Tuesday, September 18, 2012

RS Buruh Belum Dapat Restu SBY

Ilustrasi. (Foto: Corbis)

Ilustrasi. (Foto: Corbis)

JAKARTA - Pemerintah berencana membangun Rumah Sakit (RS) khusus buruh di kawasan berikat. RS tersebut, rencananya akan menggunakan RS Pelni sebagai RS khusus buruh tersebut.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menuturkan, rencana realisasi pembangunan rumah sakit buruh masih menunggu persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Rumah sakit buruh itu masih nunggu arahan Presiden, nanti lah," ungkap Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/9/2012).

Menurut Dahlan, groundbreaking rumah sakit buruh yang direncanakan dapat berlangsung pada September diperkirakan masih akan mundur."Ya nanti lah itu nunggu arahan Bapak Presiden saja," tegas dia.

Sebelumnya, Dahlan mengatakan ide awal RS ini dicetuskan oleh Presiden SBY. "Rumah sakit buruh itu idenya dari Presiden, di kawasan berikat nusantara di Cakung 2,5 hektare (ha) lahannya di dekat perkampungan," ungkap Dahlan beberapa waktu lalu.

Dahlan menyebutkan, September ini pembangunan rumah sakit tersebut sudah siap groundbreaking. Dahlan juga menambahkan, 200 poliklinik buruh akan tersedia dan satu rumah sakit buruh.

Namun demikian, mengapa pemilihan tempatnya di Cakung Jakarta Timur? Karena menurut Dahlan daerah tersebut banyak terdapat penduduk yang mayoritas buruh yang kesehatannya perlu diperhatikan. "Cakung itu daerahnya padat, penduduknya banyak yang memerlukan penanganan kesehatan," pungkas Dahlan. (mrt)

18 Sep, 2012


-
Source: http://economy.okezone.com/read/2012/09/18/320/691637/rs-buruh-belum-dapat-restu-sby
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com