dari pelabuhan laut Pulau Siau berjarak sekitar 30 kilometer. Warga menonton aktivitas Karangetang sampai larut malam.

Menurut Yudi, awan panas biasanya keluar dari letusan Karangetang apabila terjadi keretakan di mulut kawah atau kubangan dalam jumlah cukup besar.

Laporan diterima kemarin menyebutkan, warga dua desa yakni Desa Bebali dan Desa Tarorane telah meninggalkan rumahnya menuju tempat pengungsian berjarak dua kilometer. Pengungsian telah berlangsung sejak Selasa dengan jumlah pengungsi mencapai 70 orang.  

Sebagian pengungsi adalah wanita dan anak-anak, sedangkan kaum lelaki berjaga-jaga di rumah. "Istri dan anak-anak sudah mengungsi," kata Albert Sasiang, warga Bebali.

Wakil Bupati Sitaro Piet Kuerah telah meminta warga tiga kecamatan lingkar gunung Karangetang untuk mengungsi. Ia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian sekolah dan rumah ibadah.

15 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/15/21272676/Karangetang.Terus.Beraktivitas..Warga.Mulai.Mengungsi
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Friday, September 14, 2012

Anak Nelayan Dapat Beasiswa Ke Universitas Al Azhar

 LAMONGAN, KOMPAS.com - Anak nelayan asal Blimbing, Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Mohammad Hafif Hudoyo, akrab disapa Hafif lolos seleksi untuk mendapatkan beasiswa belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir dari Kementerian Agama RI. Saat ini, Hafif tercatat sedang menempuh kuliah semester II di Fakultas Dirasad Islamiyah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Dia akan mengulang dari awal perkuliahan di Fakultas Ushuludin Universitas Al Azhar. Ia akan berangkat 19 September mendatang dan mendapatkan beasiswa perkuliahan untuk program Sarjana (S1) selama empat tahun. "Saya harus mengikuti tes bersama sekitar 2.500 siswa lain se Indonesia yang kemudian hanya ada sekitar 600 yang lolos," tuturnya.

Sementara itu, Pegawai Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Ratna Kumaladewi menerima beasiswa double degree Program Pasca Sarjana Universitas KEIO Je pang dan Universitas Gadjahmada Yogyakarta. Dari Jawa Timur ada tujuh orang yang berangkat ke Jepang .  

Ia mendapatkan program beasiswa yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional untuk melanjutkan kuliah bidang kebijakan publik di Universitas KEIO Jepang dengan jurusan Public Policy (M.pp) . Peserta program harus menjalani serangkaian tes di Universitas Brawijaya Malang termasuk test potensial akademik (TPA) dan wawancara.

Sebelumnya, Ratna telah menyelesaikan kuliah S-2 di UGM Yogyakarta jurusan Perencanaan Wilayah dengan waktu 1,5 tahun dan telah mendapatkan gelar Magister Engineering (M.Eng). Selama kuliah di Jepang, Ratna mendapatkan biaya yang ditanggung oleh Bappenas sebesar 175.000 yen atau setara Rp 17,5 juta per bulan, ditambah uang dari Pemkab Lamongan sebesar Rp 750.000 per bulan. Total menjadi Rp 18,25 juta per bulan.

Bupati Lamongan, Fadeli berharap, Ratna maupun Hafif bisa memanfaatkan ilmunya untuk kemajuan Lamongan. Pemerintah Kabupaten Lamongan selama ini telah memberikan beasiswa untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Sampai dengan tahun 2011, sudah ada 1.494 mahasiswa yang telah menerima beasiswa. Khusus di Universitas Islam Lamongan sampai tahun 2011, ada  221 mahasiswa yang menerima beasiswa. Secara akumulatif tahun 2011 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan telah mencapai angka 70,13 atau berada pada tataran menengah atas.  

14 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/14/18100749/Anak.Nelayan.Dapat.Beasiswa.Ke.Universitas.Al.Azhar.
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Kafilah Rembang Sabet Juara Umum STQ Jateng

Penutupan STQ Jateng, Jumat (14/9/2012). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/SOLOPOS)

KARANGANYAR–Kafilah Kabupaten Rembang berhasil menyabet juara umum Seleksi Tilawatil Alquran (STQ) Jateng ke 22 dengan total mengumpulkan poin sebanyak 25. Sementara tim tuan rumah berada pada peringkat empat dengan 13 poin.

