Thursday, September 13, 2012

Manajemen PSIM Sayangkan Keputusan Mundur HS

Haryadi Suyuti (JIBI/Harian Jogja/dok)

JOGJA—Manajemen menyayangkan pernyataan Haryadi Suyuti yang menyatakan siap mundur dari kursi Ketua Umum PSIM lantaran terbentur persoalan regulasi.

Direktur Teknik PSIM Dwi Irianto, kepada Harian Jogja mengakui, ia berharap Haryadi Suyuti tetap bertahan. Ia menandaskan, sosok Haryadi memang pantas. Pasalnya, berkaca dari perjalanan PSIM musim kompetisi 2011/2012 lalu, terlebih dengan kondisi keuangan PSIM yang karut-marut di akhir kompetisi, ia tak bisa membayangkan jika tak ada HS.

"Komitmen dia yang membawa klub ini bisa bertengger di posisi empat besar meski kondisi klub seperti itu," sanjungnya.

Ia menilai Haryadi berhasil memimpin dan membawa Laskar Mataram masuk ke babak empat besar. "Sangat tidak mudah mengurusi dan memimpin klub yang berada pada kondisi di ujung tanduk seperti PSIM saat itu. Tapi buktinya, beliau tetap bisa mempertahankan nama baik klub ini," tegasnya.

Pihaknya merasa berat melepas sosok Haryadi. Apalagi dengan kondisi non teknis klub yang masih compang-camping seperti ini. Meski begitu, jika memang kendalanya adalah terkait regulasi, dalam hal ini adalah Permendagri Nomor 1/2011, maka pihaknya pun tak punya pilihan lain. "Kalau memang alasannya regulasi, apa yang bisa kami lakukan. Kami harus menghormati regulasi yang berlaku," ucapnya.

Sebaliknya, Media Director Ajiek Tarmidzi, sebelumnya menegaskan pada dasarnya ada sesuatu yang salah dalam Permendagri tersebut. Ia menegaskan, Permendagri tersebut  bermuatan politis. Pasalnya, larangan pemakaian APBD termasuk keterlibatan pejabat publik untuk sepak bola professional tendensius dan tidak adil. "Saya melihat aturan itu politis sekali. Ketika itu, aturan tersebut dibuat kan untuk menggulingkan rezim Nurdin Halid saja. Apalagi, cabornya kenapa hanya sepak bola," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PSIM Haryadi Suyuti menyatakan siap mundur sebagai ketua umum jika memang regulasi yang berlaku menghendaki demikian.

Harian Jogja 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/olahraga/manajemen-psim-sayangkan-keputusan-mundur-hs-328597
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Ditusuk, Cahyo Gagal Urus Nikah

ilustrasi (starword-star.blogspot.com)

JOGJA—Cahyo Dewanto, 29, warga Jl, Laksa Adisutjipto No.59 Demangan, Gondokusuman, Jogja gagal mengurus rencana pernikahannya karena menjadi korban amukan seorang mahasiswa di Kelurahan Demangan, Gondokusuman, Kamis (13/9). Cahyo menderita luka tusuk sedalam empat sentimeter pada pinggang kiri.

Peristiwa penusukan terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB. Saat kejadian, Cahyo yang kerab disapa Yoyok bersama calon istrinya berada di dalam ruang kelurahan Demangan. Yoyok tengah mengurus rencana pernikahannya.

Dari luar kelurahan, sejumlah orang tampak bersitegang. Seorang laki-laki mengamuk dan dua rekannya mencoba melerai. Namun akibat tidak dapat dikendalikan emosinya, dua laki-laki kawannya tersebut pergi meninggalkan pelaku sendiri.

Amukan laki-laki berkulit hitam tersebut rupanya tidak berhenti. Bahkan saat sejumlah orang dari dalam kelurahan mencari tahu apa yang sedang terjadi dengannya justru menjadi sasaran amukan.

"Saat peristiwa terjadi korban tidak melakukan perlawanan, hanya ingin tahu kejadiannya tapi justru menjadi sasaran amukan, korban ditusuk pada bagian pinggang kiri," kata Kapolsekta Gondokusuman Kompol Edy Sugiharto dikonfirmasi.

