Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts

Saturday, September 22, 2012

Tokoh Lintas Agama Bahas Film Innoncence of Muslims

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Tokoh Lintas Agama Bahas Film ''Innoncence of Muslims''

Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Sabtu, 22 September 2012 | 17:10 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/Achmad Faizal Tokoh lintas agama Jatim membahas film 'Innoncence of Muslims' di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Surabaya, Sabtu (22/9/2012).

SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan tokoh lintas agama Surabaya berkumpul di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya di Jalan Bubutan, Sabtu (22/9/2012). Mereka menggelar diskusi membahas film kontroversial yang dinilai menghina umat  Islam yakni ''Innoncence of Muslims''.

Menurut Ketua Ikatan Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Jatim, Muhammad Zaki, selain untuk menggali pandangan dari berbagai sudut pandang agama tentang film ''Innoncence of Muslims'', diskusi itu untuk menyamakan visi bahwa dalam film yang tersebar di dunia maya itu merupakan penistaan simbol agama.

''Bagi umat muslim, Nabi Muhammad SAW adalah figur suci yang sangat dihormati, umat muslim bahkan meyakini bahwa nabi terakhir tersebut adalah nabi suci yang dijaga dari perbuatan dosa,'' katanya kepada wartawan.

Semua umat beragama memiliki simbol yang disakralkan, dan simbol itu harusnya dihormati oleh pemeluk agama lain, sesuai prinsip saling menghormati yang diajarkan di masing-masing agama.

''Pelecehan simbol agama tertentu sama saja melecehkan simbol semua agama,'' tandasnya.

Hadir dalam diskusi tersebut selain IKUB, perwakilan dari Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI), Budhayana, Gereja Kristen Indonesia (GKI), Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya, serta kalangan akademisi dari Fakultas Ushuludin IAIN Surabaya.

22 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/22/17104784/Tokoh.Lintas.Agama.Bahas.Film.Innoncence.of.Muslims.
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Friday, August 10, 2012

Candra Malik dan Trie Utami Kumandangkan 'Syahadat Cinta' di Katedral

Jakarta - Mungkin ini yang disebut sebagai berkah Ramadan. Suasana damai penuh ekspresi toleransi. Sampai-sampai lagu religi islami pun bisa berkumandang di sebuah gereja.

Itulah yang terjadi di Gereja Katedral Keuskupan Surabaya ketika sufi Candra Malik dan kelompok musik Kiai Menur datang berkunjung, Kamis (10/8/2012) pukul 11.00 WIB. Candra yang baru saja merilis album 'Kidang Sufi' itu juga mengajak serta rombongan artis dan musisi dari Jakarta.

"Kami telah mengunjungi Gereja Katedral Keuskupan Surabaya membawa pesan damai, cinta kasih, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kebebasan beragama," ujar Candra yang datang bersama rombongan yang terdiri dari Trie Utami, John Paul Ivan, dan Anji.

"Di Gereja Katedral, saya dan Trie Utami menyanyikan lagu Syahadat Cinta dari album religi saya Kidung Sufi diiringi whirling dance atau tarian sufi berputar, dilanjutkan dengan lagu Ave Maria dan Shalawat Nabi," demikian Candra Malik mengabarkan kepada detikhot.

Turut hadir pula penyanyi folk kondang asal Surabaya Leo Kristi. Kedatangan mereka disambut Romo Didik dan masyarakat sekitar. Dari katedral, Candra Malik dan rombongan akan melanjurkan aksinya di Ciputra World Mall, Surabaya pukul 19.00 WIB malam nanti.

Di sana mereka akan mengadakan konser bertajuk "Keberagamaan dalam Keberagaman". Dalam pergelaran yang terbuka gratis itu, Candra Malik akan membawakan lagu-lagu hits-nya seperti 'Kidung Sufi', 'Samudera Cinta' dan 'Seluruh Napas'.