Sekretaris dewan hakim STQ, Saiful, mengatakan seluruh cabang dalam STQ telah rampung dipertandingkan selama empat hari. Setiap hakim yang menjadi juri di setiap cabang melakukan musyawarah untuk menentukan juara.
Sementara predikat juara umum ditentukan melalui total poin yang disumbangkan qori/qoriah setiap kafilah.
"Setiap qori/qoriah yang menjadi juara dihitung menggunakan sistem poin kemudian dijumlahnya sehingga juara umum akan ketahuan," ujarnya seusai acara penutupan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (14/9/2012).

Qori/qoriah yang menjadi juara I mendapat trophy Gubernur Jateng dan uang pembinaan senilai Rp2 juta. Juara II mendapat trophy Gubernur Jateng dan uang pembinaan senilai Rp1,5 juta. Sementara juara III mendapat trophy Gubernur Jateng dan uang pembinaan senilai Rp1 juta.

Para juara akan dibina untuk persiapan pengiriman utusan mewakili Jateng di STQ nasional di Bangka Tengah pada 2013. Dia berharap qori/qoriah dari Jateng dapat berprestasi di event tingkat nasional tersebut.

"Nanti ada pembinaan selanjutnya, yang terpilih akan mewakili Jateng pada STQ nasional," katanya.

Sementara Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, menyatakan agar para qori/qoriah dapat meningkatkan prestasi di event yang lebih tinggi. Kegiatan ini digelar untuk menyiarkan nilai-nilai Islam dan menjadi Alquran sebagai sumber petunjuk, motivasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dia mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang turut menyukseskan STQ Jateng ke 22. "Saya berharap dengan adanya STQ, masyarakat Karanganyar dapat mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Ahmad Mufid Aryono 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/09/14/kafilah-rembang-sabet-juara-umum-stq-jateng-328892
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Thursday, September 13, 2012

20 Sumber Air Gunungkidul Akan Didayagunakan, Anggaran Rp4 Miliar

ilustrasi

GUNUNGKIDUL—Sebanyak 20 titik sumber air di seluruh Gunungkidul akan didayagunakan untuk mengatasi persoalan kesulitan air bersih yang melanda kabupaten ini dari tahun ke tahun pada musim kemarau.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, pendayagunaan 20 sumber air itu menggunakan anggaran sebesar Rp4 miliar dari APBN. Immawan mengatakan persoalan kekeringan yang rutin melanda Gunungkidul setiap tahun memerlukan ada anggaran untuk mengangkat air, bukan hanya penyaluran air.

Belum lama ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan Surat Keputusan No.309/Kep/2012 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Surat itu dikeluarkan karena persoalan kekeringan di sejumlah kabupaten dan kota butuh penanganan serius.

Menurut Immawan, persoalan kekeringan kini telah dianggap lebih tepat, karena dianggap sebagai bagian dari bencana. "Diperlukan satu penanganan tidak hanya semata-mata pengiriman air tapi ada juga anggaran untuk pengangkatan air," kata Immawan.

Dia mengatakan kebijakan ini cukup bagus karena aspiratif untuk kepentingan masyarakat. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No.6/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)  Gunungkidul tahun 2010-2030, Gunungkidul memiliki 12 kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan. Sebagian besar kawasan itu terletak di Selatan Gunungkidul.

Kawasan itu adalah Kecamatan Purwosari, Panggang, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Girisubo,  Rongkop, Semanu dan sebagian Kecamatan Wonosari, Patuk dan  Gedangsari.

Tidak semua kecamatan yang tercantum dalam Perda itu mendapat penyaluran air dari pemerintah. Penyaluran air merupakan solusi jangka pendek yang ditawarkan pemerintah untuk mengatasi persoalan air bersih.

Berdasarkan nota Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul bernomor 460/753 diterangkan wilayah penyaluran air antara lain Kecamatan Girisubo (Desa Balong, Jepitu, Karangawen, Nglindur), Rongkop (Pucanganom, Karangwuni, Semugih, Petir, Pringombo), Tepus (Sumberwungu, Giripanggung).

Selain itu, Tanjungsari (Ngestirejo), Nglipar (Katongan, Natah, Pilangrejo, Kedungkeris, Nglipar, Pengkol, Kedungpoh), Ngawen (Jurangjero, Sambirejo, Tancep), Semin (Semin, Candirejo, Sumberejo, Kemejing) serta Panggang (Girisekar).