Editor: | Dalam : Berita Pilihan,Kota Jogja,Patroli

Harian Jogja 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/patroli/ditusuk-cahyo-gagal-urus-nikah-328604
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Dikucuri Rp2,5 Miliar, Koleksi Taman Pintar Bertambah

Wahana bermain air di Taman Pintar (JIBI/Harian Jogja/dok)

JOGJA—Objek wisata pendidikan Taman Pintar akan menambah wahana baru. Salah satunya adalah wahana Planetarium yang akan diresmikan awal Oktober ini. Selain itu, Taman Pintar juga akan melengkapi wisata pendidikannya dengan teleskop, rumah robot dan zona olahraga.

Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar, Ita Rustanti menjelaskan, wahana baru Planetarium yang dibangun dengan anggaran Rp2,5 miliar tersebut terus dibenahi setelah dibuka satu minggu saat liburan lebaran lalu. Sejak saat itu, Planetarium terus diperbaiki sebelum diresmikan. "Planetarium sangat disukai para pengunjung. Rencana, 3 Oktober akan diresmikan," jelasnya, Kamis (13/9).

Setelah dibuka Oktober mendatang, katanya, pengelola wahana edukasi akan melakukan evaluasi layanan. Wahana Planetarium memiliki daya tampung 50 orang. Pengunjung hanya ditarik tiket Rp15.000 untuk menikmati film tata surya, kisah perjalanan manusia ke bulan dan pengamatan kondisi riil langit saat itu dengan durasi setengah jam.

Selama libur Lebaran kemarin, kata Ita, Planetarium dalam sehari hanya bisa melayani tujuh kali kunjungan. Namun ke depan, lanjut dia, pemutaran film dalam sehari bisa dilakukan sebanyak 10 kali. "Jeda waktu penayangan saat libur Lebaran selama setengah jam. Kami mempersempit jeda itu menjadi 10 menit agar bisa menayangkan 10 kali memutar film untuk setiap pengunjung yang masuk," tutur Ita.

Proyektor yang digunakan di Planetarium, jelas dia, merupakan proyektor digital. Dibanding planetarium lain yang sudah ada diIndonesia, proyektor digital baru pertama kali digunakan di Planetarium Taman Pintar. Sedangkan biaya yang dikeluarkan dinilai lebih efisien dibanding pembangunan sarana yang sama di tempat lain.

Teropong Bintang

Selain Planetarium, pengelola Taman Pintar akan menambah fasilitas teropong bintang di depan zona Planetarium. "Teleskop akan diletakkan di bangunan tinggi yang akan akan dibangun di depan Planetarium. Tapi, kami masih akan menunggu pengesahan APBD Perubahan untuk membeli teropong itu," ujarnya.

Keberadaan teropong bintang tersebut, jelas Ita, akan dimanfaatkan untuk pengamatan bintang baik malam maupun siang hari. "Karena Taman Pintar buka dari pagi sampai sore, maka pengunjung yang ingin mengamati angkasa juga bisa menggunakannya. Bisa untuk melihat gerhana matahari," imbuhnya.

Menurut Ita tahun ini Taman Pintar juga akan membangun zona olahraga, rumah robot dan pembenahan zona kehidupan purba. Bahkan, mantan Menristek BJ Habiebie saat menyambangi tempat itu, akan memberikan replika model berbagai jenis pesawat yang pernah diproduksiIndonesiake Taman Pintar.

Harian Jogja 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/harian-jogja/kota-jogja/dikucuri-rp25-miliar-koleksi-taman-pintar-bertambah-328607
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

AFJ Desak Pemkab Bantul Batalkan Pertunjukan Lumba-lumba

ilustrasi (muhamadindraweb.blogspot.com)

BANTUL—Animal Friend Jogjakarta (AFJ) mendesak Pemkab Bantul membatalkan pertunjukan lumba-lumba yang rencananya berlangsung Jumat (14/9) di Lapangan Dwiwindu.

Program Manager AFJ, Desy Angelina Pane, mengatakan AFJ sudah melayangkan permohonan audiensi dengan Bupati Bantul jauh hari sebelumnya. Namun, hingga sehari sebelum pentas digelar, pihaknya belum berhasil bertemu dengan Bupati.