(mmu/mmu)

10 Aug, 2012


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/590264/s/223ebda6/l/0Lhot0Bdetik0N0Cmusic0Cread0C20A120C0A80C10A0C150A8490C19883980C2280Ccandra0Emalik0Edan0Etrie0Eutami0Ekumandangkan0Esyahadat0Ecinta0Edi0Ekatedral/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Wednesday, August 8, 2012

'Cinta Suci Zahrana' Bikin Miller Taat Salat

Jakarta - Aktor asal Malaysia Miller mendapat pengalaman berbeda saat melakoni syuting film terbarunya, 'Cinta Suci Zahrana'. Miller mengaku menjadi lebih rajin salat selama syuting.

"Syuting film pasti nggak seperti biasanya. Waktu salat dan semuanya ya lebih tepat waktu," ujarnya saat ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2012) malam.

Miller mengungkapkan, 'Cinta Suci Zahrana' merupakan film religi pertamanya. Dalam film itu, Miller beradu akting dengan Meyda Sefira.

"Mereka sangat kooperatif. Mereka sudah senior-senior untuk di bidang religi, jadi mereka sudah terbiasa, sudah paham banget sih," ucapnya.

Miller pun sangat terkejut bisa mendapatkan perannya di film yang diadaptasi dari novel karya Habiburrahman el-Shirazy itu.

"Ini kejutan banget. Waktu 'Ayat-ayat Cinta' itu mau ikut kan tapi nggak dapat, benar-benar ngikutin casting-nya dan kompetitif," jelasnya.

(hkm/hkm)

08 Aug, 2012


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/590264/s/2229d05a/l/0Lhot0Bdetik0N0Cmovie0Cread0C20A120C0A80C0A80C1435580C19863240C2290Ccinta0Esuci0Ezahrana0Ebikin0Emiller0Etaat0Esalat/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Si Cantik Citra Kirana Ketagihan Main Film

Jakarta - Bintang sinetron Citra Kirana melakoni debut layar lebarnya lewat film 'Cinta Suci Zahrana'. Citra pun mengaku mendapatkan kenikmatan yang berbeda yang tak didapatnya dari sinetron.

Saat ditemui di jumpa pers peluncuran film religi tersebut di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2012) malam, Citra mengungkapkan bahwa dirinya sangat ingin bisa main film lagi.

"Pingin bisa main film lagi, peran apa aja deh," tutur gadis 18 tahun itu.

Menurutnya, berakting di film layar lebar tekanannya lebih berat ketimbang di sinetron. Ia pun mendapat ilmu baru setelah terlibat dalam film 'Cinta Suci Zahrana'.

"Kalau di film harus perfect. Ada latihan dulu, diskusi. Jadi proses lebih panjang," ucap pemeran tokoh Nina di film itu.

(hkm/hkm)

08 Aug, 2012


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/590264/s/2229b866/l/0Lhot0Bdetik0N0Cmovie0Cread0C20A120C0A80C0A80C140A0A50A0C19862540C2290Csi0Ecantik0Ecitra0Ekirana0Eketagihan0Emain0Efilm/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tantangan Meyda Sefira Tampil di 'Cinta Suci Zahrana'

Jakarta - Setelah 'Dalam Mihrab Cinta', aktris Meyda Sefira kembali menyuguhkan kemampuan aktingnya lewat film religi 'Cinta Suci Zahrana'. Meyda mengaku mendapat tantangan yang cukup berat dengan perannya itu.

Dalam film itu, Meyda beradu akting dengan Miller Khan. Perempuan berusia 24 tahun itu memerankan tokoh utama Dewi Zahrana.

"Tokohnya sepuluh tahun lebih tua daripada saya. Dari psikologi aja udah beda banget dari saya sebenarnya," tuturnya saat ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2012) malam.

Tantangan ini merupakan tanggung jawab saya untuk mengubah karakter saya yang sebenarnya jadi Zahrana," lanjutnya.

Meyda mengungkapkan, karakter Dewi Zahrana berbanding 180 derajat dari karakternya sehari-hari. Menurutnya, karakter itu sangat keras kepala.