Gunungkidul memiliki sejumlah sumber air yang kini digunakan masyarakat secara luas antara lain sungai bawah tanah Bribin di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu dan Seropan di Kecamatan Ponjong.

Megaproyek pengangkatan air sungai bawah tanah Bribin itu menghabiskan dana miliaran rupiah yang berasal dari APBN, APBD DIY dan APBD Gunungkidul. Proyek itu juga bekerjasama dengan Universitas Karlsruhe Jerman

Namun, meskipun sudah ada megaproyek itu, Semanu masih mendapat penyaluran air dari pemerintah. Tahun ini Kecamatan Semanu masih digelontor anggaran Rp55 juta untuk penanganan kekeringan berupa pengiriman air bersih untuk warganya di tiga desa prioritas yakni Dadapayu, Pacarejo, dan Candirejo.

Sementara itu, warga yang menikmati air dari sungai bawah tanah Bribin, Tumiyah, 45, warga Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu mengatakan setiap bulannya dia dijatah minimal 10 meter kubik air. "Bayarnya sekitar Rp37.000 per bulan," katanya.

Air itu digunakannya untuk beraktivitas sehari-hari seperti mandi, memasak dan mencuci. Namun air itu tidak digunakan warga untuk pertanian. Warga dari kecamatan Ponjong, Purwito Rejo, 80, mengatakan menggunakan air dari Seropan.

"Tapi enggak digunakan untuk pertanian, karena hasilnya enggak cocok [sepadan]," katanya.

Dia berhenti menanam jagung serta sayuran karena air hujan belum turun. Diperkirakan musim kemarau ini berlangsung sampai akhir Oktober 2012.

Harian Jogja 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/harian-jogja/gunung-kidul/20-sumber-air-gunungkidul-akan-didayagunakan-anggaran-rp4-miliar-328617
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

AFJ Desak Pemkab Bantul Batalkan Pertunjukan Lumba-lumba

ilustrasi (muhamadindraweb.blogspot.com)

BANTUL—Animal Friend Jogjakarta (AFJ) mendesak Pemkab Bantul membatalkan pertunjukan lumba-lumba yang rencananya berlangsung Jumat (14/9) di Lapangan Dwiwindu.

Program Manager AFJ, Desy Angelina Pane, mengatakan AFJ sudah melayangkan permohonan audiensi dengan Bupati Bantul jauh hari sebelumnya. Namun, hingga sehari sebelum pentas digelar, pihaknya belum berhasil bertemu dengan Bupati.

Ia mengatakan saat ini justru terjadi aksi lempar tanggung jawab dari pemerintah kabupaten Bantul terkait permohonan pembatalan pertunjukan. Sebelum meminta bertemu Bupati, pihaknya disarankan untuk menghadap Satpol PP. Namun kemudian diarahkan ke Polres Bantul sebagai pemberi izin keramaian, lalu diarahkan lagi ke pemerintah desa yang kemudian menyarankan agar dilakukan audiensi dengan mengundang berbagai pihak. "Kami kecewa audiensi gagal, padahal Jumat ini acaranya sudah dimulai," ujarnya saat ditemui di kompleks Parasamya, Kamis (13/9).

Permohonan pembatalan acara tersebut, lanjutnya, didasari UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang melarang semua jenis satwa yang dilindungi sebagai aset komersial.

Pertunjukan lumba-lumba, lanjutnya, sudah jelas melanggar kesejahteraan satwa. AFJ juga mempertanyakan kelengkapan dokumen yang dimiliki penyelenggara. Bahkan, jika penyelenggara merupakan lembaga konservasi seharusnya tidak diperkenankan untuk mempertontonkan satwa dengan tujuan komersil dan sama sekali tidak ada nilai konservasi maupun edukasi.

AFJ sudah mengecek ke Balai Sumber Daya Alam (BSDA) untuk mengetahui kelengkapan dokumen persyaratan yang dimiliki penyelenggara. Hasilnya, penyelenggara belum mengirimkan beberapa dokumen persyaratan termasuk kondisi kesehatan satwa.

"Di beberapa negara, sirkus sudah dilarang. Saya harap pemkab Bantul bisa lebih tegas jika memang peduli terhadap upaya konservasi alam," tegasnya.