Ia mengatakan saat ini justru terjadi aksi lempar tanggung jawab dari pemerintah kabupaten Bantul terkait permohonan pembatalan pertunjukan. Sebelum meminta bertemu Bupati, pihaknya disarankan untuk menghadap Satpol PP. Namun kemudian diarahkan ke Polres Bantul sebagai pemberi izin keramaian, lalu diarahkan lagi ke pemerintah desa yang kemudian menyarankan agar dilakukan audiensi dengan mengundang berbagai pihak. "Kami kecewa audiensi gagal, padahal Jumat ini acaranya sudah dimulai," ujarnya saat ditemui di kompleks Parasamya, Kamis (13/9).

Permohonan pembatalan acara tersebut, lanjutnya, didasari UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang melarang semua jenis satwa yang dilindungi sebagai aset komersial.

Pertunjukan lumba-lumba, lanjutnya, sudah jelas melanggar kesejahteraan satwa. AFJ juga mempertanyakan kelengkapan dokumen yang dimiliki penyelenggara. Bahkan, jika penyelenggara merupakan lembaga konservasi seharusnya tidak diperkenankan untuk mempertontonkan satwa dengan tujuan komersil dan sama sekali tidak ada nilai konservasi maupun edukasi.

AFJ sudah mengecek ke Balai Sumber Daya Alam (BSDA) untuk mengetahui kelengkapan dokumen persyaratan yang dimiliki penyelenggara. Hasilnya, penyelenggara belum mengirimkan beberapa dokumen persyaratan termasuk kondisi kesehatan satwa.

"Di beberapa negara, sirkus sudah dilarang. Saya harap pemkab Bantul bisa lebih tegas jika memang peduli terhadap upaya konservasi alam," tegasnya.

Harian Jogja 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/harian-jogja/bantul-2/afj-desak-pemkab-bantul-batalkan-pertunjukan-lumba-lumba-328594
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Sawah Kering, Warga Nekat Bendung Selokan Mataram

Warga membendung aliran Selokan Mataram menggunakan bambu, Kamis (13/9) (JIBI/Harian Jogja/Joko Nugroho)

SLEMAN—Demi menyelamatkan persawahan yang mulai kekurangan air, belasan warga Dusun Somokaton, Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan, nekat membendung Selokan Mataram, Kamis (13/9).

Upaya ini dilakukan agar air bisa masuk ke saluran irigasi. Namun karena dianggap merugikan petani pengguna air lainnya, bendungan yang terbuat dari bambu itu akhirnya dibongkar petugas.

Menurut salah satu petani, Baiman, 63, mereka terpaksa membendung Selokan Mataram karena tanaman jagung di Dusun Somokaton sudah mulai kekurangan air. Sedangkan air di saluran irigas tak lagi mengalir.

Baiman menjelaskan, setidaknya ada 15 hektar sawah di sisi selatan Selokan Mataram yang mengandalkan air dari Selokan Mataram. "Pembuatan bendungan ini atas inisiatif kelompok, belum izin pihak berwenang. Biasanya juga demikian, tidak perlu izin yang penting tidak terlalu tinggi," kata Baiman.

Menurutnya, saluran irigasi di Somokaton mengaliri area persawahan di empat dusun, yakni Dusun Susuan, Somokaton, Planggok dan Ungaran.

Bendungan yang dibangun warga ini terbuat dari bambu yang dirakit menghalangi laju aliran Selokan Mataram. Bendungan itu dibuat setinggi satu setengah meter dari dasar Selokan Mataram.

"Sebenarnya air itu bisa masuk di saluran irigasi tapi tidak banyak. Kalau dibendung seperti ini bisa membuat aliran lebih baik dan air bisa mengalir hingga Dusun Susuan yang jaraknya sekitar satu kilometer," tandas Baiman.

Tanpa Izin

Petugas di Pos Pengamat Selokan Mataran 1, Wijiono, mengatakan upaya membendung Selokan Mataram memang sering terjadi saat musim kemarau seperti saat ini.

Menurut Wijiono, petugas pengawas Selokan Mataram terpaksa membongkar bendungan yang dibangun warga Somokaton karena ketinggiannya tidak wajar, yakni mencapai tiga meter. Pembongkaran dilakukan agar aliran air tak terganggu.

"Mereka tidak izin dan langsung membendung saja. Kami baru tahu setelah memantau aliran selokan surut," kata Wijiono.

Menurut petugas lain, Hari Subandriyo, saat ini aliran air di Selokan Mataram masih normal, yakni 40 liter per detik.

"Masih cukup asalkan tidak ada warga yang mencuri air dengan cara membendung," kata Hari.