"Dia juga lebih introvert. Karena dia ingin berlindung dari pertanyaan ibunya dan ayahnya 'kapan menikah?'," terangnya.

(hkm/hkm)

08 Aug, 2012


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/590264/s/22292482/l/0Lhot0Bdetik0N0Cmovie0Cread0C20A120C0A80C0A80C1335360C19862330C2290Ctantangan0Emeyda0Esefira0Etampil0Edi0Ecinta0Esuci0Ezahrana/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Wednesday, August 1, 2012

Jakarta Islamic Center, Menghapus Wisata Jahiliyah Menjadi Wisata Ruhiyah

 
 
Jakarta - Anda yang sudah lama tinggal di Jakarta, mungkin pernah mendengar nama 'Kramat Tunggak'. Mendengar nama itu, pastilah yang terbayang adalah dunia prostitusi. Tapi itu cerita lama. Kini kawasan itu telah berubah, dari kawasan hitam wisata maksiat menjadi kawasan wisata ruhani, karena di atasnya telah berdiri kokoh Jakarta Islamic Center (JIC).

Ya, sekilas sejarah. Kawasan prostitusi 'Kramat Tunggak' sangat populer keberadaannya di tahun 1970 hingga 1980-an. Tidak saja bisnis prostitusi yang menggeliat di kawasan ini. Bisnis perjudian pun tak kalah maraknya. Maklum, lokalisasi prostitusi dan judi di kawasan ini tumbuh karena mendapat legalisasi dari gubernur DKI Jakarta ketika itu, Ali Sadikin. Tujuannya untuk mengendalikan penyebaran bisnis judi dan prostitusi di Jakarta.

'Kramat Tunggak' adalah nama sebuah Panti Sosial Karya Wanita (PKSW) Teratai Harapan Kramat Tunggak, yang terletak di jalan Kramat Jaya RW 019, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kotamadya Jakarta Utara. Areal tersebut tepatnya menempati lahan seluas 109.435 m2 yang terdiri dari sembilan Rukun Tetangga (RT).

Kemasyhuran Kramat Tunggak saat itu bahkan hingga Asia Tenggara, dikenal sebagai pusat 'jajanan' terbesar bagi kaum hidung belang. Pada awal pembukaannya tahun 1970-an, terdapat 300 orang Pekerja Seks Komersil (PSK). Dan menjelang ditutupnya pada tahun 1999, jumlahnya mencapai 1.615 orang PSK. Artinya, lokalisasi ini tumbuh dan berkembang dengan pesat yang akhirnya menimbulkan masalah baru pada masyarakat di lingkungan sekitarnya dan sekaligus citra Jakarta yang tidak bisa dipisahkan dari sejarahnya sebagai sebuah kultur Betawi yang sangat identik sebagai komunitas Islam yang terbuka, bersemangat multikultur, toleran dan sangat mencintai Islam sebagai identitas utama kebudayaan mereka.

Kondisi jahiliyah Kramat Tunggak yang demikian menimbulkan desakan banyak kalangan masyarakat, terutama warga sekitar untuk segera menutup kawasan maksiat tersebut. Hingga pada 31 Desember 1999, lokalisasi Kramat Tunggak akhirnya secara resmi ditutup melalui SK Gubernur KDKI Jakarta No. 6485/1998.

Setelah ditutup, banyak gagasan yang muncul dari masyarakat untuk mengubah area tersebut menjadi kawasan yang positif. Ada yang mengusulkan pembangunan pusat perdagangan (mall), perkantoran dan lain sebagainya. Namun Gubernur Sutiyoso ketika itu memiliki ide lain, yaitu membangun Islamic Centre. Sebuah ide yang cemerlang yang menyatukan kelompok-kelompok lain yang awalnya berbeda-beda.

Setelah pembahasan cukup panjang dengan seluruh pemangku kepentingan baik di pemerintahan provinsi maupun tokoh masyarakat, dan pematangan perencanaan, akhirnya dikeluarkanlah SK Gubernur KDKI No 99/2003 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre). Selanjutnya pada tahun April 2004, Badan Pengelola Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamci Centre) diangkat/dilantik melalui SK Gubernur KDKI Jakarta No. 651/2004.