Harian Jogja 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/harian-jogja/bantul-2/afj-desak-pemkab-bantul-batalkan-pertunjukan-lumba-lumba-328594
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Menyimak Bakar Lobster Terbesar di Sail Morotai

Menyimak Bakar Lobster Terbesar di Sail Morotai

Penulis : Kontributor Halmahera, Anton Abdul Karim | Jumat, 14 September 2012 | 04:49 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/Anton Abdul Karim Menkokesra Agung Laksono saat menghadiri acara bakar lobster sebanyak 2.012 ekor.

MOROTAI, KOMPAS.com - Rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Sail Morotai 2012 berupa bakar Lobster raksasa dilaksanakan pada Kamis (13/9/2012) malam. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo menghadiri langsung acara tersebut didampingi Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua dan Wenny Paraisu.

Sejak Kamis Sore, kawasan pertokoan hingga ke areal tugu deklarasi Daruba, Morotai dipenuhi ribuan warga termasuk unsur jajaran Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Mereka menyiapkan peralatan untuk mensukseskan acara bakar Lobster terbanyak. Sebanyak 2.012 ekor Lobster disediakan dalam acara tersebut.

Hiruk pikuk warga yang memadati Daruba, Ibu Kota Kabupaten Pulau Morotai itu terdengar sejak petang. Diperkirakan tamu undangan termasuk warga yang menghadiri acara tersebut sebanyak 5.000 orang. Mereka menanti kehadiran Menkokesra, Menteri Kelautan dan Bupati Pulau Morotai untuk membuka acara tersebut.

Tepat pukul 21.00 WIT, rombongan Menteri tiba dan kegiatan bakar lobster pun dimulai. Tempat pembakaran disediakan oleh panitia dengan jarak kurang lebih 800 meter. Meski jumlah lobster yang disediakan hanya 2.012 ekor, para peserta yang membakar lobster tersebut berjumlah 2.236 orang. Terdiri dari utusan masing-masing SKPD Pulau Morotai serta sejumlah perwakilan dari berbagai desa yang ada di Morotai. Para peserta ini hanya membakar begitu saja.

Agung Laksono dan Syarif Cicip Sutardjo yang menghadiri acara turut serta membakar Lobsternya. Sedangkan yang menikmatinya adalah para tamu-tamu Sail Morotai seperti para Veteran PD II dari Amerika, Jepang dan Australia, para yachter peserta Rally Yacht, para undangan Sail Morotai baik dari luar maupun dalam negeri. Termasuk juga para wisatawan dari mancanegara.

Asap yang begitu tebal di malam hari tidak membuat ribuan orang beranjak dari lokasi pembakaran lobster. Ada yang ingin mencicipi lobsternya, ada pula yang hanya ingin berfoto-foto. Acara bakar lobster tidak semata untuk memeriahkan Sail Morotai. Acara ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada wisatawan maupun para investor bahwa lobster merupakan salah satu dari sekian banyak potensi kelautan yang ada di Morotai, Maluku Utara.

Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua mengatakan, lobster di Morotai merupakan lobster yang memiliki ukuran terbesar di Maluku Utara, bahkan terbesar di Indonesia. Hanya saja, ukuran lobster di Morotai dapat berubah-ubah sesuai kondisi alamnya.

"Biasanya pada bulan Februari, Maret April itu jenis lobster di Morotai lebih besar dari lobster biasa. Sedangkan di bulan-bulan lain ukurannya biasa saja. Itulah keunikan lobster yang ada di Morotai," kata Rusli Sibua.

Editor :

Hertanto Soebijoto

14 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/14/0449584/Menyimak.Bakar.Lobster.Terbesar.di.Sail.Morotai
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Monday, July 23, 2012

Buku Panduan Sholat Terbitan Polda 'Ngawur'  






, Palu - Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat, Pusat Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Habib Sayid Ali Bin Muhammad Aljufri meminta buku panduan "Memahami Bacaan Sholat" yang dikeluarkan oleh Masjid Nurul Ihsan Polda Sulawesi Tengah ditarik dari peredaran.

Menurut Ali, ditermukan beberapa kesalahan penulisan ayat di dalamnya. "Media internet saat ini menyediakan banyak rujukan dan tidak semuanya benar," katanya Senin, 23 Juli 2012.

Ali mencontohkan, ada yang bertanya soal hak waris, maka dijawab oleh ulama dengan menggunakan faraidh, lalu orang menelannya mentah-mentah. Jawaban itu benar, namun dalam Islam, ahli waris bisa membagi masing-masing setengah persen jika mereka bersepakat.