Masalah lain yang muncul di Pos Pemngamatan Selokan Mataram II adalah banyaknya sampah yang dibuang ke Selokan Mataram. Paling banyak, limbah rumah tangga yang berasal dari kawasan Seturan. Akibatnya, ancaman kekeringan muncul bagi ribuan hektar lahan pertanian dan perikanan di Sleman bagian Timur."Susah untuk menertibkannya, tapi kami terus menempuh upaya pendekatan dan sosialisasi pada warga," kata Hari.

Harian Jogja 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/harian-jogja/sleman-2/sawah-kering-warga-nekat-bendung-selokan-mataram-328601
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

UNISRI & UNI EROPA KUNJUNGI PEMKAB WONOGIRI

  • Grand 21
  • Perahu Kertas (Grand 1) 11:45,14:05, 16:25, 18:45,21:00
    Test Pack (Grand 2) 11:45, 14:05, 16:25, 18:45, 21:00
    Petualangan Singa Pemberani (Grand 3) 12:00,14:00, 16:00, 18:00, 20:00
    Rumah di Seribu Ombak(Grand 4) 12:00, 14:10,16:20
    The Hole (Hole) (Grand 5) 18:30, 20:40

The Expendables 2 (Studio 1) 12:30, 14:35, 16:40, 18:45, 20:50
The Bourne Legacy (Studio 2) 12:15, 15:00, 17:45, 20:30
The Cabin in The Woods (Studio 3) 12:30, 14:35, 16:40, 18:45, 20:50
Step Up Revolution (3D) (Studio 4) 12:15, 14:20, 16:25, 18:30, 20:35
Wu Dang (Studio 5) 12:30, 14:35, 16:40, 18:45, 20:50

Is Ariyanto 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/feature/unisri-uni-eropa-kunjungi-pemkab-wonogiri-328381
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

PON RIAU: Dikerjai Juri, Pelatih Karate Jateng Mengamuk

Pelatih tim karate Jawa Tengah Hermansyah Munginsidi (dipegangi) mengamuk dengan membanting kursi ke tengah matras saat karateka Jateng, Imam Tauhid Raganda dikalahkan Tebing Hutapea asal DKI Jakarta
di semifinal kelas kumite -55kg putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau di GOR Tribuana, Pekanbaru, Kamis (13/9/2012). (Espos/Aeranie Nur Hafnie)

PEKANBARU—Kontingen Jawa Tengah kembali dirugikan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau. Setelah sehari sebelumnya sepatu roda dicurangi wasit, kali ini giliran cabang karate yang dikerjai habis-habisan oleh juri pertandingan, Kamis (13/9/2012).

Kinerja juri yang tidak adil saat karateka Jateng Imam Tauhid Raganda dikalahkan atlet DKI Jakarta Tebing Hutapea di semifinal kelas kumite -55kg putera berujung kisruh di GOR Tribuana, Pekanbaru. Saking kesalnya dengan keputusan juri, pelatih karate Jateng Sinsei
Hermansyah Munginsidi membanting kursi ke tengah matras.Hermansyah tak bisa menahan emosinya yang membuncah. Dia mengamuk
sejadi-jadinya sambil berteriak-teriak memprotes keputusan wasit.

Suporter tim Jateng ikut tersulut emosi dengan melempar botol air mineral yang masih berisi air ke arah lapangan. Hermansyah menuding-nuding wasit lebih memihak DKI. "Karate jangan dibeginikan!" teriak Hermansyah lantang.

Emosi Hermansyah yang merupakan ayah Imam terus bergejolak. Dia berusaha mengejar juri dan wasit tapi ofisial dari tim Jateng dan pihak keamanan berlari gesit menahan langkahnya. Hermansyah terus berteriak. Puteri Hermansyah yang juga karateka Jateng, Puspita Triana mencoba menenangkan sang ayah. Imam yang tak bisa menyembunyikan gurat
kekecewaan juga ikut menenangkan ayahnya.

Hermansyah lalu ditarik menuju pintu belakang. Di luar, Puspita dan Imam serta sejumlah orang masih berusaha menenangkan Hermansyah.

Sementara manajer tim karateka Jateng Aria Bima melayangkan protes resmi ke dewan hakim disertai dengan bukti video rekaman. Namun, padaakhirnya protes Jateng tidak diterima.