Saat ini, kondisinya sudah berubah 180 derajat. Bangunan megah yang juga dijadikan sebagai pusat pendidikan agama Islam itu telah menjelma menjadi kebanggaan warga sekitar dan warga Jakarta pada umumnya.
Mengunjungi Jakarta Islamic Center (JIC), tak akan sedikitpun terkesan nuansa 'panas' ataupun kesan maksiat sebagaimana sebelumnya.

Selain sebagai pusat pendidikan agama Islam, JIC juga menawarkan potensi wisata religi yang berada di wilayah Jakarta Utara. Bahkan, keberadaan JIC juga termasuk dalam program 12 destinasi wisata pesisir yang menjadi andalan Pemkot Administrasi Jakarta Utara di bidang pariwisata.

JIC menjadi sarana rekreasi untuk menambah wawasan. Karena di dalamnya dilengkapi dengan sebuah perpustakaan yang sangat nyaman dengan koleksi berbagai macam referensi buku-buku Islam yang cukup lengkap.


*dikutip dari berbagai sumber
( rmd / rmd )

Tuesday, July 31, 2012

Nabi Muhammad SAW Di Mata James A. Michener


Michener adalah seorang penulis yang berasal dari Amerika yang lahir pada 3 Februari 1907. Salah satu karya besar dari Michener adalah 'Tales of the South Pacific' yang memenangkan penghargaan Pulitzer untuk fiksi pada tahun 1948.

Dalam bukunya yang berjudul 'Islam: The Misunderstood Religion' ia menulis:

“Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil, dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.

Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi-sembunyi dan ragu-ragu karena menyadari kelemahannya. Tapi “membaca” adalah perintah yang diperolehnya, dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: 'Tiada tuhan selain Allah'.

Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan umatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: ‘Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.’

Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar -red) menepis keingingan umatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa; ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Allah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya.”

Nabi Muhammad SAW Di Mata Edward Gibbon


Edward Gibbon adalah seorang sejarawan Inggris yang lahir pada 16 Januari 1794. Selain itu ia juga pernah menjadi anggota parlemen. Karyanya yang paling populer adalah 'The History of the Decline and Fall of the Roman Empire' yang dipublikasikan dalam 6 volume di pada tahun 1776 dan 1788.

Dalam pidatonya yang bertajuk “Profession of Islam”, ia mengatakan:

“Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama.” ( rmd / rmd )

Nabi Muhammad SAW Di Mata Will Durant


Will Durant adalah seorang filosof dan sejarawan yang berasal dari Amerika Serikat. Durrant lahir pada 5 November 1885. Ia terkenal dengan tulisannya 'The Story of Civilization' dalam 11 volume yang dipublikasikan antara tahun 1935 dan 1975. Ia sebelumnya terkenal dengan tulisannya yang berjudul 'The Story of Philosophy' yang ditulis pada tahun 1926 yang disebut-sebut membantu kepopuleran dunia filsafat.

Dalam dua buku sejarahnya, ia menulis:

“Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang padang pasir kering dan kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh sejumlah kaum Arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka sangat banyak. Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab ini pula telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau menghapus segala macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah agama yang sederhana tapi kokoh dan terang benderang yang dibangun di atas dasar keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah Alquran dan tak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan pengaruh dan daya tariknya.” ( rmd / rmd )

Nabi Muhammad SAW Di Mata Gustave Le Bon


Le Bon adalah seorang psikolog sosial Perancis yang lahir pada 7 Mei 1841. Karya psikologi massa menjadi penting pada patuh pertama abad ke-20 ketika digunakan oleh para peneliti media seperti Hadley Cantril and Herbert Blumer untuk menggambarkan reaksi kelompok subordinat kepada media. Ia juga merupakan salah seorang yang mempopulerkan teori bawah sadar yang kritis selama pembentukan teori baru dalam aksi sosial.