Sedangkan faraidh digunakan untuk ketidaksepakatan pembagian hak waris. Makanya, Ali meminta kepada semua pihak, khususnya Polda agar merujuk pada ulama yang terpercaya.

Ditemui terpisah, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Dewa Parsana mengaku berang dan menyesalkan atas tindakan anak buahnya yang menerbitkan buku bernuansa agama tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

"Jujur saya belum tahu ada buku seperti ini beredar dan yang bersangkutan sudah saya panggil dan saya tegur," kata Kapolda Dewa Parsana di ruang kerjanya.

Kapolda mengaku menghargai niat baik si penulis. Namun menurut dia, sebelum diedarkan, seharusnya buku bacaan shalat itu harus diketahui oleh instansi terkait dalam hal ini Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia setempat.

Kapolda telah memerintahkan kepada jajarannya untuk segera menarik seluruh buku itu untuk disempurnakan kembali oleh MUI agar bisa dibaca dan menjadi pedoman yang benar.

"Saya mewakili institusi Polda Sulawesi Tengah memohon maaf sebesar-besarnya kepada saudara-saudara muslim atas adanya buku tersebut," ujar Dewa.

DARLIS

Berita terpopuler lainnya:
Ini Isi Percakapan Hartati Murdaya dan Bupati Buol
Jokowi Tak Mau Didikte Partai Pengusungnya

3 Juta Lelaki Indonesia Kunjungi Pelacur

Hartati Murdaya, Sang Motor Penyokong SBY

Ini Jawaban Jokowi atas Kicauan @Triomacan2000

''Kekuasaan'' Bisnis Hartati Murdaya di Kehutanan 

Puluhan Kader Demokrat Akan Hengkang ke Nasdem





Orignal From: Buku Panduan Sholat Terbitan Polda 'Ngawur'  

Sunday, July 22, 2012

Ini Isi Percakapan Hartati Murdaya dan Bupati Buol






, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelisik keterlibatan konglomerat Siti Hartati Cakra Murdaya dalam kasus suap Bupati Buol, Amran Batalipu. Saat ini KPK telah menetapkan Amran dan dua direktur di perusahaan Hartati, sebagai tersangka. Majalah Tempo yang terbit Senin 23 Juli 2012 akan memuat sejumlah indikasi penting keterlibatan Hartati dalam kasus suap ini.  

Kepada Majalah Tempo, seorang sumber mengungkapkan ada sejumlah komunikasi langsung antara Hartati dan Bupati Buol, terkait pemberian "sumbangan". Pada akhir Juni 2012 lalu misalnya, setelah menerima paket tas berisi uang Rp 1 miliar dari utusan Hartati, Amran diduga menelepon taipan pengelola Pekan Raya Jakarta itu.

Kepada Hartati, Amran mengucapkan terima kasih karena telah dikirimi "bantuan". Selanjutnya, menurut sumber yang sama, Hartati diduga menawarkan tambahan uang Rp 2 miliar. Tapi ia mengajukan syarat, "Tolong yang tujuh puluh diurus." Tak jelas maksudnya, tapi sang sumber menduga angka yang disebut Hartati berhubungan dengan rencana perluasan kebun sawit Hardaya hingga 70 ribu hektare di Sulawesi Tengah.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain tidak mau berkomentar soal sahih tidaknya informasi ini. Hartati sendiri berulangkali membantah tudingan ada pemberian suap kepada Amran. Atmajaya Salim, kuasa hukum Hartati, juga menyangkal ada percakapan telepon antara kliennya dan Amran. "Tidak mungkin ada," ujarnya. "Ibu Hartati tidak tahu nomor telepon seluler Amran."