"Menurut saya banyak sekali poin yang masuk tapi tidak dihitung oleh juri. Saya kecewa dengan juri tapi penonton bisa menilai sendiri [kinerja juri]," ujar Imam dengan berpeluh keringat saat ditemui Solopos.com.

Puspita juga merasa kesal adiknya dikerjai juri. "Tadi Imam melakukan pukulan mawashi tendangan ke kepala lawan tapi tidak dihitung. Juri tidak mengangkat bendera untuk memberi nilai. Juri banyak merugikan [Jateng]," ujar Puspita.

Kendati protes telah dilayangkan, Imam tetap dinyatakan kalah dan akhirnya mendapatkan perunggu setelah mengalahkan Duhril asal Sulawesi Selatan dengan skor 8-0.

Sementara Tebing akhirnya mendapatkan emas setelah mengalahkan karateka Bali, Arimbawa. Chief de Mission kontingen Jateng, Sukahar, juga tak bisa menutupi rasa kesalnya karena Jateng banyak dicurangi dalam penyelanggaran PON kali ini. Sukahar mengaku telah melayangkan protes mengenai semua kecurangan ini kepada PB PON dan KONI Pusat.

"Kalau tidak ada perubahan dan kontingen Jateng masih terus dicurangi, saya akan membawa kontingen Jateng mundur dari PON," tegas Sukahar.

Jateng sebelumnya telah dirugikan soal pencekalan lima pemain basket. Setelah itu dicurangi wasit di cabang sepatu roda nomor riley tim 5.000m. Sementara Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman merespons protes Jateng di cabang karate sebagai hal yang lumrah dilakukan.

"Ini hanya masalah miss-communication. Kami akan terus mengevaluasi kerja wasit, juri dan dewan hakim. Evaluasi itu dilakukan setiap hari," kata Tono saat dijumpai di Stadion Atletik di Sports Center Rumbai.

Anik Sulistyawati 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/olahraga/pon-riau-dikerjai-juri-pelatih-karate-jateng-mengamuk-328589
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Pria Penyusup Nyaris Bakar Pengungsi Syiah

Pria Penyusup Nyaris Bakar Pengungsi Syiah

Penulis : Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman | Jumat, 14 September 2012 | 05:25 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/Taufiqurrahman Tempat penampungan warga syiah dinilai tidak representatif oleh Kontras dan dikeluhan oleh pengungsi sendiri.

SAMPANG, KOMPAS.com - Gedung Tenis Indoor Sampang yang jadi tempat penampungan warga Syiah Sampang, Jawa Timur, Kamis (13/9/2012), disusupi orang tak dikenal. Orang tersebut berdasarkan identitas yang diserahkan kepada petugas jaga bernama Muhdar (40), warga Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Muhdar masuk ke dalam lokasi penampungan layaknya pengunjung lainnya yang memiliki keperluan kepada pengungsi.

Menurut Budi Santoso, penjaga pintu masuk gedung, Muhdar sebelum masuk sudah diperiksa dan menyerahkan KTP. Ia beralasan mau bertemu dengan salah satu familinya yang tinggal di penampungan. Tanpa ada rasa curiga, petugas membiarkan Muhdar masuk.

Setelah berada di dalam penampungan, tiba-tiba ia berusaha membakar para pengungsi sambil berkata lantang, "Kalian ini semuanya orang kafir dan halal untuk dibunuh. Akan saya bakar kalian," kata Muhdar di ruangan itu.

Sontak ratusan pengungsi berteriak histeris, khususnya kaum perempuan. Kericuhan terjadi antara pengungsi laki-laki dengan pria penyusup itu. Namun, pria penyusup itu sudah menjadi bulan-bulanan para pengungsi.

Setelah dihajar, aparat keamanan dan pasukan Tagana langsung membawa penyusup itu ke luar ruangan. Arif, salah satu anggota pasukan Tagana mengatakan, setelah pria penyusup itu masuk ke dalam ruangan terlihat kebingungan. Namun tiba-tiba ia memekikkan kalimat takbir tiga kali. Setelah itu, pria tersebut mengatakan, "Hati-hati kalian bahwa dunia hampir kiamat dan sudah banyak aliran-aliran sesat seperti kalian ini," cerita Arif.

Selanjutnya pria penyusup itu dibawa ke Mapolres Sampang untuk dilakukan pemeriksaan. Pengamanan di pintu masuk langsung diperketat kembali untuk menghindari adanya penyusup susulan.