Dalam bukunya yang berjudul 'Peradaban Islam dan Arab'(terjemahan, red), ia berkata:

“Jika kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa di antara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama. Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah. Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah dibersihkan. Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap menunjukkan sikapnya yang lurus.” ( rmd / rmd )

Nabi Muhammad SAW Di Mata Thomas Carlyle


Thomas Carlyle yang lahir pada 4 Desember 1795 adalah seorang penulis sekaligus sejarawan asal Skotlandia. Ia berasal dari keluarga Kristen yang agamis. Pada awalnya diharapkan mengikuti jejak orangtuanya dan menjadi pendeta. Tapi ketika kuliah di Universitas Edinburgh, ia berhenti menjadi orang percaya (menjadi atheis). Walaupun demikian, nilai-nilai calvinisme tetap ia pertahankan hingga akhir hidupnya. Kombinasi antara temperamen religius ini dengan hilangnya iman kepercayaannya terhadap kekristenan tradisional membuat karya-karya Carlyle menarik untuk orang-orang pada zaman Victoria yang sedang bergumul dengan perubahan politik dan ilmu pengetahuan yang mengancam hierarki sosial tradisional mereka.

Dalam bukunya yang berjudul “His Heroes and Heroworship”, Carlyle mengungkapkan,

“Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Badui) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade. Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia. Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa masih ada saja orang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong dan Muhammad adalah penipu.

Saudaraku, apakah kalian pernah menyaksikan, dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan sebuah agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia? Saya yakin bahwa manusia harus bergerak sesuai dengan UU dan logika. Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa manusia besar ini adalah seorang pembohong. Karena pada kenyataannya, kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya dan pondasi semua sifat utamanya.

Pandangan yang kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus, kecerdasan, kecermatan, dan pengetahuannya akan kemaslahatan umum, merupakan bukti-bukti nyata kepandaiannya. Kebutahurufannya justru memberikan nilai positif yang sangat mengagumkan. Ia tidak pernah menukil pandangan orang lain, dan ia tak pernah memperoleh setetes pun informasi dari selain-Nya. Allah-lah yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini. Sejak hari-hari pertamanya, ia sudah dikenal sebagai seorang pemuda yang cerdas, terpercaya dan jujur. Tak akan keluar dari mulutnya suatu ucapan kecuali memberikan manfaat dan hikmah yang amat luas.

Hati manusia mulia putra padang pasir ini penuh dengan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajarannya terjauh dari semangat egoisme, dan pandangan-pandangannya bersih dari ketamakan kepada pangkat kedudukan duniawi. Saya mencintai Muhammad dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat jauh dari tipu muslihat dan basa-basi."

Nabi Muhammad SAW Di Mata Michael H Hart


Michael H Hart adalah seorang guru besar astronomi dan fisika perguruan tinggi di Maryland, Amerika Serikat. Pada tahun 1978, pria kelahiran 28 April 1932 ini menulis buku berjudul 'The 100'. Buku ini memuat 100 tokoh yang memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. Konsep buku ini secara luas banyak ditiru. Dalam buku ini, Hart menempatkan Muhammad di peringkat pertama daftar '100 Tokoh yang Berpengaruh di Dunia'.

Dalam bukunya, Hart berkata:
"Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya yang sukses baik dalam tataran sekuler maupun agama," (hlm. 33)

"Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar."
"Lamar Tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: ‘Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.

"Sementara Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa. Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan keghaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filosof yang juga seorang orator, prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”
( rmd / rmd ) 

Nabi Muhammad SAW Di Mata Mahatma Gandhi


Mahatma Gandhi adalah tokoh kemerdekaan India dari Inggris dengan gerakan anti kekerasan. Pergerakannya ini memberikan insipirasi kepada rakyat di koloni-koloni lain untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Karena ajaran Gandhi tentang 'ahimsa' (non-kekerasan), Inggris dan India melaksanakan pengalihan kekuasaan secara paling bersahabat dari si penjajah kepada yang terjajah dalam sejarah.


“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia. Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (buku biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung." ( rmd / rmd )