SETRI YASRA | RUSMAN PARAQBUEQ | AYU PRIMA SANDI

Berita Terpopuler:
Jokowi Nasi Bungkus, Foke Cumi Saus Tiram

Apa Kata Luna Maya dan Cut Tari, Ariel Bebas

Bergaji Rp 25 Juta, Anggota Dewan Kehabisan Uang

Akbar Tandjung Minta Ical Relakan Kalla

Jika Dipecat, Kalla Malah Untung

Bandara Soekarno-Hatta Akan Dilengkapi Mesin Canggih Ini

Inilah Alasan Mengapa Pria Tertidur Pasca-Seks

Ini Konser Ariel ''Peterpan'' Selama Dibui 

Kata Hotman Paris Soal Cut Tari Dituntut Kembali

Kisah Politik di ''Habibie Ainun'' Dipotong  





Orignal From: Ini Isi Percakapan Hartati Murdaya dan Bupati Buol

Sunday, July 15, 2012

Anas Urbaningrum Pakai Kaus Masdem  






, Blitar- Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menggelar jalan sehat di kota kelahirannya, Blitar, Jawa Timur. Kepada khalayak dia menyatakan memiliki strategi khusus untuk memenangkan Foke pada pemilihan gubernur putaran kedua nanti.

Ada yang menarik dari penampilan Anas. Dia tampak mengenakan kaus biru bertuliskan "MAS-DEM (Masih Demokrat)". Dari kejauhan tulisan itu tampak menyerupai nama partai politik pimpinan Surya Paloh. Sayang Anas enggan menjelaskan soal tulisan tersebut.

Berbaur dengan kader Demokrat dan masyarakat umum, Anas Urbaningrum tampak akrab saat mengikuti jalan sehat di lapangan Kelurahan Sanan Wetan Kota Blitar, Ahad siang, 15 Juli 2012. Sesekali dia mengajak ngobrol orang-orang di sekitarnya sambil mengumbar senyum. Hal ini berbeda dengan sikapnya yang menutup diri menjelang pemeriksaan KPK terkait dengan kasus Hambalang beberapa waktu lalu.

Usai mengakhiri jalan sehat dengan teman sekolahnya dan masyarakat, Anas menyediakan diri menerima wawancara wartawan. "Masa depan Jakarta akan lebih terjamin kalau Fauzi-Nahrowi diberi amanah," kata Anas soal pemilihan gubernur DKI putaran kedua, Ahad 15 Juli 2012.

Dia mengaku memiliki strategi khusus untuk memenangkan pasangan itu. Namun hal itu disimpan untuk dilancarkan pada waktu yang tepat.

Alumnus Pondok Pesantren Al-Kamal Kunir, Blitar, ini juga mengatakan bahwa proses pemilihan putaran pertama kemarin berjalan demokratis. Kalaupun sempat terjadi saling serang antardua kubu pasangan, hal itu dinilai wajar dalam pemilihan.

HARI TRI WASONO

Berita lain:
Liputan Khusus Pemilihan Gubernur DKI Jakarta

Jokowi dan Foke Pesan 40 Ribu Kaos ke Bandung
Kubu Foke Akan Tiru Strategi Jokowi?

Pilkada Putaran Kedua, PKS Bakal Galau

Tim Foke: Kami Tak Akan Jiplak Gaya Jokowi

Megawati Kehilangan Avanza di Monas

Fauzi Bowo Temui Petinggi PKS

Gaya Dahlan Iskan ''Kerjai'' Bupati Subang





Orignal From: Anas Urbaningrum Pakai Kaus Masdem  

Sunday, July 8, 2012

Keraton Yogya Tampilkan Pusaka Kepada Presiden Cek






, Yogyakarta -Presiden Republik Cek Vaclav Klaus beberapa hari ini berada di Indonesia. Dia negerinya langsung terbang lebih dulu ke Yogyakarta. 

Setelah mendarat di Bandara Adisucipto sekitar pukul 10.45 WIB, bersama delegasinya, Presiden Vaclav Klaus mengunjungi Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Dia berada di kompleks candi itu bersama Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng dan Bupati Sleman Sri Purnomo. 

Lawatan Presiden Vaclav Klaus lalu menuju Keraton Yogyakarta. Di keraton, dia dipandu secara langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi istri GKR Hemas serta para putri-putrinya, Minggu 8 Juli 2012. 

Dalam kunjungan singkat sekitar setengah jam tersebut, Sultan dan keluarganya menjadi guide dan memberikan penjelasan secara langsung seluruh isi dan sudut keraton hingga koleksi keris pusaka dan tombak di Tratag Bangsal Kencono Keraton.

Sultan sendiri yang menjelaskan kepada Klaus koleksi benda keraton seperti yang tertuang dalam Banyak Dalang Sawung Galing Harda Walita Kacu Mas yang terbuat dari emas murni. Barang-barang tersebut diantaranya berupa patung hewan seperti Banyak (Angsa), Naga dan Ayam Jantan.