Editor :

Hertanto Soebijoto

14 Sep, 2012


-
Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/09/14/05253338/Pria.Penyusup.Nyaris.Bakar.Pengungsi.Syiah
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Jokowi: Saya Nggak Mau Jadi Follower

Jokowi

JAKARTA–Walikota Allar di Tepi Barat Palestina memberi kesempatan pada penduduk remajanya untuk magang menjadi walikota selama 2 bulan. Nah, beranikah Jokowi, Walikota Solo dan cagub DKI, mengimplementasikan hal ini?

"Ya bisa saja, tapi saya nggak mau jadi follower," jawab Jokowi.

Hal ini dikataka Jokowi saat live chat di kantor detikcom, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2012).

Jokowi menambakan, banyak cara lain untuk memperkenalkan generasi muda pada tugas-tugas walikota. Dia sendiri selama menjadi Walikota Solo
memiliki program 'Meet The Major' untuk generasi muda secara berkala.

"Mereka bisa bertanya apa saja. Saya juga menanyakan, maumu ini apa to? Oh, mau wifi ya nanti dipasang wifi. Kan seneng itu kalau dipenuhi," imbuhnya.

Sedangkan untuk DKI Jakarta, bila dirinya terpilih menjadi gubernur, maka akan merevitalisasi gelanggang remaja.

"Gelanggang remaja itu dibangun, difungsikan biar remaja-remaja bisa berkegiatan di sana," tuturnya.

Anik Sulistyawati 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/channel/nasional/jokowi-saya-nggak-mau-jadi-follower-328582
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Presiden Mesir Kecam Film ‘Innocence of Muslims’, Tolak Aksi Kekerasan

ilustrasi

Presiden Mesir Mohamed Morsi mengecam film kontroversial 'Innocence of Muslims' yang dinilainya menghina Nabi umat muslim. Namun dia juga memperingatkan demonstran untuk tetap tenang dan tidak menggunakan kekerasan menyusul bentrok di depan Kedutaan Besar AS di Kairo.

"Kami, Mesir, menolak segala jenis penghinaan terhadap Nabi kita, saya mengutuk semua yang menghina Nabi kita," kata Morsi dalam pernyataannya yang disiarkan televisi setempat dan dilansir AFP, Kamis (13/9/2012).

Dalam aksi protes di depan kantor Kedubes AS di Kairo, polisi menembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa yang melempari dengan botol dan batu.

Menurut Morsi, meski Mesir menolak terhadap film kontroversial, adalah menjadi tugasnya untuk melindungi para 'tamu' dari luar negeri.

"Saya meminta semua orang untuk mempertimbangkan, tidak melanggar hukum Mesir, tidak melakukan penyerangan kedutaan," tegas Morsi.

Dia juga mengutuk penyerangan Kedutaan Besar AS di Benghazi, Libya, yang merenggut empat nyawa pejabat kedutaan.

"Kami mengutuk apa yang terjadi di Benghazi," ujarnya.

"Kita semua tahu bahwa membunuh orang yang tidak bersalah bertentangan dalam Islam. Kebebasan untuk berekspresi dan berdemonstrasi dijamin tanpa merusak fasilitas pribadi dan publik, misi diplomatik atau kedutaan," tegasnya lagi.

Morsi menyatakan dirinya telah berbicara dengan Presiden AS, Barack Obama terkait insiden penyerangan kantor kedutaan. Dia berjanji akan melakukan langkah hukum bagi mereka yang ingin merusak hubungan antara Mesir dan Amerika.

Usai bentrokan antara polisi dan demonstran yang mayoritas remaja itu, pihak keamanan MEsir mengerahkan kendaraan lapis baja di sekitar Kedutaan AS.

Dalam bentrokan tersebut sebanyak 224 orang mengalam iluka-luka. Delapan diantaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena luka-luka yang diderita. Selain di Mesir dan Libya, aksi protes terhadap 'Innocence of Muslim' juga terjadi di luar kantor Kedubes AS di Maroko, Sudan dan Tunisia.

Anik Sulistyawati 14 Sep, 2012


-
Source: http://www.solopos.com/2012/channel/internasional/presiden-mesir-kecam-film-innocence-of-muslims-tolak-aksi-kekerasan-328587
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com