"Banyak Dalang Sawung Galing itu menjadi simbol harapan dimana Raja yang bertahta memiliki sifat-sifat yang tersimpan dari benda-benda tersebut seperti ketegasan dan mengayomi," kata Juru Bicara Pemprov DIY, Kuskasriati yang turut hadir dalam kesempatan kunjungan negara tersebut.

Selain mendapat penjelasan dari pusaka-pusaka yang dikeluarkan dan dipajang berjejer di atas meja dengan tetaburan bunga itu, Sultan juga menjelaskan kepada Klaus mengenai fungsi-fungsi ruang yang ada di kompleks keraton, mulai bagian utama seperti Bangsal Kencono tempat menyambut tamu VVIP hingga tempat khusus pendopo tempat para abdi dalem memainkan karawitan setiap tamu datang. 

Dalam sesi perjalanan mengitari kompleks Keraton sore itu, tiba-tiba Presiden Klaus terpaku pada bebunyian gamelan yang mengalun pelan agak jauh dari tempatnya berdiri. Lantas dia bertanya kepada Sultan soal kegiatan karaitan di kompleks itu.

Klaus pun lantas mendekati para pengrawit yang tengah bermain irama Gending Monggang dari perangkat Guntur Laut dan berdiam sejenak untuk mendengarkan musik yang ditabuh para abdi.

"Gending Monggang ini khusus ditabuh ketika Ngarsa Dalem atau Presiden keluar. Ini khusus untuk menyambut tamu agung," kata Kuskasriati.

Sultan HB X seusai mengantar tamunya keluar mengaku tidak ada pembicaraan khusus dengan Presiden Vaclav Klaus. Menurutnya, kunjungan hanya singkat karena besok pagi Presiden Klaus diagendakan bertemu dengan Presiden SBY di Jakarta. "Waktunya hanya singkat karena sore ini harus ke Jakarta besok harus bertemu Presiden," kata dia.

Menurut Sultan, kunjungan yang dilakukan hanya untuk melihat sejumlah benda koleksi. Hal tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat hubungan yang telah terbangun selama 10 tahun terakhir antara DIY dengan Republik Cek. 

Kerjasama yang telah terbangun selama ini lebih ke arah budaya. "Budaya itu macam-macam tidak harus seni, bisa juga pendidikan," katanya. Sultan berharap kerjasama dengan Republik Cek saat ini yang bisa diperdalam adalah memperkuat basis Teknologi Informasi di Yogyakarta.

PRIBADI WICAKSONO





Orignal From: Keraton Yogya Tampilkan Pusaka Kepada Presiden Cek

Saturday, July 7, 2012

APBN dan APBD Tidak Boleh Beli Buah Impor


KEDIRI, -Menteri Pertanian Suswono telah meminta gubernur dan bupati/walikota seluruh Indonesia untuk tidak menggunakan anggaran APBN maupun APBD untuk membeli komoditas pertanian seperti buah dan sayur impor.

Permintaan itu dilakukan secara tertulis kepada para gubernur dan bupati/walikota. Langkah itu dilakukan Mentan sebagai upaya melindungi pasar domestik dari serbuan buah dan sayur impor. "Kalau sekali-kali mencicipi buah impor seperti kiwi, anggur karena kita tidak memproduksi sendiri boleh. Tapi kalau buah yang sudah mampu kita produksi kenapa harus impor," kata Suswono, Sabtu (7/7/2012) di Kediri, Jawa Timur.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sudah menerapkan itu. Dari upaya yang dilakukan pemerintah tersebut, setidaknya akan menggiatkan petani untuk berproduksi. Apa yang dilakukan ini sejalan dengan penguatan pasar domestik. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengetatan impor produk buah dan sayur. <!--Baca Juga Lipsus Asuransi 2011 Kompas.com -->








































Orignal From: APBN dan APBD Tidak Boleh Beli Buah Impor

Tuesday, July 3, 2012

Tukang Koran Ini Sumbang Rp 6 Ribu buat Gedung KPK






, Jakarta - Menenteng setumpuk koran pagi, pria itu mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa siang, 3 Juli 2012. Faisal, pria itu, langsung merogoh saku celana sesampainya di depan sebuah wadah kaca yang tercogok di lantai 1 gedung KPK.

Enam lembar ribuan lecek ia cempulungkan ke dalam wadah yang hampir penuh terisi duit. "Ini keuntungan saya hari ini menjual koran sebesar Rp 6 ribu," kata pria 40 tahun ini.

Faisal adalah segelintir rakyat yang ikut saweran pembangunan gedung baru KPK. Sumbangan mengalir setelah Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat tak kunjung mengetokkan palu pencairan anggaran pembangunan gedung. Diajukan sejak 2008, anggaran selalu dijegal politikus Senayan.

Sejumlah aktivis antikorupsi lantas membentuk Koalisi Saweran Gedung KPK. Belum sepekan, Koalisi telah mengumpulkan lebih dari Rp 130 juta. Tak hanya duit, Koalisi juga mendapatkan kiriman barang. Salah satunya, pintu besi dari seorang warga Solo, Jawa Tengah, Senin lalu. 

Faisal tergerak ikut menyumbang lantaran geram dengan korupsi. "Ini dari inisiatif pribadi. Saya dukung gedung KPK baru untuk membersihkan korupsi di indonesia," katanya.

Sehari-hari ia menjajakan korannya di sepanjang warung belakang gedung KPK. Dalam sehari, paling banyak ia menangguk untung Rp 50 ribu. Siang tadi, ia baru memperoleh Rp 6 ribu. Kendati begitu, kata pria itu, "Saya ikhlas.

Masih dengan tumpukan koran di tangannya, ia meninggalkan gedung. Meski hari menjelang sore, Faisal mengatakan harus kembali menjajakan sisa koran yang belum laku. "Saya geram terhadap koruptor," katanya bersungut-sungut. "Negeri ini hancur karena korupsi."

TRI SUHARMAN | TARI OKTAVIANI

Baca juga:
Bupati dan Anggota DPRD Bogor Sumbang KPK
KPK Diimbau Laporkan Dana Saweran Gedung  
Warga Bandung Ikut Sumbang Gedung KPK
Warga Bandung Galang Dana untuk Bangun Gedung KPK  
Aktivis Brebes Galang Dana dan Tukang untuk KPK
Masyarakat Makassar Kumpulkan Batu Bata untuk KPK





Orignal From: Tukang Koran Ini Sumbang Rp 6 Ribu buat Gedung KPK

Friday, June 29, 2012

Muqowwam: Untung Bukan Ayat Quran yang Dikorupsi






TEMPO.CO, Jakarta - Politikus PPP di Komisi Politik DPR, Ahmad Muqowwam, berharap tak ada kader Partai Persatuan Pembangunan yang terlibat korupsi. Namun Ketua Panitia Khusus Randangan Undang-Undang Desa ini masih bisa berkelakar soal korupsi proyek pengadaan Al-Quran. "Untung bukan ayat Al-Quran yang dikorupsi," ucapnya, Jumat, 29 Juni 2012.

KPK telah menetapkan politikus partai Golkar Zulkarnaen Djabbar sebagai tersangka kasus ini. Ia adalah anggota Badan Anggaran DPR. Tadi pagi, petugas KPK menggeledah rumah Zulkarnaen di Bekasi untuk mencari petunjuk dan barang bukti. Penggeledahan disebut-sebut juga dilakukan di kantor Kementerian Agama.

Pengadaan kitab suci yang belakangan bermasalah itu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012. Anggaran ini dibahas di DPR sejak sekitar Februari 2011 lalu disahkan pada Juni.

"Sprindik (surat petintah penyidikan) sudah ditandatangani (oleh pemimpin KPK), tersangkanya ZD," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pada Kamis malam, 28 Juni 2012. Namun, Bambang belum menerangkan berapa nilai proyek berikut kerugian negaranya.

Partai Persatuan Pembangunan sudah menegaskan akan memecat kader mereka apabila terindikasi korupsi dalam kasus itu.

JOBPIE SUGIHARTO

Berita Terkait
PPP Akan Pecat Kader yang Korupsi Proyek Al-Quran 

Ketua Komisi Agama Mengaku Tak Tahu Kasus Al-Quran  

KPK Geledah Rumah Zulkarnaen Djabar

KPK Tetapkan Bupati Buol Sebagai Tersangka

Alasan Golkar Percepat Pencalonan Ical untuk RI-1

KPK Bidik Tersangka Korupsi Pengadaan Al-Quran


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 







Orignal From: Muqowwam: Untung Bukan Ayat Quran yang Dikorupsi